Kenali Gejala-gejala Preeklampsia dan Segera Tangani


Kehamilan merupakan suatu keadaan yang normal, tetapi ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan kehamilan penuh dengan ancaman. Diawali dari hasil bertemunya sperma dan ovum yang tidak menempel dengan sempurna ke rahim, kemungkinan pertumbuhan janin yang terhambat, berbagai penyakit ibu yang mengancam kehamilan, hingga proses kelahiran yang juga mempunyai resiko tersendiri.

Kehamilan merupakan suatu keadaan yang normal, tetapi ada beberapa keadaan yang dapat menyebabkan kehamilan penuh dengan ancaman. Diawali dari hasil bertemunya sperma dan ovum yang tidak menempel dengan sempurna ke rahim, kemungkinan pertumbuhan janin yang terhambat, berbagai penyakit ibu yang mengancam kehamilan, hingga proses kelahiran yang juga mempunyai resiko tersendiri.

Salah satu penyakit yang sering mengancam kehamilan adalah hipertensi dalam kehamilan (Preeklampsia dan Eklampsia). Preeklampsia/eklampsia adalah salah satu dari tiga penyebab utama kematian ibu disamping perdarahan dan infeks. Preeklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang terdiri dari hipertensi, edema (penimbunan cairan) dan protein uria (protein dalam air kemih) yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan.

Pre eklamsi dan eklamsi adalah penyakit pada wanita hamil yang secara langsung disebabkan oleh kehamilan. Biasanya terdapat pada wanita hamil dengan umur ekstrem, yaitu pada remaja belasan tahun atau pada wanita yang berumur lebih dari 35 tahun atau dijumpai pada keadaan-keadaan seperti kehamilan kembar dan hidrop fetalis (kondisi serius pada janin), penyakit vaskuler, termasuk hipertensi essensial kronis dan diabetes mellitus, penyakit ginjal dll.

Penyebab Preeklampsia

Penyebab preeclampsia sampai sekarang belum diketahui. Beberapa teori yang mengatakan preeklamsia diawali dengan adanya kelainan pada plasenta, yaitu organ yang berfungsi menerima suplai darah dan nutrisi bagi bayi selama masih di dalam kandungan. Selain itu ada beberapa teori juga yang dapat menjelaskan tentang penyebab preeklampsia, yaitu :

1. Kehamilan ganda

2. Kehamilan pertama

3. Riwayat keluarga yang pernah mengalami preeklampsia

4. Hidramnion (air ketuban yang berlebihan)

5. Mola hidatidosa (kehamilan anggur)

6. Bertambahnya frekuensi seiring makin tuanya kehamilan.

7. Obesitas/Diabetes Melitus

Gejala-gejala pada Preeklampsia

1. Nyeri kepala hebat pada bagian depan atau belakang kepala yang diikuti dengan peningkatan tekanan darah yang abnormal. Sakit kepala tersebut terus menerus dan tidak berkurang dengan pemberian aspirin atau obat sakit kepala lain

2. Gangguan penglihatan pasien akan melihat kilatan-kilatan cahaya, pandangan kabur, dan terkadang bisa terjadi kebutaan sementara

3. Ibu merasa gelisah dan tidak bisa bertoleransi dengan suara berisik atau gangguan lainnya

4. Nyeri perut nyeri perut pada bagian ulu hati yang kadang disertai dengan muntah

5. Gangguan pernafasan sampai cyanosis (kebiruan)

6. Terjadi gangguan kesadaran

7. Nyeri di daerah epigastrium

8. Mual atau muntah.

9. Kejang (pada eklampsia)

KlasifikasiPreeklampsia

A. Preeklamsi ringan, bila disertai keadana sebagai berikut:

1. Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih yang diukur pada posisi berbaring terlentang; atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih; atau kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih. Cara pengukuran sekurang-kurangnya pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak periksa 1 jam, sebaiknya 6 jam

2. Edema umum, kaki, jari tangan, dan muka; atau kenaikan berat badan 1 kg atau lebih per minggu.

3. Pemeriksaan lab dengan proteinuria kwantitatif 0,3 gr atau lebih per liter; kwalitatif 1+ atau 2+ pada uri kateter atau midstream.

B. Preeklamsi berat, bila disertai keadaan sebagai berikut :

1. Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih.

2. Pemeriksaan lab dengan proteinuria 5 gr atau lebih per liter.

3. Oliguria, yaitu jumlah urin kurang dari 500 cc per 24 jam.

4. Rasa nyeri di epigastrium.

5. Terdapat edema paru dan sianosis.

Komplikasi yang Terjadi pada Preeklampsia

1) Kompliksai yang terberat adalah kematian ibu dan janin. Komplikasi ini biasanya terjadi pada Preeklamsia dan Eklamsia.

2) Solutio plasenta (lepasnya plasenta dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan). Komplikasi ini terjadi pada ibu yang menderita hipertensi akut dan lebih sering terjadi pada Preeklamsia.

3) Hipofibrinogenemia (kekurangan fibrinogen yang beredar), terjadi pada Preeklamsi berat.

4) Hemolisis (pecahnya membran eritrosit). Penderita dengan Preeklamsi berat kadang-kadang menunjukkan gejala klinis hemolisis yang dikenal ikterus. Belum diketahui dengan pasti apakah ini merupakan kerusakan sel-sel hati atau destruksi sel darah merah.

5) Perdarahan otak, kelainan mata (kehilangan penglihatan sementara)

6) Edem paru-paru, nekrosis hati, kelainan ginjal

Pencegahan dan Pengobatan Preeklampsia

Sebenarnya hanya proses kelahiranlah yang bisa menyembuhkan preeklamsia. Jika preeklamsia muncul ketika usia janin belum cukup untuk dilahirkan, dokter kandungan akan memonitor kondisi tubuh penderita dan bayi dengan seksama, hingga usia bayi sudah cukup untuk dilahirkan. Dokter juga biasanya akan lebih sering melakukan pemeriksaan darah dan USG terhadap pasien.

Ketika preeklamsia semakin parah, wanita hamil akan disarankan untuk rawat inap di rumah sakit sampai janin siap dilahirkan. Dokter akan menjalankan pemeriksaan NST secara rutin guna memantau kesehatan janin.

Jika preeklamsia muncul ketika usia janin sudah cukup untuk dilahirkan, biasanya dokter akan menyarankan tindakan induksi atau bedah caesar untuk mengeluarkan bayi sesegera mungkin. Langkah ini diambil agar preeklamsia tidak berkembang menjadi lebih parah. Oleh karena itu pemeriksaan kehamilan secara teratur dan bermutu serta teliti, mengenal tanda-tanda sedini mungkin (pre elkamsi ringan), lalu diberikan pengobatan yang cukup supaya penyakit tidak menjadi lebih berat.

Preeklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang terdiri dari hipertensi, edema (penimbunan cairan) dan protein uria (protein dalam air kemih) yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan.

Pre eklamsi dan eklamsi adalah penyakit pada wanita hamil yang secara langsung disebabkan oleh kehamilan. Biasanya terdapat pada wanita hamil dengan umur ekstrem, yaitu pada remaja belasan tahun atau pada wanita yang berumur lebih dari 35 tahun atau dijumpai pada keadaan-keadaan seperti kehamilan kembar dan hidrop fetalis (kondisi serius pada janin), penyakit vaskuler, termasuk hipertensi essensial kronis dan diabetes mellitus, penyakit ginjal dll.

Citra Dewi Amd.Keb - July 20, 2018
Diskusi Dari:
Mbak aty

Siang.. bu sya pernah terkena yeast cell kemudian dksh obat neo gynoxa. Dan skrng saya sedang hamil,, apakah saya perlu cek urin lengkap lagi tidak ya utk mengecek msh ada yeast cell atau tidak

Dijawab Oleh : Mbak aty
Diskusi Dari:
Ratu

Pagi Bu Bidan, sodara saya kemarin mengalami keguguran yang diakibatkan oleh kehamilan anggur atau kosong. Namun, hal itu sebelumnya tidak diketahui oleh keluarga kami dan sebelumnya juga kami menyangka sodara saya mengalami kehamilan normal.

Nah, belajar dari pengalaman sodara saya, bagaimana cara mengetahui lebih dini mengenai hamil anggur itu? dan adakah gejala yang membedakannya?

Dijawab Oleh : Ratu
Diskusi Dari:
Mohammad ikhsan

Saya mau bertanya, kok akhir akhir ini saya sering sekali merasakan sakit pada bagian kaki dan tangan saya ya dok? Rasanya itu cenat cenut, muncul tiba tiba dan bahkan hilang secar tiba tiba. Ini sakit apa ya dok? Terus bagian mana agar ini tidak terjadi terus menerus?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Anonymous

Saya dapat menstruasi tanggal 23 agustus. Tanggal berapakah masa paling subur saya dan makanan apa yg harus saya konsumsi selama masa subur? Terimakasih

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Dinda vika

Dok saya mau bertanya, terakhir istri saya kan haid pada tanggal 8 februari hingga tanggal 14 februari. Namun setelah 1 minggu bersih dari haid, kemudian pada tanggal 20, 21, 22 istri saya mengeluarkan darah yang memang terbilang kecil hanya sebesar cendol tapi bergumpal. Namun, setiap hari hanya ada 1 gumpalan saja yang keluar ini. Yang saya mau tanyakan, ini kira kira kenapa ya dok dengan kondisi istri saya? berbahaya tidak dok, mohon penjelasannya, terimakasih.

Perlu Jawaban