×

Amankah Gurah Vagina Dalam Ilmu Medis ?

Bagikan Artikel :

 

Namanya juga wanita, tidak aneh lagi rasanya jika melakukan berbagai hal untuk merawat tubuhnya. Salah satu cara untuk perawatan tubuhnya yaitu dengan cara gurah vagina. Gurah vagina ini dilakukan untuk membersihkan, mengharumkan dan mengurangi lendir supaya sensasi keset lebih terasa.
Gurah vagina adalah perawatan dengan penguapan di daerah kewanitaan yang ramuannya disebut ratus. Ramuan ratus ini terdiri dari tumbuhan herbal, rempah dan akar tumbuh-tumbuhan seperti teh hijau, cempaka, mawar, melati, yang kemudian dikeringkan.

Gurah vagina belum teruji secara medis. Namun seiring makin gencarnya metode ini dipromosikan, sehingga memikat banyak wanita untuk melakukan gurah vagina. Perlu dipertimbangkan kembali bahwa metode ini secara medis bisa membuat semua mikrooganisme yang merugikan maupun yang normal akan mati dan hilang dari vagina yang bisa mengganggu kesehatan organ reproduksi.

Efek Samping Gurah Vagina

Sampai saat ini belum ada studi dan penelitian yang menunjukkan bahwa gurah vagina benar-benar efektif untuk mengobati keputihan maupun untuk membersihkan vagina. Justru tindakan gurah vagina dapat mengubah suasana keasaman di dalam vagina dan menyebabkan bakteri mudah berkembang biak.

Salah satu yang paling sering terjadi akibat tindakan gurah vagina adalah Gardnerella vaginalis yang menyebabkan bakterial vaginosis. Penyakit ini ditandai dengan keputihan pekat berwarna putih keabuan, bau amis, gatal di daerah vagina, serta nyeri saat buang air kecil.
Gurah vagina juga dapat menyebabkan penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease. Penelitian menunjukkan bahwa tindakan gurah vagina dapat meningkatkan risiko terkena penyakit radang panggul hingga 73%. Penyakit ini dapat menyebabkan infertilitas jika tidak ditangani dengan baik.

Gurah Vagina pada saat Kehamilan

Gurah vagina bisa meningkatkan resiko luka disekitar vagina. Pada Ibu hamil, tindakan ini dilarang untuk dilakukan. Efek buruk dari tindakan ini bisa memicu perdarahan, keguguran, dan berbagai komplikasi lainnya.

Perlukah Tindakan Gurah Vagina ?

Salah satu tujuan tindakan gurah vagina adalah mencegah keputihan sehingga vagina lebih terasa kesat dan menghindari bau tidak sedap. Sebenarnya, di dalam vagina sudah terdapat mekanisme pertahanan berupa bakteri normal. Bakteri tersebut berfungsi untuk menjaga keseimbangan pH (keasaman) di vagina sehingga terhindar dari infeksi dan iritasi. Oleh karena itu, adanya keputihan bukanlah suatu yang harus dihindari, selama keputihan tidak berwarna (kuning, hijau dan coklat) maka keputihan bersifat normal. Bau vagina pun bisa dihindari dengan cara yang sederhana yaitu tidak membiarkan keadaan lembab di daerah vagina dan sering mengganti celana dalam.

Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan

Selain tindakan gurah vagina, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan organ reproduksi :

1. Gunakan pakaian dalam yang longgar dan menyerap keringat. Hal ini bertujuan untuk memastikan sirkulasi udara tetap baik di area sekitar vagina.

2. Segera ganti pakaian dalam bila basah atau
berkeringat. Suasana lembap akibat keringat dapat memudahkan bakteri tumbuh dan timbul iritasi, bahkan infeksi.

3. Bersihkan vagina setelah buang air kecil atau buang air besar. Bersihkan dari arah depan ke belakang kemudian keringkan. Hal ini bertujuan untuk mencegah bakteri dari dubur menyebar ke organ intim.

4. Bersihkan area kewanitaan setelah berhubungan seksual. Cairan tubuh seperti air mani dapat menyebabkan iritasi dan bau tak sedap bila tidak dibersihkan.

Related Posts :

    5. Ganti pembalut atau panty liner secara teratur. Idealnya, pembalut atau panty liner harus diganti tiap empat jam sekali untuk mencegah keputihan.

    6. Pola hidup sehat. Pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi dan minum air putih juga memengaruhi kesehatan vagina Anda. Hindari asupan makanan atau minuman yang terlalu manis karena dapat memicu tumbuhnya jamur di area kewanitaan.

    7. Sebenarnya tidak perlu melakukan tindakan khusus seperti gurah vagina untuk membersihkan organ intim. Dengan selalu menjaga kebersihan vagina dan melakukan pola hidup sehat, area kewanitaan Anda pun akan terhindar dari masalah keputihan.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 19, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    evidence base

  • Oleh : katjawilfred9
  • 1 tahun yang lalu

    Apa evidence base dari persiapan persalinan??

    Fases bayu berwarna gelap cenderung kehitaman

  • Oleh : destiana
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya ingin konsultasi nih saya punya anak usianya baru 4 bulan ketika buang air besar fasesnya berwarna gelap, mulanya berwarna hijau gelap makin kesini fasesnya cenderung kehitaman. Apakah itu normal bu bidan dan kebetulan anak saya minum sufor sama ASI cuma lebih banyak minum sufor daripada ASI. Mohon jawabannya

    Persalinan Caesar

  • Oleh : Day
  • 2 tahun, 4 bulan yang lalu

    Persalinan pertama saya mengalami gangguan medis yang mengharuskan saya operasi caesar, dan yang mau saya tanyakan adakah resiko bagi saya yang sebelumnya melakukan operasi caesar, dan lantas dikehamilan kedua saya ingin memlih jalan persalinan normal ? Mohon penjelasannya bu bidan

    anak sering mengalami cegukan

  • Oleh : Dewi Isma
  • 1 bulan, 2 minggu yang lalu

    hai bidan, bebera hari ini anak saya yang berusia 3 tahun sering mengalami cegukan pada saat sore hari, amankah dok kondisi seperti ini ?

    Bayi Sering Muntah Saat Diberikan ASI

  • Oleh : penneybolinger
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Halo bu bidan saya Delia usia 26 tahun. Saya mau tanya tentang soal bayi. Bayi saya jalan 7 minggu bu tapi kenapa bayi saya sering muntah kalau sedang di berikan asi.

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan