×

Ibu Hamil Wajib Melakukan Test HBsAg! Begini Penjelasannya

Bagikan Artikel :

Ibu Hamil Wajib Melakukan Test HBsAg! Begini Penjelasannya

Pada masa kehamilan, ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan laboratorium. Misalnya tes HIV, tes HB, tes protein uring, glukosa urin, dan tes HBsAg. Nah untuk tes HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B. Jika hasil tes menunjukkan hasil yang positif, maka hal tersebut menandakan adanya virus hepatitis B di dalam tubuh.

Hepatitis B dapat terjadi pada ibu hamil karena adanya penularan dari penderita hepatitis lain dengan berbagai cara mulai dari hubungan badan, penggunaan jarum bersamaan dan berbagai penyebab hepatitis B pada ibu hamil lainnya.
Munculnya kondisi penyakit hepatitis B yang membahayakan kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin di dalam kandungan dapat dilihat dari beberapa gejala yang muncul dan melalui proses diagnosis laboratorium. Salah satu pertanda ibu hamil menderita hepatitis B adalah ketika antigen Hbsagnya positif. Untuk dapat mengatasi kondisi Hbsag yang positif tersebut ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

Related Posts :

    Cara Menyembuhkan HBsAg Pada Ibu Hamil

    1. Meningkatkan daya tahan tubuh
      Hal pertama yang dapat dilakukan dalam cara menyembuhkan Hbsag pada ibu hamil adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil itu sendiri. Peningkatan daya tahan tubuh dapat menjadikan sistem imun secara alami akan melawan infeksi penyakit hepatitis penyebab positifnya pemeriksaan Hbsag. Peningkatan daya tahan tubuh tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara mulai dari mengkonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil secara teratur hingga menggunakan multivitamin yang memang diformulasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
    2. Mendapatkan pengawasan intensif dari dokter
      Langkah selanjutnya yang harus diambil oleh ibu hamil yang mengalami kondisi Hbsagnya positif adalah secara rutin harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengawasan medis yang intensif sehingga tidak terjadi kondisi yang lebih parah. Dalam pengawasan intensif tersebut, pemeriksaan Hbsag pada ibu hamil juga akan dilakukan pengulangan setiap 3 bulan sekali untuk mengetahui apakah ada penurunan kondisi atau malah keadaan yang semakin memburuk pada ibu hamil.
    3. Menjaga pola hidup agar selalu sehat
      Ibu hamil yang divonis Hbsagnya positif tentu tidak boleh sembarangan dalam melakukan aktivitas terutama yang berbahaya bagi kesehatannya. Untuk membantu menyembuhkan kondisi Hbsag yang positif tersebut maka perlu ada perubahan pola hidup dari yang sebelumnya tidak sehat menjadi lebih sehat. Menjaga pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan sehat, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, olahraga, dan melakukan aktivitas positif yang menyehatkan.
    4. Konsumsi obat obatan
      Langkah selanjutnya yang juga perlu dilakukan adalah dengan mengkonsumsi obat obatan tertentu yang direkomendasikan oleh dokter. Penggunaan obat obatan tersebut tentunya juga memperhatikan pengaruh dari obat terhadap kondisi kehamilan termasuk perkembangan janin. Obat obatan yang dikonsumsi untuk mengatasi penyakit hepatitis tentunya akan digunakan dalam jangka panjang yang membantu menyembuhkan kondisi dimana ibu hamil Hbsagnya positif.
    5. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
      Menjaga kondisi kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah selanjutnya yang juga perlu dilakukan oleh setiap ibu hamil demi membantu proses penyembuhan penyakit hepatitis B. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar juga dapat menghindarkan ibu hamil dari berbagai kondisi bahaya atau penyakit lainnya yang dapat memperparah hepatitis yang sudah diidap oleh ibu hamil tersebut. Kebersihan menjadi salah satu kondisi yang utama selalu diperhatikan oleh setiap ibu hamil.

    Proses penyembuhan penyakit hepatitis B sebenarnya secara alami dapat sembuh dengan sendirinya ketika ibu hamil memiliki kondisi pertahanan tubuh atau daya tahan yang cukup kuat. Namun, untuk keadaan kronis hepatitis perlu adanya intervensi medis pada ibu hamil mengingat peluang bahaya hepatitis bagi ibu hamil selalu ada.
    Hepatitis B yang dialami oleh ibu hamil dapat menular ke janin di dalam kandungannya dan harus selalu membutuhkan pengawasan yang lebih intensif dibandingkan dengan kehamilan biasa tanpa penyakit apapun. Meskipun membutuhkan perawatan dan pengawasan yang intensif, ibu hamil dengan kondisi Hbsag positif tetap dapat memiliki peluang untuk melahirkan secara normal. Untuk menghindari penularan infeksi dari ibu hamil ke bayi atau janin di dalam kandungan maka akan ada vaksinasi internal yang dilakukan di dalam tubuh ibu hamil sebelum proses persalinan dilakukan yang setidaknya terjadi pada awal awal usia kandungan memasuki trimester pertama.

    Gejala Hepatitis B

    1. Kulit dan mata kuning.
    2. Kehilangan nafsu makan.
    3. Mual dan muntah.
    4. Nyeri perut.
    5. Demam.
    6. Lelah yang berkepanjangan.
    7. Kotoran yang berwarna keputihan.
    8. Urine berwarna gelap.

    Hubungan Tes HBsAg dengan Hepatitis B

    HBsAg merupakan protein yang terdapat pada permukaan virus hepatitis B. Tes HBsAg yang menunjukkan hasil positif, menandakan bahwa seseorang terinfeksi virus hepatitis, dan kemungkinan dapat menulari virus tersebut pada orang lain. Namun, tes ini tidak bisa menjadi satu-satunya patokan, sebab hasil HBsAg yang positif juga bisa terjadi dalam waktu 2 minggu pasca vaksinasi hepatitis B pada beberapa orang.
    Jika diperlukan, dapat dilakukan tes tambahan untuk memastikan infeksi hepatitis B, yaitu tes Anti HBc, anti HBs, dan IgM anti HBc. Dengan serangkaian tes tersebut, dapat diperoleh hasil untuk memastikan penyakit hepatitis B yang dialami, sekaligus mengetahui hepatitis B yang diderita masuk ke tahap akut atau kronis.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : December 10, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    apakah boleh ibu hamil pakai inhaler?

  • Oleh : Day
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    apakah tidak apa apa jika ibu hamil penderita asma menggunakan inhaler? apa pengaruhnya pada bayi di dalam kandungan?

    Nyeri Pada Payudara

  • Oleh : Evi Ratnasari
  • 2 bulan yang lalu

    Dok mau tanya terkait nyeri pada panyudara, saya sudah mengalami beberapa hari ini diluar siklus mensturasi, nyerinya kadang-kadang muncul tapi kadang – kadang tidak, itu disebabkan kenapa ya dok?

    Mohon untuk dijelaskan terkait benjolan pada payudara itu maksudnya apakah timbul seperti bisul atau habis terkena gigitan atau seperti apa ya dok yang dimaksud benjolan?

    Terimakasih

  • Oleh : Evi Ratnasari
  • Tidak haid

  • Oleh : Trisna Trisna
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Tidak haid selama setahun lebih setelah kuret, dan bisa haid kalo minum obat hormon

    Keputihan

  • Oleh : Eren Fani
  • 1 bulan yang lalu

    Hallo dok, saya sudah telat haid 1 minggu. Tetapi pas saya cek dgn tespek positif hasilnya dengan dua garis yg satu samar samar apakah itu bisa hamil atau tidak?
    Dan selama telat haid saya mengalami keputihan dgn bau tidak sedap dan berwarna kuning ke hijauan apakah tanda2 hamil dok? Terimakasih

  • Oleh : Eren Fani
  • Bolehkah ibu yang sedang hamil dipijat?

  • Oleh : Alesha Zahra
  • 4 tahun, 1 bulan yang lalu

    Istri saya tengah mengandung usia 7 bulan, dan dia sering mengeluh pegal-pegal dibagian leher, kaki dan tangan, sehingga dia selalu minta untuk dipijat. Apakah boleh ibu hamil dipijat?

    Tanya Bidan