×

Hamil Kebo, Apakah Berbahaya?

Bagikan Artikel :

Hamil Kebo, Apakah Berbahaya?

Ibu hamil pada trimester pertama sebagian besar akan mengalami keluhan-keluhan seperti mual muntah, pusing, lemas, emosi labil, kepanasan/mudah, gampang ngantuk, mudah letih, rasa sakit pada payudara, sensitif, cepat tersinggung, gerah dan yang lainnya. Tapi tidak semua ibu hamil trimester pertama mengalami keluhan tersebut. Ada juga lho ibu hamil yang sehat bugar tanpa keluhan apapun. Orang-orang menyebutnya hamil kebo. Istilah ini memang tidak dikenal di dunia medis, tapi sering disematkan untuk ibu hamil yang minim keluhan dan tidak mengalami masalah-masalah yang biasa dialami wanita hamil.

Tanda-tanda Hamil Kebo

  1. Tidak mengalami morning sickness
    Mual dan muntah merupakan salah satu tanda hamil yang normal dialami oleh semua ibu. Keadaan mual dan muntah ini sering kali disebut sebagai morning sickness. Bagi ibu hamil yang mengalami hamil kebo, mual dan muntah ini sejatinya akan lebih jarang dirasakan bahkan bisa jadi tidak muncul sama sekali.
  2. Ibu hamil suka berpergian
    Tanda tanda hamil kebo lainnya yang dapat ditunjukan oleh ibu hamil adalah kondisi di mana keinginannya untuk sering berpergian sangat tinggi. Ibu hamil yang mengalami hamil kebo sering kali merasa bosan ketika harus berada di rumah setiap harinya. Hebatnya lagi, meski sering bepergian, ibu tidak akan merasa mudah lelah maupun lemas dibandingkan dengan ibu hamil pada umumnya.
  3. Sangat suka makan dan tidak pilih-pilih makanan
    Ibu hamil pada usia kehamilan trimester pertama lebih sering merasa mual dan muntah ketika mengonsumsi makanan, sehingga ia akan pilih-pilih saat makan. Pada ibu dengan hamil kebo, kondisi ini tidak akan terjadi sehingga ia akan sangat suka makan bahkan bisa mengonsumsi makanan jenis apapun tanpa merasakan mual dan muntah.
  4. Lebih suka tidur dan malas melakukan aktivitas
    Kondisi lainnya yang juga menjadi tanda hamil kebo adalah keadaan di mana ibu lebih suka tidur dan malas melakukan aktivitas. Ibu yang mengalami hamil kebo bisa tidur di manapun dan malas untuk beranjak dari tempat tidur. Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi ibu hamil pada umumnya yang kebanyakan susah tidur.
    Tanda hamil kebo yang telah disebutkan di atas biasanya ditunjukan sejak awal kehamilan sampai dengan menjelang proses persalinan, Moms. Kondisi hamil kebo ini hanya dapat terjadi pada beberapa ibu hamil dan merupakan keadaan yang bisa jadi normal dan bisa jadi membahayakan kesehatan ibu hamil tergantung penyebab dan diagnosis dokter.

Apakah Hamil Kebo Itu Berbahaya ?

Anda tidak perlu khawatir apabila anda tidak mengalami gejala apapun saat hamil muda. Karena hal ini normal-normal saja. Faktanya, 2 dari 10 wanita tidak akan memiliki gejala morning sickness.

Tidak semua wanita hamil harus mengalami mual dan sebagainya karena semua wanita selalu mengalami gejala kehamilan yang berbeda-beda. Justru wanita hamil yang mual parah memiliki risiko tinggi mengalami keguguran.

Memang pada kasus tertentu, wanita hamil yang tidak mengalami morning sickness juga bisa berisiko terhadap keguguran, tergantung dari kondisi rahim dan bakal janinya.vNamun apabila Moms tetap merasa khawatir karena tidak mengalami morning sickness, sebaiknya konsultasikan dengan dokter

Related Posts :

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : January 21, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Bagaimana cara merawat kehamilan di trimester 1

  • Oleh : Hafis Alfarozi STm
  • 4 tahun, 10 bulan yang lalu

    Maaf dok, saya mau tanya.
    Saat ini saya tengah hamil dan baru menginjak usia 3 minggu. Kehamilan ini menjadi kehamilan pertama saya dan saya masih belum mengetahui bagaimana cara merawat kehamilan. Karena banyak orang yang bilang, kehamilan usia muda masih sangat rentan dan saya takut mengalami keguguran. Oleh karena itu, gimana yah dok supaya kehamilan saya tetap sehat dan kuat? Mohon di jawab yah.

    Sering merasa nyeri dan geli

  • Oleh : Dini sulistyorini
  • 3 tahun, 7 bulan yang lalu

    Pagi bu.
    Usia kandungan saya 17minggu. Saya sering merasakan nyeri kadang merasa geli dibagian bawah perut bawah, itu kenapa yah bu?
    Mohon penjelasannya.

    Hubungan intim

  • Oleh : Ilham Dwi
  • 8 bulan, 2 minggu yang lalu

    Bidan mau tanya, teman saya sering melakukan hubungan intim dengan pacarnya, kadang sminggu sehari kadang bisa 4 kali hubungan intim, sring hubungan intim, penis teman saya tidak ereksi tapi keluarin sperma warna kuning dan agak tebal, itu kenapa ya

  • Oleh : Ilham Dwi
  • Gatal pada vagina

  • Oleh : Tristi Garneta
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Dok mau tanya vagina saya gatal ketika malam hari, kemudian saya baca di google katanya diberi baby oil ketika malam vaginanya.. setelah beberaha minggu saya beri baby oil ketika mai tidur kog setiap malam tambah gatal dan bulu kemaluan saya jadi banyak sampek di dalam pinggir vagina. Samapi sekarang masih gatal” kalau malam hari.. di garuk” kadang sembuh tapi meninggalkan rasa panas dvagina. Kemungkinan kenapa ya dok. Obat untuk menyembuhkannya apa yg alami? Terimakasih

    Kehamilan

  • Oleh : Isti Rahmawati
  • 4 tahun yang lalu

    Selamat siang,
    Saya mau menanyakan usia kehamilan saya 6 minggu. Saya sempat terkena batuk kering sampai menekan di perut bahkan sampai keluar keputihan saat batuk. Saat hari ke 4 saya terjadi flek. Saya langsung periksa k dr kandungan. Saat di usg terdapat kantung janin tapi janin belum terlihat lalu dokter memeriksa menggunakan alat langsung dr dlm kandungan. Dan janin terlihat. Tapi detak jantung belum terlihat. Dr mengatakan bahwa resiko besar keguguran. Sehingga saya di minta bedrest dan diberi obat penguat. Yang saya tanyakan, apakah mungkin terdapat janin tapi tidak berkembang? Dan seberapa besar resiko bisa berkembang dengan normal? Dan apa yang harus saya lakukan selain bedrest? Mohon informasinya

    Tanya Bidan