×

Menstruasi Jangan Jadikan Kendala Melakukan Hubungan Seksual

Bagikan Artikel :


Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda, mulai dari 21 hari sampai 35 hari. Siklus menstruasi pun ada yang teratrur dan tidak teratur, namun hal ini masih di katakan normal. sebelum atau selama menstruasi wanita akan merasakan nyeri haid (dismenorhea). Yang terjadi pada hari pertama sampai beberapa hari selama menstruasi. Rasa nyeri pada saat menstruasi tentu saja sangat menyiksa bagi wanita. Sakit menusuk, nyeri yang hebat di sekitar bagian perut bawah dan bahkan kadang mengalami kesulitan berjalan sering dialami ketika haid menyerang. Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan.

Bagi pasangan suami istri menstruasi menjadi kendala saat akan melakukan hubungan seksual. Kondisi nyeri haid dan pengeluaran darah pada vagina akan menjadi pertimbangan bagi sebuah pasangan. Meski begitu, beberapa wanita ada yang justru merasakan gairah yang lebih besar saat menstruasi.

Related Posts :

    Hubungan Seksual Saat Menstruasi Boleh Dilakukan

    Jika pasangan merasa nyaman melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi, maka aman untuk dilakukan Berhubungan seksual bisa dilakukan sebulan penuh tanpa harus ada jeda. Tapi tidak semua orang atau pasangan merasa nyaman dengan banyaknya darah, dan mampu menahan nyeri haid pada wanita.

    Lebih Bergairah

    Gairah pada wanita berbeda-beda, tergantung produksi hormon seksual pada tiap individu. Namun beberapa wanita merasa kurang bergairah karena adanya nyeri haid dan pengeluaran darah pada vagina sehinnga membuat wanita risih dan tidak nyaman untuk berhubungan seksual. Tapi, tak sedikit wanita yang merasa lebih mudah bergairah saat sedang menstruasi. Hal ini karena estrogen dan testosteron cenderung rendah di hari pertama haid, dan kembali naik di hari ketiga. Beberapa wanita merasa lebih bergairah dan sensitif pada masa ini.

    Tidak Menghindari dari Kehamilan

    Hubungan seksual saat menstruasi tidak menjamin menghindari dari kehamilan. Sperma bisa bertahan sampai 7 hari di dalam rahim, sehingga kemungkinan hamil tetap ada. Hal ini akan menjadi lebih aman jika menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual.

    Memudahkan Penyebaran Penyakit Menular Seksual

    Berhubungan seksual saat menstruasi pun memudahkan penyebaran penyakit menular seksual. Setiap cairan tubuh dapat membawa HIV atau infeksi menular lainnya, dan selama periode menstruasi, leher rahim akan terbuka sedikit, sehingga memungkinkan virus lebih mudah untuk masuk. Anda juga mungkin lebih rentan terhadap beberapa infeksi saat menstruasi. Vagina mempertahankan tingkat pH 3,8-4,5 sepanjang. Tapi saat menstruasi, tingkat tingkat pH vagina akan meningkat akibat terpengaruh oleh pH darah yang lebih tinggi. Pada kondisi ini virus dan bakteri mampu berkembang lebih pesat.

    Respon Jijik Pada Pasangan

    Menstruasi adalah perdarahan, dan mungkin tampak menyeramkan jika harus melihat partner Anda bersimbah darah selama hubungan seks. Tapi, darah menstruasi yang Anda lihat sebenarnya hanyalah sisa-sisa dinding rahim Anda yang luruh. Dilansir dari TIME, menurut sebuah penelitian dari University of Groningen, mungkin bisa saja mengabaikan segala faktor menjijikan yang terkait dengan seksual saat mereka terangsang. Sinyal gairah seks akan menimpa respon jijik alami tubuh dan mengurangi keengganan untuk memungkinkan seseorang berpartisipasi dalam perilaku yang biasanya dinilai menjijikan atau jorok.

    Resiko Terkena Jamur

    Vagina Anda memiliki kadar potential Hydrogen (pH) 3,8 hingga 4,5 setiap bulan. Namun selama menstruasi, kadar pH tersebut meningkat karena tingkat pH darahnya menjadi lebih tinggi, dan hal ini menyebabkan ragi atau jamur menjadi tumbuh lebih cepat. Gejala infeksi jamur vagina lebih cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi, dan berhubungan seksual saat itu dapat memperburuk gejala yang ada. Walaupun begitu ada beberapa cara untuk melakukan hubungan seksual saat menstruasi, salah satunya yaitu :

    a. Usahakan tidak melakukan hubungan seksual ketika darah haid sedang mengalir dengan deras dan pada nyeri haid seperti hari pertama atau kedua. Jangan khawatir jika melihat gumpalan darah berawarna merah atau cokelat gelap selama atau setelah berhubungan seksual , karena hal itu adalah normal.

    b. Gunakan kondom wanita untuk membantu mengurangi jumlah darah yang keluar saat berhubungan seks. Selain itu, Anda juga dapat mencoba posisi misionaris yang berguna untuk membatasi aliran darah yang keluar.

    c. Hubungan seksual di bawah pancuran kamar mandi juga bisa menjadi pilihan. Pengeluaran darah yang berceceran akan terbilas oleh pancuran air. Pastika ketika Anda melakukan seksual saat menstruasi, pasangan Anda tidak merasa jijik dengan darah tersebut, agar aktivitas seksual tidak terganggu.

    Tapi sekali lagi perlu diingat, berhubungan seksual saat menstruasi bisa menimbulkan risiko tersendiri, terutama jika tidak dilakukan secara aman. Bagi Anda yang ingin menyalurkan hasrat, namun tidak ingin melakukan hubungan seksual yang melibatkan penetrasi, ada alternatif lain yang bisa Anda coba, seperti:

    1. Bercumbu seperti berciuman, pelukan dan sentuhan sensual. Meskipun hal ini tidak akan memuaskan seperti berhubungan seksusual biasa. Namun ini alternatif yang aman.

    2. Pijatan sensual yang menggairahkan. Anda tidak perlu mahir memijat seperti tukang pijat pada umumnya. Pijatan di sini lebih ditujukan untuk menggoda pasangan dan membangkitkan libidonya. Pijat dengan perlahan-lahan bagian-bagian tubuh pasangan Anda yang sensitif, terutama bagian paha, bokong dan payudara. Anda juga bisa merangsang pasangan Anda dengan menyentuh bagian putingnya yang juga sensitif.

    3. Mandi bersama juga bisa menjadi pilihan. Anda bisa membersihkan tubuh dan rambutnya. Sensasi yang diberikan saat mandi bersama pasangan akan mampu memelihara dan membangkitkan gairah seksual yang ada. Mandi bersama dapat memberikan sentuhan-sentuhan lembut kepada pasangan untuk merekatkan keintiman dan menjadi pilihan ketika Anda tengah menstruasi. Namun, pastikan pasangan Anda tidak merasa jijik saat melihat darah menstruasi Anda.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 24, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Nyeri Setelah Buang Air Kecil

  • Oleh : Bang Andre
  • 2 tahun, 4 bulan yang lalu

    Di usia saya yang baru menginjak 19 tahun, saya sering kali merasakan perih setelah buang air kecil, padahal saya belum menikah. Apakah hal ini berbahaya bagi kesehatan saya? Dan apa biasanya yang menyebabkan rasa perih itu sering muncul setelah buang air kecil ini?

  • Oleh : Bang Andre
  • hamil pasca operasi kehamilan ektopik

  • Oleh : Lusi
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat sore buk,,
    saya mau tanya seputar kehamilan pasca operasi kehamilan ektopik di saluran tuba….pada bulan maret saya mengalami kehamilan ektopik,umur janin sudah 2 bulan,kemudian dokter menyarankan agar saya melakukan operasi karena KE sudah hampir pecah…jadi saya dan suami memutuskan untuk melakukan operasi pada bulan maret lalu…dokter menyarankan pasca operasi 3 bulan untuk melakukan hidrotubasi…tapi saya belum melakukannya meskipun sekarang sudah 3 bulan pasca operasi…yang ingin saya tanyakan,apakah saya bisa langsung program hamil aja tanpa hidrotubasi???mengingat keadaan keuangan dan rasa ketakutan saya terhadap efek samping dari hidrotubasi…mohon pencerahannya

    Amankah episiotomi saat persalinan?

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • 2 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saat ini saya sedang mengandung usia 8 bulan, dan setelah melakukan USG ternyata bayi saya mempunyai berat badan yang tergolong bayi besar. Kata dokter, saya lebih baik melakukan episiotomi. Tetapi saya ragu dan takut akan rasa sakitnya, dan apakah episiotomi itu amak dilakukan? Mohon penjelasannya, terimakasih

    apa pengaruh dari ibu hamil yang sering buang-buang air (maaf) mencret?

  • Oleh : Via
  • 2 tahun, 2 bulan yang lalu

    ibu bidan, saya mau bertanya tentang istri saya yang mengalami buang-buang air mencret, katanya perutnya tidak enak seperti ada bunyi air deras, dia juga punya maag. apa bahaya nanti buat janin di dalam perutnya?

    BB anak tidak naik2

  • Oleh : Nenk Marsya
  • 1 tahun, 4 bulan yang lalu

    Selamat pagi, Bu.. Saya mau bertanya beberapa hal mengenai anak sy yg BBnya tdk pernah lagi naik. Sekarang anak usia 2th…
    1. Apakah anak sy kena TB/kurang gizi? Krn adik sy ada yg riwayat TB. Ortu sy juga batuk tidak kunjung sembuh. Anak kakak ipar sy juga abis pengobatan TB.
    2. Apa sebenarnya faktor pemicu TB dan cara mengatasinya?
    3. Apakah TB menular ke ibu hamil? Dan bagaimana ciri serta mengatasinya?
    4. Sebaiknya anak dibawa ke ahli gizi atau ke dokter anak?
    Terima kasih

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan