Kenali Cara Mencegah Meningitis Neonatal Pada Bayi

Selamat datang di Bidan Online, situs kesehatan yang memberikan sejumlah informasi seputar masalah kesehatan bayi, anak dan ibu hamil. Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai Kenali Cara Mencegah Meningitis Neonatal Pada Bayi.


Kenali Cara Mencegah Meningitis Neonatal Pada Bayi

Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada area membran meninges dimana mengelilingi serta melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Pada bayi yang baru lahir kondisi meningitis ini akan menjadi kondisi yang serius dan jika tidak segera di tangani bisa mengakibatkan kematian.

Penyakit yang satu ini biasanya lebih sering ditemukan pada bayi yang baru saja lahir. Penyebabnya bisa diakibatkan oleh virus dan bakteri atau infeksi. Jenis virus yang bisa mengakibatkan munculnya meningitis pada bayi dikenal dengan coxsackie dan herpes simplex. Sedangkan bakteri yang bisa menyerang bayi baru lahir diantarnaya kelompok B yaitu Streptococcus, bakteri E.Coli Haemophilus influenza atau Listeria dan ini juga dikenal dengan HiB. Bahayanya bakteri ini menularkan banyak plasenta saat bayi ada dalam rahim selama proses persalinan.

Gejala Meningitis Neonatal

Beberapa gejala yang bisa ditimbulkan terkadang nampak tidak terlalu jelas tapi beberapa gejala ini bisa menjadi acuan untuk para ibu ketika mendeteksi apakah anak mereka terjangkit penyakit mematikan atau tidak. Pada umumnya bayi dan anak yang mengalami gangguan kesehatan ini merasakan sering lesu, kehilangan, nafsu makan, muntah, ruam, menggigil, kesulitan bernapas, demam tinggi, sakit kuning serta bayi juga merasakan kejang – kejang.

Cara Mencegah Meningitis Neonatal

Bagi bayi yang baru lahir, pencegahan biasanya bergantung pada perawatan postnatal dan prenatal serta menghindari berbagai jenis makanan yang bisa terkontaminasi bakteri Listeria atau E.Coli saat masa kehamilan. Sebagai tindakan pembantu untuk menghindarkan resiko bayi terjangkit virus atau bakteri yang bisa menagkibatkan munculnya meningitis neonatal maka dokter melakukan tes grup B strep saat calon ibu memasuki minggu terakhir untuk masa kehamilannya.

Jika memang saat itu diketahui terdapat bayi terinfeksi virus maka calon ibu bisa mengkonsumsi obat – obatan anti-viral sebelum menjelang persalinan atau memilih menempuh bedah caesar untuk mencegah infeksi virus bayi.

Baca Juga :

Citra Dewi Amd.Keb - October 13, 2017
Diskusi Dari:
puji

selamat siang, saya mau bertanya bu, apa bahaya penyakit tifus saat hamil? terima kasih, saya sangat tunggu jawabannya

Dijawab Oleh : puji
Diskusi Dari:
Dian Poenya Raizo

Selamat sore, bidan saya mau tanya lagi, mengapa saya menstruasi terlalu lama. biasanya saya mens hanya 5-7 hari, namun sehabis menjalani treatment bekam saya menjadi mens terlalu lama bisa sampai 14 hari lebih, dan biasanya darah yang keluar setelah 7 hari berwarna merah kehitaman. saya takut karena katanya kalau lebih dari 14 hari itu darah penyakit. padahal 2 bulan lalu saya bekam sebelum haid. mohon penjelasannya terimakasih

Dijawab Oleh : Dian Poenya Raizo
Diskusi Dari:
puji

Selamat malam Bu bidan mau saya Santi Nuranti ibu satu anak usia 23thn,Bu saya sedang hamil 18week dan terdistraksi terkena herpes,awalnya flu dan Kuti pada lengan memerah dan perih lama kelamaan an bergelembung seperti luka bakar apa ini termasuk herpes zoster Bu?? Apa bahaya untuk janin saya?? Penanganan yg tepat itu apa ya??

Dijawab Oleh : puji
Diskusi Dari:
Dewi

Pagi Dok. Kemarin saya kan keguguran, namun sampai saat ini saya belum memeriksakan nya dikarenakan banyak halangan, dan rencananya besok saya baru akan periksa. Dari kemarin sampai sekarang saya pendarahan terus, dan bahkan terasa ada seperti benjolan dibagian miss V ini yang memang sedikit mengganggu aktivitas saya. Sebenarnya, saya ingin sekali menarik daging yang keluar dari bagian miss V saya, namun saya merasakan takut ada hal yang bisa membahayakan kesehatan saya. Saya mau bertanya, bagai mana solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya saat ini saya sedang hamil memasuki trimester kedua akhir-akhir ini saya sering kali marah-marah dan mood saya pun gampang berubah-ubah. Apakah saat ini saya stres dan apakah ada dampaknya bagi janin dalam kandungan saya. Jika iya bagaimana cara mengatasinya mohon jawabannya

Dijawab Oleh :