×

11 Jenis Kanker Mematikan Yang Hanya Menyerang Wanita

Bagikan Artikel :

Selain penyakit serangan jantung, penyakit kanker merupakan penyakit kedua terbesar di dunia yang bisa menyebabkan kematian pada wanita. Di berbagai dunia, para wanita harus berjuang melawan sekitar 6-11 jenis kanker, salah satu yang paling berbahaya adalah kanker payudara.

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang mematikan sekaligus menakutkan yang bisa menyerang siapa saja, baik itu pria atau wanita. Tapi ada jenis kanker tertentu yang beresiko lebih tinggi yang hanya dialami oleh kaum wanita. Banyak jenis kanker yang menyerang wanita, kali ini Bidan Online akan menginformasikan mengenai 11 kanker yang menyerang wanita. Karena pada umumnya, pemicu penyakit kanker ialah gaya hidup yang tidak baik dan kurang memperhatikan kesehatan sehingga bisa berpotensi virus atau penyakit dengan mudah menyerang tubuh kita. Di bawah ini jenis-jenis kanker yang menyerang wanita.

11 Jenis Kanker Mematikan Yang Menyerang Wanita


1. Kanker Payudara
Kanker payudara ini jenis kanker yang menyerang wanita dan pria. Namun wanita lebih berpeotensi terserang jenis kanker ini. Kanker payudara terjadi karena adanya pertumbuhan sel yang abnormal yang tidak terkendali, artinya sel yang seharusnya mati malah tidak mati dan bahkan sel-sel baru terus tumbuh. Penyebab dari kanker payudara ini diantaranya: Faktor usia, riwayat keluarga, terkena radiasi pada bagian dada, pengaruh penggunaan hormon, kepadatan pada payudara, obesitas, mengkonsumsi alkohol, merokok, dan lainnya. Gejala yang bisa ditemui berupa keluar cairan dari puting susu, payudara membengkak dan menebal, adanya benjolan di bawah lengan, ruam pada kulit payudara, areola bersisik memerah dan bengkak. Untuk itu, sangat penting bagi wanita untuk rutin melakukan cek payudara agar terhindar dari penyakit ini.

2. Kanker Serviks
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker ganas yang menyerang wanita dan bisa menjadi pembunuh wanita no 1. Gejala yang diberikan oleh kanker serviks ini berupa kurus, pucat, mengalami keputihan yang disertai dengan darah dan bau yang terus menerus, Nyeri dan sesak pada perut bagian bawah, bengkak pada tungkai kaki, mengalami pendarahan saat berhubungan seksual. Faktor penyebabnya bisa karena berhubungan seksual diusia dini, gunta-ganti pasangan, sering melahirkan, terinfeksi penyakit HPV, merokok, mengkonsumsi alkohol, dan tidak menjaga kebersihan organ intim wanitanya. Hati-hati yah ladies.

Related Posts :

    3. Kanker Ovarium
    Kanker ovarium atau kanker indung telur juga merupakan jenis kanker mematikan yang menyerang wanita dan menjadi penyebab kematian tertinggi wanita. Kanker ini menyerang ovarium (organ reproduksi wanita). Dan kanker ini sulit dideteksi dan baru disadari setelah memasuki stadium lanjut. Gejalanya berupa nyeri di perut, perut membesar, hilangnya nafsu makan dan sering merasa kenyang, perut kembung, pendarahan pada vagina, penurunan berat badan, sering muntah-muntah, dan sering merasa kelelahan serta pusing. Penyebabnya bisa karena penggunaan pil KB, sering mengkonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi, merokok, kurang berolahraga, polusi, terpapar virus dan lainnya.

    4. Kanker paru-paru

    Kanker ini meskipun berpotensi pada pria merokok, tapi juga karena semakin banyaknya wanita yang merokok dan terkena asap rokok dari lingkungan bisa memicu terserang kanker paru-paru. Kanker paru-paru ini terjadi karena adanya pertumbuhan sel yang abnormal pada paru-paru yang disebabkan oleh asap rokok. Gejalanya berupa batuk yang terus menerus, dahak berdarah, sesak nafas, sakit kepala, kelelahan yang kronis, hilang nafsu makan, turunnya berat badan, bengkak pada wajah atau leher. Gejala ini seperti tidak terlihar dan baru akan disadari saat memasuki stadium lanjut.

    5. Kanker Usus Besar
    Jenis kanker yang menyerang wanita selanjutnya adalah kanker usus besar. Kanker usus besar atau kanker kolon biasa terdeteksi pada usia 40 tahun keatas. Sebagai saluran terakhir pencernaan makanan, usus kita berpotensi terkena kanker melalui makanan yang kita konsumsi. Kurangnya mengkonsumsi buah dan sayur bisa berpotensi terserang kanker ini di usia 40 tahun. Gejalanya bisa pendarahan pada rektum, adanya darah pada tinja, lemah, pucat, dan kurus.

    6. Kanker Endometrium
    Kanker Endometrium atau kanker rahim ini menyerang rahim wanita dan bisa juga disebut pembunuh wanita no 1. Gejalanya yang sulit dideteksi yang mengakibatkan berlanjut pada stadium lanjut. Penelitian menyatakan bahwa ketidakseimbangan hormon menjadi penyebab kanker ini. Gejala umum yang dirasakan berupa sakit pada panggul, pendarahan pada wanita menopause, sakit saat berhubungan seksual, sakit saat buang air kecil, san sering merasa kelelahan. Wanita dengan riwayat penyakit diabetes melitus, hipertensi dan obesitas lebih rentan terserang kanker rahim. Dan juga wanita yang belum pernah hamil dan pernah dikuret bisa juga terserang kanker rahim.

    7. Kanker Kulit
    Kanker kulit juga termasuk ke dalam jenis kanker yang berbahaya untuk wanita. Kanker kulit bisa terjadi karena adanya virus-virus penyebab kanker, materi genetis. Kandungan kimia yang berbahaya dalam kulit juga sinar matahari merupakan faktor penyebab dari luar tubuh. Wanita lebih rentan dengan kanker kulit karena make-up atau produk skin care yang mengandung bahan kimia berbahaya. Kanker ini bisa dihindari dengan menjaga kesehatan tubuh.

    8. Kanker Vagina
    Kanker vagina ini menyerang wanita yang memasuki masa menopause. Tapi tidak menutup kemungkinan wanita yang ada pada fase reproduksi juga bisa terserang kanker jenis ini. Penyebabnya karena tidak menjaga kebersihan alat reproduksi, kebiasaan merokok, mengidap kanker leher rahim, bergunta-ganti pasangan. Gejalanya ada benjolan pada vagina, sekresi cairan encer, dari vagina, rektum terasa nyeri saat berkemih, pendarahan pada vagina. Untuk menanganinya dengan kemoterapi, radioterapi, eksenterasi atau pengangkatan leher rahim, vagina, rahim dan kandung kemih.

    9. Kista
    Kista yakni tumor jinak yang ada pada organ reproduksi wanita dan palin banyak ditemui. Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput jaringan. Kista ini bisa diangkat dengan pembedahan dan tidak membahayakan bagi penderitanya.

    10. Miom
    Miom merupakan bungkus otot rahim yang berubah menjadi tumor jinak atau juga daging yang tumbuh dalam rahim. Jika Miom menyerang wanita hamil, maka tidak boleh diangkat karena akan beresiko keguguran. Miom uteri ini bisa mengganggu kehamilan dan bisa bisa diangkat tanpa pembedahan. Gejalanya berupa pendarahan selama atau diluar masa menstruasi dalam waktu yang lama, sulit hamil, terasa kenyal di bagian perut bawah, adanya benjolan di perut, nyeri hebat selama menstruasi.

    11. Kanker Vulva

    Jenis kanker yang terakhir adalah kanker vulva yakni tumor ganas dalam vulva. Vulva sendiri merupakan bagian luar dari sistem reproduksi wanita yang meliputi labia, lubang vagina, lubang uretra, dan klirotis. Hampir 3-4% kanker pada sitem reproduksi wanita yang merupakan kanker vulva dan biasa terjadi setelah menopause. Gejalanya berupa benjolan dan penebalan kulit di bagian vulva dan terkadang disertai dengan gatal-gatal. luka terbuka pada lubang vagina. Penyakit ini juga bisa dicegah dengan vaksinasi HPV, tidak melakukan seks bebas, tidak melakukan seks di usia muda, tidak merokok.

    Itulah jenis-jenis kanker yang menyerang wanita. Sebelum terlambat, ayo lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan melakukan pola hidup yang sehat juga mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk mencegah jenis kanker diatas. Semoga Bermanfaat:))

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : September 8, 2016

    Pertanyaan Pengunjung :

    hamil pasca operasi kehamilan ektopik

  • Oleh : Lusi
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat sore buk,,
    saya mau tanya seputar kehamilan pasca operasi kehamilan ektopik di saluran tuba….pada bulan maret saya mengalami kehamilan ektopik,umur janin sudah 2 bulan,kemudian dokter menyarankan agar saya melakukan operasi karena KE sudah hampir pecah…jadi saya dan suami memutuskan untuk melakukan operasi pada bulan maret lalu…dokter menyarankan pasca operasi 3 bulan untuk melakukan hidrotubasi…tapi saya belum melakukannya meskipun sekarang sudah 3 bulan pasca operasi…yang ingin saya tanyakan,apakah saya bisa langsung program hamil aja tanpa hidrotubasi???mengingat keadaan keuangan dan rasa ketakutan saya terhadap efek samping dari hidrotubasi…mohon pencerahannya

    Cara Mengatasi Keputihan Abnormal

  • Oleh : Wiwin Kusmawati
  • 4 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan… nama saya Rara Farahtain usia saya sekarang 17 tahun. Akhir-akhir ini saya sering mengalami keputihan yang sepertinya tidak normal. Karena jumlah keputihannya yang banyak dan mengeluarkan bau serta gatal pada vagina. Saya khawatir karena kondisi ini, yang ingin saya tanyakan bagaimana cara mengatasi keputihan yang tidak normal yang bisa saya lakukan sendiri sebelum saya periksa ke dokter? Terimkasih bu bidan, saya tunggu jawabannya…

  • Oleh : Wiwin Kusmawati
  • Khitan

  • Oleh : yongstephensen3
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Pantangan makanan setelah sunat

    Keguguran

  • Oleh : Linda Andriani
  • 5 bulan, 3 minggu yang lalu

    Sore…
    apakah keluar darah pada kehamilan 3 bulan itu keguguran?

  • Oleh : Linda Andriani
  • Sakit Perut Bagian Bawah

  • Oleh : Nurul
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Siang dok, saya mau bertanya, ko akhir akhir ini saya sering merasakan sakit pada bagian perut ya? Saat saya pegang bagian itu malah semakin sakit. Memang badan ini terbilang gemuk, apa kah ini bisa berpengaruh pada kondisi perut yang menjadi keras dan besar? Mohon penjelasnnya dok, Terimakasih

    Tanya Bidan