Kenali Manfaat dan Bahaya Membedong Bayi Baru Lahir

Pasti sering melihat kan bayi baru lahir di bedong ? Apakah aman dan tidak membahayakan si bayi ? Bedong atau lampin sudah dilakukan secara turun temurun sejak zaman kuno untuk membalut tubuh bayi, terutama bayi baru lahir. Banyak bunda yang beranggapan jika membedong bayi itu tujuannya untuk meluruskan kaki bayi, namun anggapan tersebut ternyata salah karena bayi baru lahir kakinya tampak sedikit menekuk karena 9 bulan telah berada di posisi meringkuk di dalam rahim. Namun ternyata kaki bayi akan lurus dengan sendirinya tanpa harus di bedong.

Lantas apa manfaat membedong bayi ?

Manfaat membedong bayi yaitu untuk mengatasi refleks kejut atau refleks moro yang bisa dialami bayi baru lahir pada saat tidur lelap. Bedong dapat membantu bayi mengatasi refleks kekjut tersebut sehingga bayi akan tidur kembali dan merasa seperti di peluk. Membedong juga dapat membantu ibu yang pertama kali menyusui apabila bayi sering bergerak sehingga ibu sulit menempatkan dalam posisi yang benar dan nyaman. Dengan bayi di bedong maka bayi akan lebih tenang dan mudah untuk belajar menyusui. Dengan membedong juga akan menenangkan bayi ketika rewel dan sulit tidur sehingga bayi akan nyaman istirahat tanpa gangguan.

Amankah Membedong Bayi Baru Lahir ?

Membedong bayi ternyata dapat beresiko bagi si kecil seperti kepanasan, displasia panggul, infeksi pernafasan bahkan kematian mendadak. Membedong bayi terlalu ketat dapat mendatangkan bahaya, seperti :

  • Displasia panggul
    Membedong bayi terlalu ketat dapat berpengaruh pada perkembangan dan pergerakan di kemudian hari. Dibedong juga dapat membuat ruang gerak pada kaki menjadi tidak bebas, membedong bayi dengan merapatkan dan meluruskan kaki juga dapat menyebabkan masalah dengan panggul sehingga tulang sendi panggul menjadi tidak sejajar dan merusak tulang rawan.
  • Infeksi Pernafasan
    Membedong bayi terlalu ketat juga dapat menyebabkan si kecil beresiko kepanasan dan mengalami infeksi saluran pernafasan.
  • SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)
    Kematian mendadak yang sering dialami oleh bayi di bawah satu tahun pada saat tidur. SIDS ini beresiko lebih besar pada bayi yang dibedong lalu ditempatkan pada posisi terlungkup atau menyamping. SIDS juga dapat terjadi apabila bedong bayi yang terlalu longgar kemudian bergeser dan menutupi mulut serta hidung.

Menurut dr Aditya Suryansyah SpA(K), dokter anak di RSAB Harapan Kita menyatakan bahwa “Pembedongan tidak wajib dilakukan karena tidak terbukti dapat meluruskan kaki bengkok. Zaman dahulu orang membedong bayi karena suhu di dalam rahim pada awalnya yaitu 37 derajat Celcius sedangkan suhu ruangan yaitu 27 derajat sehingga perlu di bedong agar bayi tetap nyaman, namun sekarang banyak dijual baju hangat dan selimut bayi yang hangat sehingga tidak perlu membedong bayi lagi.

Sedangkan menurut Dr. dr. Ali Sungkar SpOG, “Saya jelas-jelas tidak setuju bayi di bedong. Bayangkan berapa jam bayi kita harus di bedong, kakinya di luruskan. Banyak sendi-sendi pada kaki bayi yang harus di gerakan sehingga tidak kaku dan mengalami pertumbuhanCara Menumbuhkan Rambut Bayi

Bagaimana Cara Membedong Bayi Paling Aman ?

Walaupun tidak dianjurkan, bunda tetap harus mengetahui manfaat dan bahaya serta cara membedong bayi paling aman sehingga si kecil aman dan tidak membahayakan yaitu :

  1. Pastikan tidak membedong terlalu ketat terutama pada bagian dada, kaki dan pinggang. Tanda membedong sudah bagus yaitu bayi masih bisa membengkokan kaki sedikit ke atas.  Macam-Macam Imunisasi untuk Anak
  2. Gunakan kain bedong dari bahan 100% katun dan selimut ekstra bila diperlukan. Pantau juga suhu bagian punggung atau dada si kecil sehingga bunda dapat memastikan si kecil tidak kedinginan ataupun kepanasan.
  3. Pertama-tama cara memebedong bayi paling aman adalah bentangkan kain lampin, lalu lipat sedikit salah satu sudutnya. Tempatkan posisi kepala di tepi sudut yang telah di lipat, bawa salah satu sisi kain ke tubuhnya boleh dari kanan atau kiri kemudian selipkan di bawah tubuhnya.
  4. Kemudian tutupi kakinya dengan melipat sisi bawah ke atas, pastikan ada ruang untuk bergerak.
  5. Kemudian bawa sisi lain kain ke tubuh bayi kemudian selipkan hingga menyisakan leher dan kepala tidak terbungkus kain.

Bila bayi berontak ketika di bedong, sebaiknya biarkan saja tidak perlu di paksakan. Bedong boleh digunakan sampai bayi berusia sekitar 1 bulan dan disarankan membedongnya hanya saat si kecil tertidur saja. Demikian lah manfaat dan membedong bayi baru lahir, bila ada yang masih bingung silahkan ajukan komentar dan pertanyaan di Curhat Bidan. Semoga artikel di atas dapat menambah wawasan dan menginspirasi anda. SEMOGA BERMANFAAT

| Kenali Manfaat dan Bahaya Membedong Bayi Baru Lahir

Citra Dewi Amd.Keb - August 10, 2016

Siang bu bidan.. Saya hamil anak pertama.. Usia kehamilan sy jalan 8 bln.. Tapi payudara saya blum ada tanda2 memproduksi asi.. Apa itu normal? Atau berbahaya? Apakah saat nanti melahirkan ada kemungkinan asi bisa keluar?

Dijawab Oleh : Sabilillah Anjani Cintakamoesllu
Diskusi Dari:
dorthymickle

Selamat pagi, maaf bu bidan saya ingin menanyakan perihal kehamilan saya yang disertai dengan gejala kaki bengkak dan kini usia kehamilan saya menginjal trimester 3. Apakah hal ini wajar dan bagaimana cara mengatasinya ?

Dijawab Oleh : dorthymickle
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya, saya siska umur 26 tahun sudah beberapa bulan ini saya mengalami mentsruasi dua kali dalam sebulan apakah itu normal. Dan apa penyebab menstruasi terjadi dua kali dalam sebulan? mohon penjelasannya trims

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Aryanto Id

siang dok, tante saya sedang hamil 5 bulan. tapi dia mengeluh karena akhir-akhir ini dia sering sakit sendi dan kaku malah kemarin terjadi bengkak dok, kira-kira tante saya kenapa yah? apakah itu penyakit rematik? bagaimana solusinya ?

Dijawab Oleh : Aryanto Id
Diskusi Dari:
uye (wanita)

saya hamil menginjak usia 8 bulan. saat sedang tidur posisi miring ke kanan memang tidak nyaman karena janin seperti menolak dan menendang2, bentuk perut pun jadi menggantung. tapi akhir-akhir ini miring ke kiri pun sama jadi kurang nyaman dan menggantung sedikit namun janin tidak menendang2. rasanya lebih enak untuk tidur telentang begitu, padahal kan resikonya buruk ya. tapi janin nampak nyaman juga apabila posisi tidur telentang. tapi saya berganti-ganti posisi saja kadang miring ke kiri kadang telentang. bagaimana ya solusinya?

Dijawab Oleh : uye (wanita)