×

Ini Resikonya Jika Menggunakan Air Liur Sebagai Pelicin Hubungan Seksual

Bagikan Artikel :

Ini Resikonya Jika Menggunakan Air Liur Sebagai Pelicin Hubungan Seksual

Nyeri pada vagina saat hubungan seksual umum di alami karena kurangnya pelumas atau lubricant. Sebetulnya pelumas ini bisa diproduksi oleh vagina itu sendiri, namun ada beberapa kondisi yang membuat wanita kesulitan dalam mengeluarkan lubricant atau vagina kering. Nah kondisi demikian maka dibutuhkan pelumas buatan agar hubungan intim terasa lebih nyaman.

Namun kebanyakan pasangan malah tidak menggunakan lubricant yang diformulasikan secara khusus untuk melicinkan alat kelamin saat penetrasi, tapi malah menggunakan air liur karena menurutnya lebih alami. Air liur dipercaya sebagai salah satu pelumas alami yang bisa digunakan. Namun, apakah aman menggunakan air liur sebagai pelumas?

Air Liur Tidak Aman Diguanakan Sebagai Pelumas Hubungan Seksual

Kondisi vagina yang kering bisa mengurangi kenyamanan Anda dan pasangan saat berhubungan seksual. Proses penetrasi bisa terasa sakit, bahkan menyebabkan lecet pada kelamin. Penggunaan pelumas seks bisa melembabkan alat kelamin sehingga penetrasi menjadi lebih lancar.

Air liur sering digunakan untuk melumasi alat kelamin, padahal dibandingkan pelumas yang dijual di pasaran, air liur cenderung tidak licin. Pelumas seks pada umumnya mengandung gliserin dan propilen glikol yang memberikan tekstur kental dan licin. Kandungan ini juga menahan air sehingga vagina tidak cepat kering. Lantas, bolehkah menggunakan air liur sebagai pelumas?

Tidak seperti pelumas seks di pasaran yang diproduksi secara steril, air liur mengandung kuman dan bisa menimbulkan berbagai risiko penyakit. Jadi, jika Anda ingin melakukan seks aman, sebaiknya hindari penggunaan air liur sebagai lubricant.

Related Posts :

    Risiko Menggunakan Air Liur Sebagai Pelumas

    1. Infeksi organ intim
      Menggunakan air liur sebagai pelumas seks dapat menyebabkan infeksi terhadap organ intim, khususnya vagina. Hal ini terjadi karena bakteri yang terdapat pada air liur dan bakteri yang terdapat di vagina adalah dua bakteri yang berbeda. Di dalam air liur, terdapat enzim pencernaan yang berfungsi untuk menguraikan makanan. Saat bakteri dan enzim tersebut sampai di vagina, bakteri baik pada vagina mungkin rusak hingga menyebabkan terbentuknya infeksi jamur atau vaginosis bakteri.Air liur juga bisa mengganggu keseimbangan mikroorganisme, seperti jamur dan bakteri yang sudah ada di vagina secara alami. Jamur dan bakteri yang tidak seimbang memicu terjadinya infeksi tersebut.
    2. Memengaruhi kualitas sperma
      Menggunakan air liur sebagai pelumas saat berhubungan seks ternyata dapat memengaruhi kualitas sperma. Mengutip studi terbitan Journal of Czech Physicians (2014), liur dengan keasaman yang tinggi akan mengganggu pergerakan atau motilitas sperma.
      Hal ini membuat sperma sulit mencapai lendir serviks dan membuahi sel telur. Oleh karena itu, air liur sebagai pelumas berpotensi mempersulit proses pembuahan hingga kehamilan. Sebaiknya Anda melakukan pemanasan seksual atau foreplay lebih lama dengan pasangan sebelum penetrasi. Hal ini akan mendorong produksi pelumas alami dari vagina. Jadi, Anda dan pasangan tidak perlu menggunakan air liur untuk membasahi organ intim yang kering.
    3. Berisiko menyebabkan penyakit menular seksual
      Bahaya menggunakan air liur sebagai lubricant saat berhubungan intim ternyata berpotensi menimbulkan penyakit menular seksual. Pasalnya, segala penyakit yang mungkin menjangkit mulut atau tenggorokan Anda dan pasangan mungkin juga menjangkit organ intim Anda melalui air liur. Centers for Disease Control and Prevention menjelaskan bahwa jika Anda atau pasangan memiliki luka herpes yang terbuka, lalu menggunakan air liur sebagai pelumas saat sedang berhubungan seks, Anda mungkin mengalami herpes pada alat kelamin setelahnya.
      Tidak hanya itu, masih banyak penyakit menular seksual lain yang bisa menular selain herpes. Ada pula gonore, klamidia, HPV, sifilis, dan trikomoniasis, yang bisa menular dari mulut ke area genital jika terdapat luka terbuka. Sayangnya, Anda mungkin tidak menyadari kondisi ini sebab penyakit menular seksual tersebut biasanya tidak memiliki gejala yang berarti.

    Pelumas Untuk Berhubungan Seks

    1. Pelumas air
      Biasanya, bahan ini memiliki kandungan gliserin, tetapi ada pula yang tidak. Pelumas tanpa gliserin cocok untuk kelamin yang terinfeksi jamur. Pasalnya, gliserin merupakan salah satu bahan pelumas yang membahayakan vagina yang terinfeksi. Dalam hal ini, gliserin bisa dipecah tubuh menjadi gula sehingga memberikan asupan bagi jamur. Oleh karena itu, jamur pun bisa berkembang biak lebih banyak.
    2. Pelumas minyak
      Jenis pelumas ini biasanya mengandung minyak alami, seperti minyak kelapa, minyak almon, dan vitamin E. Namun, Anda perlu mewaspadai karena pelumas ini bisa merusak kondom berbahan lateks. Sebaiknya gunakan pelumas ini untuk memberikan rangsangan seksual pada pasangan untuk mengeluarkan pelumas alami dari vagina.
    3. Pelumas silikon
      Pelumas silikon lebih licin daripada lubricant berbahan dasar air. Selain itu, bertahan pada permukaan kelamin lebih lama sehingga tidak mudah kering. Anda bisa menggunakannya untuk penetrasi maupun saat pemanasan.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : April 15, 2022

    Pertanyaan Pengunjung :

    Manfaat Persalinan Normal

  • Oleh : Gigin Gumay
  • 5 tahun, 10 bulan yang lalu

    Selamat siang ibu bidan. Saat ini usia kandungan saya sudah semakin membesar, namun saya masih bingung untuk proses persalinan. Hal yang saya ingin tanyakan, persalinan seperti apa yang harus saya lakukan, dan apa manfaat yang bisa di dapatkan ketika saya melakukan persalinan dengan cara itu?

  • Oleh : Gigin Gumay
  • Telat Haid

  • Oleh : Sri Sariah
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Hai dokter.. dok saya mau tanya, saya telat haid sudah 1 minggu.
    2 hari sebelum jadwal menstruasi saya sudah test dan hasilnya negatif.
    Akan tetapi seharusnya saya sudah haid ternyata belum, lalu apakah masih ada harapan untuk saya test lagi setelah 1 minggu telat haid ini berlalu???

  • Oleh : Sri Sariah
  • Cara atasi mentruasi dan penyebab pms lambat

  • Oleh : kimnadiya kimnadiya
  • 1 tahun, 3 bulan yang lalu

    saya baru usia 15 tahun pas tangal 25 November 2020 nah saya terharu pms bulan Desember 2020 nah awal bulan Januari 2021 saya sebulan belom pms itu kenapa y k berat badan saya 40 kilogram pas terus juga gak napsu makan saya makan sehari 1 kali itu juga gak napsu makan itu penyebab nya ap Y k tolong jawab?….

  • Oleh : kimnadiya kimnadiya
  • Vagina

  • Oleh : Ninda Wakidi
  • 1 tahun, 2 bulan yang lalu

    Saya punya kyk benjolan di pinggir vagina, saya kurang tau itu knp.. kira kira bisa saran gk itu pnyakit apa

  • Oleh : Ninda Wakidi
  • Hubungan intim

  • Oleh : Ilham Dwi
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Bidan mau tanya, teman saya sering melakukan hubungan intim dengan pacarnya, kadang sehari kadang bisa 4 kali hubungan intim, sring hubungan intim, penis teman saya tidak ereksi tapi keluarin sperma warna kuning dan agak tebal, itu kenapa ya

  • Oleh : Ilham Dwi
  • Tanya Bidan