×

Ibu Hamil Sering Mengalami Eksim, Kok Bisa Sih?

Bagikan Artikel :

Ibu Hamil Sering Mengalami Eksim, Kok Bisa Sih?

Bawaan hamil ada yang membuat kulit menjadi halus dan bersinar ada juga yang membuat kulit kering, kusam, pecah-pecah dan gatal atau disebut dengan eksim. Tapi sebagian besar ibu hamil mengeluh kulitnya mengalam eksim di beberapa bagian tubuh.

Eksim merupakan suatu masalah di mana terjadi peradangan pada kulit. Efeknya, kulit akan menjadi sangat gatal, kemerahan, pecah-pecah dan bahkan kasar.
Eksim bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh, misalnya di tangan, kaki, wajah, atau punggung. Jika digaruk, eksim bisa menjadi semakin parah dan mengganggu aktivitas.

Related Posts :

    2 Macam Eksim Yang Menyerang Ibu Hamil

    1. Dermatitis kontak yaitu iritasi kulit dipicu ketika kulit melakukan kontak dengan elemen pemicu yang khas. Sebagian besar elemen tersebut adalah sabun khusus, wewangian, jenis kain tertentu, zat pewarna, debu, atau hal-hal lain. Setelah benda-benda ini bersentuhan dengan kulit, mereka pun dapat memicu eksim.
    2. Dermatitis atopik terjadi bukan karena kontak kulit tetapi karena sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu, alergen tertentu, atau bahkan perubahan cuaca yang tiba-tiba.

    Penyebab Eksim Pada Ibu Hamil

    Pada kehamilan, eksim biasanya terjadi pada bulan-bulan awal. Terutama pada tahap awal kehamilan, di mana sistem imun lebih rendah daripada biasanya untuk mempersiapkan perubahan pada tubuh.

    Di waktu ini, tanda-tanda awal eksim seperti muncul ruam merah dan nyeri saat digaruk pun mulai muncul. Kondisi ini bisa menjadi semakin parah saat Anda sering stres.

    Selain itu, beberapa kondisi tertentu juga seringkali memicu eksim. Misalnya radang pada rongga mulut, sinusitis, dan sejumlah penyakit lain yang menyebabkan berbagai patogen ada dalam tubuh, semakin meningkatkan agresi antigen.

    Nah, agresi inilah yang kemudian menyebabkan eksim tumbuh lebih banyak dan menyerang beberapa bagian tubuh lainnya.

    Tanda Dan Gejala Eksim

    Jangan salah kaprah ya. Eksim pada kehamilan biasanya menujukkan tanda dan gejala yang khas. Anda perlu mengenali tanda-tanda ini agar bisa segera diperiksa ke dokter. Tanda-tanda tersebut di antaranya muncul ruam merah, yang kadang juga berbentuk seperti gelembung yang sangat gatal. Gelembung-gelembung ini juga bisa muncul dalam satu kelompok di area tubuh.

    Ruam yang muncul juga bisa membentuk lapisan seperti kerak, terutama jika kulit Anda sangat kering. Apabila sebelum hamil Anda sudah memiliki riwayat eksim, maka kemungkinan kondisi ini kembali kambuh juga akan semakin besar. Termasuk juga jika Anda punya alergi terhadap pemicu tertentu, baik makanan maupun lingkungan.

    Diagnosis Eksim Pada Ibu Hamil

    Diagnosis eksim biasanya dibentuk dokter melalui pemeriksaan secara visual. Sebagian besar dokter dapat langsung mengetahui eksim dengan melihat kulit pasien. Dalam kasus tertentu, biopsi mungkin akan dilakukan untuk mengonfirmasi hal yang sama.

    Dokter juga mungkin akan meminta Anda untuk mengingat setiap perubahan yang muncul di tubuh Anda pada bulan-bulan pertama kehamilan.

    Oleh sebab itu, penting juga bagi Mama untuk mencatat waktu kapan kali pertama ada perubahan pada kulit.

    Jangan lupa memberi tahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi pakai selama kehamilan, serta semua perawatan yang mungkin Anda pernah coba sebelumnya untuk eksim.

    Pengobatan Eksim Pada Ibu Hamil

    Eksim tidak membahayakan janin, karena pada umumnya pemicu eksim tidak melewati plasenta. Namun demikian, kemunculan eksim dapat mengganggu kenyamanan ibu hamil dan memicu stres.

    Dalam sebagian besar kasus, pengobatan untuk eksim biasanya diberikan berupa krim, pelembab atau salep. Tapi setiap pengobatan ini memerlukan resep dari dokter.
    Selain obat dari dokter, pengobatan rumahan juga bisa dilakukan, terutama untuk mengurangi intensitas iritasi. Salah satunya yakni mandi air hangat. Anda juga bisa menggunakan pakaian yang berbahan katun.

    Pastikan juga pakaian Anda ukurannya longgar dan nyaman, hindari memakai pakaian terlalu ketat. Hindari juga memakai sabun yang bahannya terlalu keras dan kasar karena bisa membuat kulit semakin iritasi.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 6, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Konsultasi

  • Oleh : Siska
  • 2 tahun yang lalu

    Bu saya mau tanya, kenapa yah setelah berhubungan intim sering keluar darah padahal gak lagi mens,
    Itu kenapa yah,

  • Oleh : Siska
  • Masa subur

  • Oleh : Amel Fayunl
  • 6 tahun, 6 bulan yang lalu

    Masa nifas saya selesai tgl 4nov.2017..Masa subur saya kira2 tgl BRP yah..

    Tekanan mental

  • Oleh : Faldi pratama Faldi pratana
  • 3 tahun, 5 bulan yang lalu

    Apakah orang yg terkena tekanan mental orang tua dan keluarga bisa bahagia?

  • Oleh : Faldi pratama Faldi pratana
  • Asi dan kb suntik 1 bulan

  • Oleh : Albar Pharadita
  • 4 tahun yang lalu

    Assalamualaikum. Ibu bidan saya albar. Saya baru melahirkan tgl 17 feb 2020 melalui proses sc. Saya tgl 9 april pergi ke bidan untuk imunisasi dan konsultasi kb. Anak saya minum asi full dari awal akhir. Tgl 9 saya minta untuk kb yg tidak menyurutkan asi. Tetapi bidan tsb memberikan kb suntik 1 bulan. Sudah 2-3mggu ini asi saya surut, apa yang harus saya lakukan? Sampai kapan efek kb ini hilang

    telat haid

  • Oleh : dini nurhasanah
  • 2 tahun, 7 bulan yang lalu

    halo dok, saya 14 th, dan saya sekarang baru pertama kali telat haid,sudah 10 hari telat haid dan kebetulan dua bulan kemarin saya vaksin, nah setelah vaksin perut saya sering ada bunyi, dan denyutan gitu, dan sampai sekarang masih saya rasakan, dan sekarang perut saya keras seperti kembung, saya tidak tahu dari kapan perut saya keras, tapi saya baru menyadarinya kemarin kemarin, itu knpa ya?

  • Oleh : dini nurhasanah
  • Tanya Bidan