×

Benarkah Penggunaan Pembalut Bisa Memicu Kemandulan ?

Bagikan Artikel :

benarkah penggunaan pembalut memicu kemandulan
Menggunakan pembalut bisa menyebabkan masalah kesuburan tidak benar adanya. Sesungguhnya, selama pembalut yang Anda gunakan tidak menggunakan zat berbahaya, seperti klorin berlebih atau pewangi, umumnya pembalut tersebut aman digunakan dan tidak menyebabkan gangguan pada kesuburan..

Selain itu jika pembalut digunakan dengan benar, pembalut yang digunakan juga bersih, maka penggunaan pembalut tidak akan menyebabkan sulit untuk punya anak.

Tips Saat mengalami menstruasi

1. selalu rutin mengganti pembalut jika sudah terasa tidak nyaman atau penuh minimal 2 kali dalam sehari

2. Saat darah menstruasi keluar dalam jumlah yang sangat banyak, gantilah pembalut setiap 3 hingga 4 jam sekali.

3. Jika darah sedang tidak terlalu banyak, maka kita bisa menggantinya setiap 5 jam.

Penggunaan Pembalut Yang Memicu Masalah Kesuburan

Jika kita menggunakan pembalut dalam waktu yang terlalu lama, maka area kewanitaan dan pembalut akan mengalami pertumbuhan bakteri yang sangat banyak. Ditambah dengan minimnya sirkulasi udara, maka dikhawatirkan bakteri-bakteri ini bisa memasuki organ vital wanita, menyebabkan infeksi, dan akhirnya bisa memicu gangguan kesehatan pada organ reproduksi wanita. Hal inilah yang bisa memicu masalah kesuburan.

Jenis Pembalut Yang Memicu Masalah Kesuburan

penggunaan pembalut yang mengandung klorin berlebih diduga bisa memicu iritasi pada kulit kelamin dan organ reproduksi lainnya. Sedangkan, pembalut yang mengandung pewangi berisiko menyebabkan perubahan tingkat keasaman (pH) vagina. Jika dibiarkan berkepanjangan, perubahan pH vagina ini bisa menyebabkan mikroorganisme patogen (penyebab penyakit) lebih mudah untuk tumbuh subur dan menginfeksi organ reproduksi. Akibatnya, bisa muncul berbagai masam keluhan, seperti vagina gatal, perih, kulitnya mengelupas, bau vagina tidak sedap, keputihan yang abnormal (berlebihan, berwarna selain putih atau kuning), mengeluarkan bau tidak sedap, atau menyebabkan gatal dan perih), masalah kesuburan dan sebagainya. Karenanya, sebaiknya Anda lebih cermat dalam memilih pembalut yang tepat.

Penggunaan Pembalut Yang Tepat

1. Perhatikan, apakah pembalut yang Anda gunakan memuat informasi izin edar dari kementrian kesehatan

2. Hindari penggunaan pembalut yang mengandung klorin atau pewangi berlebihan

Related Posts :

    3. Ganti pembalut secara teratur setiap 3 – 4 jam sekali, atau setiap kali terasa penuh

    4. Pilih pembalut yang dikemas satuan di dalam kemasan besarnya agar kebersihannya lebih terjaga

    5. Gunakan pembalut dengan ukuran dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan Anda

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : November 9, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Jaga Produksi

  • Oleh : Miftahul Fikri
  • 4 bulan, 3 minggu yang lalu

    Saya duda yang ingin tanya bagaimana cara jaga kesuburan sperma di masa duda?

    Kesehatan vital

  • Oleh : Putra Inhil
  • 3 bulan, 1 minggu yang lalu

    Permisi buk bidan, saya pernah baca artikel yang menjelaskan tentang bahaya masturbasi pada pria, saya sering melakukan masturbasi, tetapi jika saya berhenti masturbasi, apakah semua akan kembali normal?

    Keputihan Yang Tak Normal

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • 2 tahun, 7 bulan yang lalu

    Siang dok, saya baru saja menikah 1 minggu lalu. Sebelum menikah, memang saya memiliki masalah dengan seputar kesehatan keputihan yang sedikit berwarna hijau dengan jumlah yang memang cukup lumayan banyak. Namun, setelah saya menikah, sering kali saya merasakan rasa gatal setelah melakukan hubungan intim, dan bahkan pada pertama kalinya berhubungan keputihan ini semakin banyak dan bahkan membuat saya risih dan takut suami berpaling. Saya mau bertanya, apaklah hal ini merupakan salah satu hal yang normal pada awal berhubungan seks atau bahkan ini berbahaya? Terus bagai mana cara mengatasi masalah kesehatan yang satu ini agar keputihan hilang dari bagian vagina ini.

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • Program kehamilan

  • Oleh : Claudia anggelina
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Dimana alamat untuk akupuntur kehamilan

    Pusar bayi yang bernanah

  • Oleh : audrycolunga4
  • 2 tahun, 4 bulan yang lalu

    Pagi bu bidan saya mau bertanya nih bayi saya baru 3 hari tali pusarnya udah putus namun hingga saat ini pusarnya bernanah sudah di periksa ke bidan namun bidan hanya membersihkannya dengan kain kasa yang di basahi alkohol. Dan saat ini pusar bayi saya masih bernanah dan berair. Apakah ini infeksi ya bu bidan dan bagaimana cara mengobatinya. Mohon jawabannya bu trims

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan