Hal-Hal yang Dapat Menyebabkan Wanita Keguguran

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Merawat dan menjaga kondisi kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh wanita hamil. Mengontrol kondisi kehamilan secara rutin dan rajin berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan Anda merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan. Berbagai informasi seputar kehamilan, kesehatan dan gangguan pada kehamilan bisa ibu dapatkan agar bisa mencegah berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi, termasuk mengenai hal-hal yang bisa menyebabkan wanita keguguran.

                            

    Keguguran merupakan kematian bayi dalam kandungan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Hal ini menjadi salah satu masalah yang paling ditakuti oleh para wanita hamil. Keguguran sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Diperkirakan sekitar 8 dari 10 kasus keguguran terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan.

    Dalam dunia medis, keguguran disebut juga dengan aborsi spontan. Namun, istilah aborsi dalam hal ini tidak sama dengan definisi aborsi yang umum tersebar di masyarakat, meskipun sama-sama ditandai dengan hilangnya janin dalam kandungan.

    Mengenali gejala dan tanda-tanda keguguran sangat penting bagi setiap pasangan. Jika wanita hamil mengalami timbulnya pendarahan atau bercak darah yang disertai dengan kram pada perut bagian bawah, sebaiknya hati-hati. Karena itu merupakan gejala utama dari keguguran yang sebaiknya diwaspadai. Pendarahan ringan memang cukup umum terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan, namun tidak semua pendarahan tersebut berarti keguguran.

    Hal-Hal yang Bisa Menyebabkan Wanita Keguguran yang Harus Diwaspadai

    Sebagian besar kasus keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom pada embrio. Kelainan ini terjadi akibat kerusakan sperma atau sel telur, atau disebabkan karena pembelahan zigot setelah pembuahan yang terganggu. Kekurangan, kelebihan, atau keabnormalan kromosom bisa menyebabkan janin tidak bisa berkembang dengan semestinya. Sedangkan keguguran yang terjadi pada usia kehamilan lebih tua, yaitu lebih dari 3 bulan, biasanya disebabakn oleh penyakit atau kondisi kesehatan ibu yang kurang baik.

                            

    Beberapa penyebab keguguran lainnya selain kelainan kromosom yaitu gangguan hormonal (seperti diabetes, gangguan hormon tiroid) infeksi atau masalah kesehatan maternal, kelainan bentuk rahim, gaya hidup (merokok, malnutrisi, konsumsi kafein, atau paparan pada radiasi), usia wanita hamil, serta trauma atau benturan.

    Pada wanita yang berusia lanjut memiliki risiko lebih tinggi mengalami  kegguran. Keguguran dapat terjadi pada lebih dari 30% wanita yang berusia lebih dari 40 tahun. Dan pada wanita yang berusia 45 tahun risiko keguguran dapat meningkat menjadi 50%.

    Tidak hanya itu, sebagian besar wanita juga berasumsi bahwa stress dapat meningkatkan risiko keguguran. Sampai saat ini, studi ilmiah mengenai hubungan stress dan keguguran masih bervariasi dan belum menunjukkan bukti yang sejalan.

    Hal-hal yang bisa menyebabkan wanita keguguran terjadi jika janin tumbuh di luar rahim atau disebut juga dengan kehamilan ektopik. Jenis kehamilan ini dapat mengancam jiwa karena memiliki risiko untuk pecah dan mengakibatkan pendarahan rahim.

    Wanita yang mengalami keguguran sering khawatir dengan aktivitas yang mereka lakukan, apakah dapat menyebabkan keguguran atau tidak. Olahraga ringan, bekerja, berhubungan seksual, atau riwayat kontrasepsi sebelum hamil tidak menyebabkan keguguran. Konsumsi kafein kurang dari 200 mg per hari atau sekitar 2 gelas per hari juga tidak meningkatkan risiko keguguran. Sedangkan merokok dan konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko keguguran.

    Keguguran pada trimester awal kehamilan umumnya tidak berulang. Sekitar 85% wanita yang mengalami keguguran dapat menjalani kehamilan normal pada kehamilan selanjutnya. Tenaga medis umumnya akan menyarankan untuk menunda kehamilan selama 3 bulan setelah mengalami keguguran.

    Itulah hal-hal yang bisa menyebabkan wanita keguguran yang harus diwaspadai. Selalu komunikasikan berbagai hal yang dialami wanita hamil agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bisa segera terdiagnosa dan langsung mendapatkan penanganan yang tepat.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - June 29, 2016
    Diskusi Dari:
    Claudia anggelina

    Dimana alamat untuk akupuntur kehamilan

    Dijawab Oleh : Claudia anggelina
    Diskusi Dari:
    danilobecnel

    Selamat siang Bu Bidan,
    Bayi saya umur 4 bulan sudah seminggu ini tidak BAB. Sebelumnya setiap hari selalu BAB bisa 2 sampai 3 kali sehari. Apakah kondisi bayi saya normal ? Apa tindakan yang harus saya lakukan ?

    Dijawab Oleh : danilobecnel

    Siang ibu bidan, saya mau tanya apa ibu hamil yang mual-mual dan eneg saat makan itu wajar? Saya juga kehilangan nafsu makan jadinya, solusinya gimana ya?

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    wkjchu56042488

    bu bidan, saya ingin tau apa saja manfaat berenang bagi ibu hamil, itu saja ya bu 🙂

    Dijawab Oleh : wkjchu56042488
    Diskusi Dari:
    Muhammad Hanif Maulana

    Siang dok, saya baru saja menikah 1 minggu lalu. Sebelum menikah, memang saya memiliki masalah dengan seputar kesehatan keputihan yang sedikit berwarna hijau dengan jumlah yang memang cukup lumayan banyak. Namun, setelah saya menikah, sering kali saya merasakan rasa gatal setelah melakukan hubungan intim, dan bahkan pada pertama kalinya berhubungan keputihan ini semakin banyak dan bahkan membuat saya risih dan takut suami berpaling. Saya mau bertanya, apaklah hal ini merupakan salah satu hal yang normal pada awal berhubungan seks atau bahkan ini berbahaya? Terus bagai mana cara mengatasi masalah kesehatan yang satu ini agar keputihan hilang dari bagian vagina ini.

    Perlu Jawaban