×

Hidrops Fetalis Bisa Dicegah Lho!

Bagikan Artikel :

Hidrops Fetalis Bisa Dicegah Lho!

Salah satu kegawatdaruratan pada bayi baru lahir adalah kondisi bayi dengan hidrpos fetalis. Hidrops fetalis adalah kondisi yang berat dan mengancam nyawa pada janin dan bayi baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan adanya pembengkakkan atau penumpukan cairan di berbagai bagian tubuh seperti di rongga perut, rongga di luar paru, jantung, limpa dan kulit.

Hidrops fetalis sering menyebabkan kematian. Kematian bisa terjadi saat bayi masih di dalam kandungan, bisa juga terjadi saat bayi sudah dilahirkan.

Penyebab Hidrops Fetalis

  1. Immune hydrops
    Pada jenis ini, hidrops fetalis terjadi karena reaksi sistem imun pada tubuh ibu yang menyebabkan sel darah merah pada tubuh janin dihancurkan secara berlebihan. Salah satu penyebab system imun tubuh yang menghancurkan tubuh janin yaitu gangguan inkompatibilitas rhesus yang terjadi karena ibu memiliki golongan darah rhesus negatif mengandung janin yang memiliki golongan darah rhesus positif. Pada kondisi ini, golongan darah yang berbeda membuat tubuh ibu akan mengenali sel darah bayi sebagai benda asing yang harus dihancurkan. Akibatnya terjadi penghancuran sel darah merah milik bayi secara berlebihan. Karena hal tersebut, jantung janin/ bayi menjadi terganggu dan tidak dapat memompa darah sebagaimana seharusnya, sehingga cairan menumpuk di berbagai bagian tubuh janin/ bayi.
  2. Non-immune hydrops
    Jenis ini lebih sering terjadi. Hidrops ekenis ini terjadi akibat adanya suatu penyakit pada janin yang menyebabkan janin tidak mampu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuhnya.
    Cara Mengetahui Ada Tidaknya Hidrops Fetalis
  3. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat adanya penumpukan cairan di organ dalam janin, serta penumpukan cairan di rongga tubuh.
  4. Pengambilan darah tali pusat yang dilakukan dengan menusukkan jarum ke rahim ibu hingga menembus tali pusat. Ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penyebab hidrops fetalis yang dialami bayi.
  5. Amniosentesis, yaitu pengambilan sampel cairan amnion (air ketuban) yang dilakukan dengan menusukkan jarum ke arah rahim ibu untuk menembus selaput ketuban. Selanjutnya cairan amnion yang diambil dianalisis di laboratorium untuk melihat kemungkinan hidrops fetalis dan penyebabnya.
  6. Ekokardiografi, yaitu pemeriksaan bagian dalam jantung, diperlukan karena biasanya bayi yang mengalami hidrops fetalis juga memiliki struktur jantung yang tidak normal.

Gejala Hidrops Fetalis

Hidrops fetalis dapat diketahui sejak masih di dalam kandungan, bisa juga setelah lahir. Gejala hidrops di dalam kandungan adalah cairan ketuban di rahim ibu jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang seharusnya, plasenta mengalami penebalan, dan hasil USGj janin menunjukkan bahwa jantung, hati, limpa, paru janin membengkak.

Setelah bayi lahir, gejala utama hidrops fetalis adalah bengkak pada seluruh tubuh, terutama bagian perut. Selain itu, kulitnya tampak pucat dan bayi terlihat sesak dan kesulitan bernapas.

Pengobatan Hidrops Fetalis

  1. Melakukan tindakan torakosentesis, yaitu memasukkan jarum ke rongga dada bayi, untuk mengeluarkan penumpukan cairan di rongga dada yang menyebabkan kesulitan bernapas.
  2. Jika pernapasan bayi sangat terganggu, pemasangan ventilator perlu dilakukan.
  3. Obat-obatan untuk mengatasi gagal jantung dan untuk membuang penumpukan cairan melalui ginjal.
  4. Khusus untuk hidrops fetalis tipe imun yang disebabkan karena inkompatibilitas rhesus, bayi juga akan mendapatkan transfusi darah sesuai dengan golongan darahnya sendiri.

Pencegahan Hidrops Fetalis

Tidak semua kasus hidrops fetalis bisa dicegah. Salah satu penyebab hidrops fetalis yang dapat dicegah adalah hidrops fetalis karena inkompatibilitas rhesus. Untuk mencegahnya, jika wanita dengan golongan darah rhesus negatif memiliki pasangan dengan golongan darah rhesus positif dan berencana punya anak, sebaiknya berkonsultasilah dahulu dengan dokter kandungan untuk dinilai risikonya mengandung anak dengan hidrops fetalis.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 29, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Jaga Produksi

  • Oleh : Miftahul Fikri
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Saya duda yang ingin tanya bagaimana cara jaga kesuburan sperma di masa duda?

    Alasan Kenapa Berat Badan Turun Saat Hamil

  • Oleh : Winda
  • 4 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat siang,
    Saat ini istri saya tengah mengandung dan sering sekali mengalami mual dan muntah. Selain itu, saya lihat berat badannya malah sedikit menurun. Apa ini berbahaya? dan apa yang menjadi penyebab turunnya berat badan istri saya, apa mungkin ada hubungannya dengan gejala mual muntah yang dialami oleh istri saya?

    Sakit punggung saat hamil apakah normal?

  • Oleh : Gek Anik
  • 5 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat pagi ibu bidan, saya Widiyono ingin bertanya apakah sakit punggung saat hamil itu normal? Atau jangan-jangan ada masalah lain yang terjadi pada istri saya? Mohon dijawab ya bu, saya tunggu. Terima kasih sebelumnya

    Apa boleh makan bebek goreng

  • Oleh : Alvino Dinova
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Mau nanya apa boleh makan bebek goreng setelah sunat

    Manfaat Persalinan Normal

  • Oleh : Gigin Gumay
  • 5 tahun, 2 bulan yang lalu

    Selamat siang ibu bidan. Saat ini usia kandungan saya sudah semakin membesar, namun saya masih bingung untuk proses persalinan. Hal yang saya ingin tanyakan, persalinan seperti apa yang harus saya lakukan, dan apa manfaat yang bisa di dapatkan ketika saya melakukan persalinan dengan cara itu?

  • Oleh : Gigin Gumay
  • Tanya Bidan