×

3 Jenis Gangguan Perut yang Sering Terjadi Saat Hamil

Bagikan Artikel :

Menjaga dan memperhatikan kesehatan selama kehamilan sangatlah penting, terlebih untuk perubahan yang terjadi pada ibu dan janin. Ibu hamil sering kali mengeluhkan kondisi dimana merasakan kehamilan semakin membuatnya tidak nyaman. Walaupun demikian, masing-masing kondisi ibu dan janin berbeda-beda. Sehingga membutuhkan konsultasi lebih lanjut dengan ahli medis.

Salah satu keluhan yang sering dialami saat masa kehamilan yaitu gangguan perut. Beberapa gangguan yang terjadi ini ada yang bisa membahayakan nyawa ibu dan janin. Namun, ada juga kondisi yang bisa diatasi secara efektif dengan beberapa cara yang sederhana. Dan alangkah baiknya jika bunda mengetahui 3 jenis gangguan perut yang sering terjadi saat hamil berikut ini :

Plasenta Bergeser

Kondisi ini sebenarnya bisa diketahui sejak trimester pertama hingga ke dua kehamilan. Ketika melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan dan melakukan pemeriksaan melalui USG, maka plasenta akan terlihat menutupi serviks atau mulut rahim. Jika dalam perkembangan dan pertambahan usia kehamilan hingga mendekati akhir kehamilan plasenta sudah tidak menutupi serviks lagi, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan dilakukan oleh ibu yang mengalami pergeseran plasenta. Namun, sebaliknya, jika plasenta masih menutupi serviks, maka dokter akan memberikan solusi terbaik ketika akan melahirkan, misalnya dengan menjalani persalinan melalui operasi caesar.

Nyeri Ligamen

Nyeri ligamen biasanya dirasakan pada daerah perut kanan atau kiri bawah dan menjalar hingga ke daerah sekitar paha. Ligamen yang menimbulkan nyeri pada ibu hamil adalah jaringan penyangga rahim. Ketika kehamilan mulai membesar, ligamen ini akan meregang hingga ibu hamil merasakan nyeri. Hal ini merupakan kondisi yang normal terjadi pada ibu hamil, terutama pada usia kehamilan di atas 6 bulan. Untuk mengatasi nyeri ligamen, ibu bisa berbaring miring ke sisi kiri dengan posisi meringkuk seperti bayi selama beberapa menit.

Kontraksi Palsu

Salah satu gangguan perut yang sering terjadi saat hamil yang bisa membuat banyak ibu merasa khawatir yaitu kontraksi palsu. Pasalnya kontraksi palsu akan terasa seperti kontraksi yang sebenarnya menjelang persalinan. Kondisi ini terjadi disebabkan karena adanya pelebaran rahim dan umumnya terjadi pada akhir kehamilan. Meskipun pada dasarnya kontraksi palsu ini tidak membuat sakit, ibu hamil harus tetap waspada. Pada beberapa kasus, kontraksi palsu ini sangat sulit dibedakan dengan tanda-tanda kelahiran prematur.

Untuk membedakan kontraksi palsu dengan kontraksi yang sebenarnya perlu memperhatikan intensitas nyeri yang dialami. Jika kontraksi yang terjadi membuat aktivitas terganggu dan diikuti dengan rasa mulas seperti nyeri, sebaiknya segera bawa ibu hamil ke rumah sakit. Ciri-ciri lain dari kontraksi palsu yaitu tidak memburuk ketika dibawa berjalan, kontraksi tidak semakin menguat, dan terjadi dalam waktu yang sebentar. Kasus ini dianggap normal terjadi pada ibu hamil dan tidak perlu khawatir berlebihan.

Semoga dengan mengetahui 3 jenis gangguan perut yang sering terjadi saat hamil tersebut bisa membantu ibu hamil untuk lebih rileks dalam menjalani masa kehamilannya. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dan memperhatikan saran dari dokter kandungan atau bidan Anda untuk kesehatan ibu dan janin.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : September 7, 2016

    Pertanyaan Pengunjung :

    Cara Membujuk Anak Mau Minum Obat

  • Oleh : Dayat Ya Hidayat
  • 4 tahun, 10 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya. Bagaimana caranya supaya anak mau minum obat tanpa paksaan ? Anak saya sudah berusia 6 tahun masih saja menolak minum obat ketika ia sakit. Metode mencekoki obat ke mulutnya tak mempan, yang ada obat keluar lagi. Mohon solusinya bu. Terimakasih

  • Oleh : Dayat Ya Hidayat
  • Kanker payudara

  • Oleh : Irma Andari
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Bu saya punya masalah dgn payudara putingnya jika ditekan mengeluarkan cairan berwarna putih bening. Apakah ini termasuk gejala kanker payudara? Bagaimana cara mengatasinya?
    Terimakasih

    Negatif tapi tidak menstruasi

  • Oleh : Sintya Rizka Afriani
  • 11 bulan, 4 minggu yang lalu

    Bulan april saya menstruasi tgl 7 bu, mei tgl 11 dan juni tanggal 9 kemudian mens lagi tgl 22 juni sampai 25 juni
    Tanggal 3 juli saya melakukan hubungan suami istri, dan suami tidak menggunakan konstrasepsi (kondom) karena saya gak pasang IUD atau pil kb atau suntik kb jadi pakainya kondom bu, tp tgl 3 gak pakai kondom sedangkan suami dikeluarkan di dalam setelah 3 jam kemudian saya minum postinor 2 bu, langsung 2 pil sekaligus sesuai anjuran box, kemudian sampai sekarang tgl 5 agustus saya belum menstruasi saya sudah tespack pakai sensitif dan one med hasilnya negatif semua mulai dari 2 minggu stlh berhubungan sampai saya telat 2 minggu hasilnya negatif tapi sampai sekarang belum menstruasi.
    Pertanyaan saya apakah hasil tespek itu benar bahwa negatif, apakah benar postinor dapat mempengaruhi siklus menstruasi?

  • Oleh : Sintya Rizka Afriani
  • Haid lebih dari 7 hari

  • Oleh : Salsabila Apriani
  • 8 bulan, 4 minggu yang lalu

    Saya haid biasa nya cuman 7 hari tapi bulan ini saya tidak biasa nya haid lebih dari 7 hari saya ingin bertanya apakah haid yang lama bisa menyebabkan penyakit? Mohon jawaban nya terimkasih

  • Oleh : Salsabila Apriani
  • Galau tanda Hamil atau akan Haid

  • Oleh : Ovi Oktav
  • 10 bulan, 3 minggu yang lalu

    Assalamualaikum..
    Bu bid, saya ada tanda-tanda seperti badan hangat, setiap malam mau tidur dan pagi setelah bangun tidur badan panas, sering buang air kecil, payudara nyeri, sering mengantuk, setelah menyapu saja kelelahan, ada keputihan tapi tidak berlebihan, tapi saya masih seminggu lagi jadwal haidnya, saya berhubungan sama suami pada masa mendekati subur dan waktu masa subur, tanda-tanda itu saya rasakan setelah 5 hari berhubungan di masa subur, itu pertanda hamil atau bukan ya bu bid ? Saya tunggu jawabannya, terima kasih.

    Tanya Bidan