×

Menderita Penyakit Tifus Saat Hamil Beresiko Keguguran

Bagikan Artikel :

Anda pasti sudah mengenal penyakit Tifus sebelumnya, ya penyakit Tifus atau demam Tifoid merupakan salah satu penyakit yang tidak bisa dihindari oleh ibu hamil sekalipun. Ibu hamil ternyata memang rentan terhadap penyakit Tifus karena bakteri Salmonella typhi. Penyebaran dari penyakit Tifus terjadi pada daerah yang memiliki sanitasi buruk terhadap lingkungan sehingga bakteri Salmonella typhi tadi dapat tersebar melalui kontaminasi makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu hamil. Setelahnya, jika makanan dan minuman tersebut telah dikonsumsi, maka akan timbul beberapa gejala berlanjur seperti demam kontinyu (demam yang terjadi saat sore menjelang malam, lalu di siang hari turun dengan sendirinya), sembelit, diare, tremor, berkurangnya nafsu makan, lidah tampak kotor, dan kondisi tubuh yang melemah.

Berbeda pada penyakit Tifus yang terjadi pada orang biasa, penyakit Tifus yang terjadi pada wanita hamil dapat mempengaruhi kandungannya. Resiko dari Tifus sendiri memiliki dampak dan komplikasi terhadap kesehatan bayi. Melalui penyakit Tifus, dengan sendirinya penyakit tersebut dapat tersalurkan melalui plasenta, sehingga menyebabkan infeksi. Dan infeksi yang terjadi tersebut memiliki resiko ibu hamil mengalami keguguran. Penyakit Tifus juga berperan dalam meningkatkan resiko ibu melahirkan bayi secara prematur, juga kondisi bayi saat lahir dengan berat badan yang cenderung lebih ringan dari normalnya.

Dalam sebuah studi telah ditemukan terdapat setidaknya 25 kasus infeksi Tifus pada 15.940 total jumlah kelahiran. Dari 25 kasus tersebut, penjabarannya sebagai berikut.

12 kelahiran normalnya.
6 mengalami kelahiran prematur.
6 kerugian pada kehamilan (terutama trimester kedua dan ketiga).
1 mengalami keguguran pada trimester pertama.

Khusus dalam kasus ibu hamil yang mengalami keguguran karena penyakit Tifus ini, sang ibu menjalani 5 hari gejala Tifus tanpa pengobatan. Pada kasus kelahiran, bayi yang telah terinfeksi bakteri penyebab Tifus menjalani pengobatan khusus dengan ceftriaxone dan pemulihan total.

Untuk menghindari bahaya yang terjadi akibat penyakit Tifus saat kehamilan, selalu pastikan bahwa ibu hamil dalam kondisi sehat. Tidak hanya kondisi ibu, tapi tetap harus memperhatikan kondisi janin yang dikandungan. Ketika ibu hamil mengalami gejala tipes, langkah yang tepat dengan mengambil tindakan pemeriksaan ke klinik / rumah sakit terdekat. Dengan begitu, kemungkinan yang terburuk dari penyakit Tifus yaitu keguguran bisa dihindari.

Informasi tambahan :

Jika ibu hamil mengalami Tifus, selain dengan memeriksakannya kedokter, Anda juga patut melakukan beberapa hal lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit Tifus tersebut. Diantaranya adalah :

Related Posts :

    1. Mengantisipasi faktor 5 F.

    Ingat, penyakit tifus ditularkan melalui 5F, yaitu Food (makanan), Finger (jari kuku tangan), Fomitus (muntah), Fly (lalat), dan Feses (kotoran). Maka dari itu, selalu waspada terhadap muntah dan feses pada penderita Tifus. Hal lainnya adalah dengan menjaga kebersihan makanan serta jari kuku tangan dan tubuh Anda untuk meminimalkan resiko tertular penyakit Tifus.

    2. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

    Menjaga kebersihan lingkungan sekitar dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dari sumber air minum, lalu perhatikan tempat pembuangan limbah rumah tangga, kamar mandi dll. Hal tersebut harus dilakukan untuk menghentikan perkembangan dan penularan dari bakteri Tifus yang bisa terjadi kapan saja. Pastikan lingkungan tetap bersih dan sehat, dengan begitu Anda juga pasti terhindar dari resiko penularan penyakit Tifus.

    3. Beristirahat total.

    Jika ibu hamil sudah terserang penyakit Tifus, maka hal yang benar adalah dengan beristirahat total di tempat tidur beberapa minggu sampai kondisi dirasa benar telah membaik. Selama waktu istirahat tersebut, ibu hamil juga sebaiknya menerapkan pola makan yang sehat, juga makanan lunak, tidak mengkonsumsi makanan dengan rasa asam, pedas, berbumbu dan berminyak. Untuk pemulihan lebih cepat dari penyakit Tifus, sangat disarankan untuk Anda mengkonsumsi makanan rendah serat, namun tinggi kadar Protein dan Kalori.

    Itu saja sedikit informasi tambahan yang mudah-mudahan dapat membantu untuk Anda sebagai ibu hamil yang menderita penyakit Tifus.

    Demikian adalah artikel yang bisa saya sampaikan mengenai Menderita Penyakit Tifus Saat Hamil Beresiko Keguguran, simak Info Bidan lainnya hanya pada situs ini. Semoga bermanfaat, dan jaga kesehatan selalu ya Bunda!

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : June 22, 2016

    Pertanyaan Pengunjung :

    Cara mengatasi gigi anak berantakan

  • Oleh : Reny Anggra
  • 5 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat pagi, bu bidan saya mau curhat dong anak saya sekarang umur 5 tahun giginya cenderung hitam-hitam dan berantakan sekali. Anak saya juga susah bila di suruh sikat gigi bu bidan, saya takut nanti gigi anak saya makin berantakan saat tumbuh gigi baru. Gimana cara mengatasinya yah bu bidan ? Ditunggu balasan nya yah bu bidan

    Ledir disertai darah

  • Oleh : Nita Trisnawati
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Halo bu bidan.. Saya mengalami haid tida teratur..
    Haid bulan januari tgl 6 dan 27
    Tapi bulan februari ini terdapat lendir ada darah setitik…
    Tapi sampai tanggal 23 ini saya blum kunjung haid juga… Apakah hanya bergeser tanggal atau gimana ya bu

    Benjolan kecil di dalam bibir vagina sebelah kanan

  • Oleh : Yuni Setiasih
  • 11 bulan, 2 minggu yang lalu

    Selamat sore dok.
    Saya mau tanya.
    Apakah benjolan kecil di dalam bibir vagina sebelah kanan dengan berbahaya? Tidak sakit sih dok. Cuman kalo misal di pegang agak sedikit gatal. Lalu kalo di teken terasa sedikit sakit. Mohon jawabannya 🙏

  • Oleh : Yuni Setiasih
  • Bayi saya kalau nyusu pasti mencret BAB

  • Oleh : ALif AL Maun Yoyox
  • 3 tahun, 9 bulan yang lalu

    Siang, dok mau nanya kenapa bayi saya kalo minum sufor langsung BAB apa alergi sufor selama 4bulan anak saya g apa2 usia anak saya skrg 5bln udah dibawa ke puskesmas di ksih zinc&oralit pancet bab trmkch

    Ngilu sendi dan sekitar vagina

  • Oleh : willianbyrnes6
  • 4 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya ingin bertanya saat ini saya sering merasakan ngilu di persendian juga di area sekita vagina. Gejala tersebut muncul setelah sebulan lalu saya melahirkan, apakah ini berbahaya? dan saya minta saran cara untuk mengatasinya. Terimakasih sebelumnya

    Tanya Bidan