×

Bahaya Kehamilan Ektopik yang Harus Diketahui Wanita

Bagikan Artikel :

Sudah tahukah Anda apa itu kehamilan ektopik? Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi diluar kandungan atau suatu kondisi kehamilan dimana sel telur yang sudah dibuahi tidak mampu menempel atau melekat pada rahim ibu, namun melekat pada tempat lain atau berbeda yaitu tuba falopi atau saluran telur, di leher rahim, dalam rongga perut atau di indung telur. Jika sel telur yang telah dibuahi menempel pada saluran telur, hal ini akan menyebabkan bengkaknya atau pecahnya sel telur akibat pertumbuhan embrio.

Apabila hal ini terjadi, sebaiknya segeralah Anda untuk berkonsultasi pada dokter dan mencari tahu apa solusi terbaiknya, karena bila tidak segera ditangani dengan tepat, hal ini bisa mengancam nyawa sang ibu. Namun, sebenarnya apa yang menjadi penyebab terjadinya kehamilan ektopik?

Penyebab Kehamilan Ektopik

Salah satu penyebab umum kehamilan ektopik adalah terjadinya kerusakan tuba falopi, misalnya karena infeksi. Sehingga, dengan adanya kerusakan ini akan menghalangi sel telur yang tepat dibuahi untuk masuk ke rahim sehingga akhirnya menempel dalam tuba falopi itu sendiri atau organ lain. Selain itu, kehamilan ektopik juga bisa dipicu oleh kadar hormon yang tidak seimbang atau perkembangan abnormal semasa wanita sedang dalam kandungan.

Namun, sebenarnya, penyebab pasti dari tiap kehamilan ektopik kadang sulit untuk diketahui. Tetapi, beberapa faktor risiko dibawah ini bisa diduga sebagai pemicu kondisi terjadinya kehamilan ektopik.

> Alat kontrasepsi: Penggunaan alat kontrasepsi spiral atau intrauterine device (IUD) diduga sebagai faktor pemicu utama sehubungan dengan kehamilan ektopik.
> Pernah mengalami kehamilan ektopik: Wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya memiliki risiko 15%-20% lebih tinggi untuk kembali mengalaminya.
> Infeksi atau inflamasi: Wanita yang pernah mengidap inflamasi tuba falopi atau penyakit radang panggul akibat penyakit seksual menular seperti gonore atau chlamydia (klamidia), memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kehamilan ektopik.
> Masalah kesuburan: Pengobatan untuk masalah kesuburan terkadang dapat memicu kehamilan ektopik.
> Proses sterilisasi dan sebaliknya: Prosedur pengikatan tuba atau pembukaan ikatan tuba yang kruang sempurna juga berisiko memicu kehamilan ektopik.

Itulah yang menjadi faktor pemicu terjadinya kehamilan ektopik. Sebenarnya, awal kehamilan ektopik ini cenderung tanpa disertai dengan adanya gejala karena kehamilan jenis ini memiliki tanda yang mirip dengan kehamilan biasa sebelum akhirnya muncul gejala lain yang mengindikasikan terjadinya kehamilan ektopik.

Gejala kehamilan ektopik

  • Sakit perut
  • Nyeri pada tulang panggul
  • Menstruasi berhenti
  • Pendarahan ringan dari vagina
  • Pusing atau lemas
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada bahu
  • Rasa sakit atau tekanan pada rektum saat buang air besar
  • Jika tuba falopi sobek, maka akan terjadi pendarahan hebat yang mungkin memicu hilangnya kesadaran.

Apabila Anda menemukan salah satu gejala diatas, sebaiknya segeralah konsultasikan kepada dokter kandungan supaya mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Karena penanganan yang terlambat bisa memicu pendarahan hebat dan bahkan kematian akibat sobeknya tuba falopi atau rahim. Maka dari itu, sebaiknya Anda selalu mengecek kehamilan Anda setiap bulannya ke bidan atau ke dokter kandungan untuk memastikan kehamilan Anda dalam keadaan sehat atau tidak.

Bahaya Kehamilan Ektopik yang Harus Diketahui Wanita

Selain memicu pendarahan hebat, kehamilan ektopik juga bisa memicu bahaya lain seperti:

Kehilangan saluran tuba
Ketika wanita mengalami pecah saluran tuba berkali-kali, maka dia akan kehilangan kedua saluran tuba. Jika hal ini terjadi, maka kesempatan untuk hamil semakin kecil. Kehamilan normal sulit terjadi karena saluran tuba merupakan jaringan raim yang bekerjasama dengan rahim untuk membentuk kehamilan normal. Sehingga, apabila saluran tuba diangkat, sperma dan sel telur tidak akan pernah bertemu untuk membentu zigot.

Kehamilan normal 50%
Apabila kehamilan ektopik tidak membuat saluran tuba diangkat, maka kehamilan normal bisa mencapai 100% asalkan saluran tuba masih memiliki fungsi normal. Namun, bila saluran tuba diangkat maka kesempatan untuk hamil normal sebanyak 50%.

Rusaknya Saluran tuba
Kadang tindakan operasi dan pembedahan yang dilakukan bisa menjaga keutuhan saluran tuba namun tidak bisa menjaga rusaknya fungsi saluran tuba. Rusaknya fungsi saluran tuba tersebut juga bisa membuat seseorang tidak bisa mengalami kehamilan normal.

Pendarahan dalam
Pendarahan bisa terjadi didalam ataupun diluar. Pendarahan dalam adalah pendarahan didalam tubuh yang tidak bisa dikeluarkan begitu saja. Sedangkan pendarahan luar merupakan pendarahan yang berada di luar tubuh dan bisa menyebabkan darah keluar. Pendarahan dalam lebih berbahaya dibandingkan dengan pendarahan luar, alasannya adalah darah itu akan tetap berada di dalam tubuh. Pendarahan ini lah yang bisa memicu kematian pada ibu.

Kematian
Pendarahan dalam bisa mengganggu sistem organ dan juga peredaran darah di dalam tubuh. Wanita itu tidak akan memiliki aliran darah yang lancar sebab terganggu dengan pendarahan dalam tersebut.

Itulah mengapa kehamilan ektopik masuk kedalam kategori berbahaya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Related Posts :

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : September 26, 2016

    Pertanyaan Pengunjung :

    Ingin Segera Memiliki Keturunan

  • Oleh : Gek Anik
  • 4 tahun, 11 bulan yang lalu

    Siang bu bidan.

    2 bulan lagi rencananya saya akan melangsungkan pernikahan dan saya beserta calon suami memilki keinginan untuk tidak menunda memiliki momongan. Yang saya mau tanyakan pada waktu kapankan masa subur ini terjadi? Dan kapan waktu yang pas untuk melakukan hubungan agar segera mendapatkan momongan ketika kelak kami menikah?

  • Oleh : Gek Anik
  • Belum bisa tengkurap

  • Oleh : Yuli Awalia
  • 3 minggu, 5 hari yang lalu

    Selamat siang dok, kenapa yah anak saya 5bulan 11 hari blum bisa tengkurap sendiri

  • Oleh : Yuli Awalia
  • Merasa tidak nyaman di MissV

  • Oleh : azizah Rahmani putri
  • 1 tahun, 2 bulan yang lalu

    Assallamualaikum bu bidan,
    Saya umur 19 tahun dan belum sama sekali melakukan hubungan seksual. sudah 2 minggu an saya merasakan tidak nyaman di lubang vagina saya, seperti ada yang mengganjal atau merasa ada gelembung di dalam lubang vagina,kadang kalo di buat duduk itu terjadi Queefing (tidak berbau). Setelah Queefing tetap saja terasa gelembung di lubang vagina dan sangat tidak nyaman. Kejadian itu terjadi setiap malam,di jam tidur. apakah itu termasuk ke dalam penyakit yg berhubungan dengan kandungan atau semacam nya? Tindakan apa yang harus saya lakukan?

    Apakah Nyeri Haid Mempengaruhi Kesuburan ?

  • Oleh : Risky nur
  • 4 tahun, 10 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bu bidan, saya sering mengalami sakit ketika sedang menstruasi, rasa sakitnya seperti di remas atau dililit dan ini selalu membuat tubuh saya lemas. Apa itu berbahaya ? Lalu apa ada pengaruhnya pada kesubura ? Makasih bu bidan sebelumnya.

  • Oleh : Risky nur
  • Akibat di obat

  • Oleh : Sella Anggraeni
  • 11 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bun selamat malam dan maaf menganggu waktunya semoga degan iklhas hati menerima curhatan saya, sedikit mau curhat ini bun dulu waktu kandungan umur 4 bulan di obat rencana mau di gugurin ternyata tidak berhasil setelah itu keluar darah kental dari V dan saya sangat kecewa bun sekarang anak saya lahir dengan bobot yang normal seperti biasa biasa apakah obatnya tidak bermasalah terimakasih☹️

  • Oleh : Sella Anggraeni
  • Tanya Bidan