×

Mengenali Infeksi Cytomegalovirus (CMV) Pada Kehamilan

Bagikan Artikel :

Bagi Anda yang berencana untuk hamil, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan TORCH. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahuikondisi kesehatan ibu hamil dan terhindar dari Toxoplasma, Rubellla, kemudian Cytomegalovirus dan juga hepatitis B. Penyakit tersebut bisa membahayakan ibu hamil dan janin. Dari sekian pemerikaan TORCH yang dilakukan, kini curhatbidan.com akan memberikan informasi mengenai Cytomegalovirus atau dikenal juga CMV yang bisa membahayakan kehamilan.

Definisi, Penyebab, dan Gejala Cytomegalovirus (CMV)

Cytomegalovirus merupakan salah satu bentuk virus yang menyerupai virus herpes. Pada penderita yang terinfeksi oleh virus ini, maka gejalanya menyerupai flu bahkan beberapa ibu hamil mengalami infeksi ini tanpa gejala.

CMV bisa terdeteksi dengan pemeriksaan darah yang biasa dilakukan dengan pemeriksaan lainnya (TORCH). Pemeriksaan ini dianggap perlu dilakukans ebelum merencanakan kehamilan sebagai langkah antisipasi untuk mempersiapkan profil kegamilan sebaik mungkin.

Related Posts :

    Penyebab Cytomegalovirus erat kaitannya dengan virus yang menyebabkan herpes, cacar air, dan juga mononukleosis. Virus yang masuk ke dalam tubuh akan tetap tinggal meskipun dalam kondisi yang tidak aktif. Jika ibu hamil terkena infeksi virus ini, maka kemungkinan besar janin di dalam kandungan juga akan tertular.

    Infeksi virus Cytomegalovirus bisa menular melalui cairan, seperti darah, air liur, air mata, sperma, air susu ibu (ASI), dan juga cairan vagina. Sedangkan untuk penyebaran virus dapat terjadi melalui beberapa cara, seperti menyentuh mata, hidung, ataupun mulut setelah melakukan kontak dengan orang yang telah terinfeksi. Kemudian melalui hubungan intim dengan orang yang terinfeksi. bahkan melalui ASI dari ibu yang terinfeksi, sehingga perlu diwaspadai jika seorang ibu hamil terinfeksi Cytomegalovirus karena akan mempengaruhi janin melalui plasenta.

    Gejala infeksi Cytomegalovirus memang beragam, mulai dari yang berat hingga ringan. Hal tersebut dipengaruhi oleh organ yang terinfeksi dan kekebalan tubuh orang yang terserang virus. Bahkan beberapa ibu hamil tidak merasakan gejala yang berat ketika terinfeksi virus Cytomegalovirus. Beberapa diantaranya merasakan seperti sedang mengalami flu.

    Gejala yang umum dari Cytomegalovirus yaitu mengalami demam, letih dan lesu, bahkan hingga terjadi penurunan jumlah sel darah putih. Jika Cytomegalovirus menyerang sistem pencernaan maka bisa menyebabkan mual, muntah, bahkan hingga mengalami diare.

    Pada kondisi ibu hamil dibawah usia kehamilan 20 minggu, maka akan berisiko mengalami komplikasi pada janin. Cytomegalovirus akan menginfeksi janin dan mengakibatkan gangguan pada organ janin. Pada janin yang terinfeksi Cytomegalovirus seringkali ditemui lahir prematur dan memiliki berat badan yang rendah.

    Janin yang mengalami infeksi Cytomegalovirus akan mengalami beberapa kemungkinan yang berhubungan dengan gangguan organ. Walaupun organ yang terinfeksi tidak akan sama, namun pada umumnya pemeriksaan setelah lahir yang berhubungan dengan penglihatan dan pendengaran sangat penting dilakukan kepala bayi dari ibu yang terinfeksi. Ibu bisa melakukan pencegahan sebelum kehamilan dengan menjalani hidup sehat untuk menghindari kemungkinan penyakit saat ibu hamil dan membahayakan janin.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : December 14, 2016

    Pertanyaan Pengunjung :

    Keluar daraha bnyak setelah berhubungan

  • Oleh : Darin Darina
  • 9 bulan, 1 minggu yang lalu

    Dok saya gak lagi haid taoi pas sesudah berhubungan begitu d lepas banyak keluar darah . Malah serti kagi haid ada gumpalan nya sesudah itu juga keluar lagi seperti haid biasa nya. Itu kenapa yaa

  • Oleh : Darin Darina
  • Kehamilan

  • Oleh : Hilman Suhilman
  • 5 tahun, 4 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan , Pada saat hamil 24 minggu dokter baru memberirahukan ke saya bahwa janin yang dikandung mengalami gangguan perkembangan. setelah saya kontrol 2 minggu kemudian dan dilakukan USG, dokter menyatakan janin saya tidak bernafas lagi, dan sepertinya sudah tidak ada sekitar 1 minggu. Yang ingin saya tanyakan apa penyebab gangguan pertumbuhan pada janin dan apakah bisa diketahui dari awal kehamilan?

    Akibat di obat

  • Oleh : Sella Anggraeni
  • 1 tahun, 4 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bun selamat malam dan maaf menganggu waktunya semoga degan iklhas hati menerima curhatan saya, sedikit mau curhat ini bun dulu waktu kandungan umur 4 bulan di obat rencana mau di gugurin ternyata tidak berhasil setelah itu keluar darah kental dari V dan saya sangat kecewa bun sekarang anak saya lahir dengan bobot yang normal seperti biasa biasa apakah obatnya tidak bermasalah terimakasih☹️

  • Oleh : Sella Anggraeni
  • Cara atasi mentruasi dan penyebab pms lambat

  • Oleh : kimnadiya kimnadiya
  • 11 bulan yang lalu

    saya baru usia 15 tahun pas tangal 25 November 2020 nah saya terharu pms bulan Desember 2020 nah awal bulan Januari 2021 saya sebulan belom pms itu kenapa y k berat badan saya 40 kilogram pas terus juga gak napsu makan saya makan sehari 1 kali itu juga gak napsu makan itu penyebab nya ap Y k tolong jawab?….

  • Oleh : kimnadiya kimnadiya
  • cesar

  • Oleh : Tania
  • 3 tahun, 5 bulan yang lalu

    maaf sebelumnya. saya mau tanya.
    istri saya melahirkan anak pertama dengan operasi cesar. sebab air ketuban sudah pecah pada bukaan 2. dan sekarang sudah hamil yg kedua, kata dokter kemungkinan besar harus di cesar. karena yg pertama cesar dan tidak boleh persalinan dibawa ke bidan karena tidak diperbolehkan suntik pacu. sampai sekarang bekas cesar masih terasa nyeri. padahal sudah 5 tahun. dan dokter menyarankan cesar sebelum waktu kontraksi. dikarenakan posisi bayi sampai minggu ke 37 masih belum turun.
    apakah cara seperti ini baik menurut islam? atau sebaiknya saya tunggu sampai kontraksi, kemudian dibawa kerumah sakit dan tunggu keputusan dari dokter di RS? apakah memang tindakan harus cesar atau normal.
    terimakasih

    Tanya Bidan