×

Menstruasi Tidak Lancar Dan Belum Mendapatkan Kehamilan ? Waspada PCOS!

Bagikan Artikel :

PCOS

Polycystic Ovary syndrome atau PCOS adalah gangguan keseimbangan hormonal pada wanita yang dapat menyebabkan wanita sulit hamil. Hal ini bisa dialami wanita tanpa disadari padahal setiap wanita tentu ingin merasakan pengalaman menjadi wanita seutuhnya dengan mengandung dan melahirkan anak.  Namun tidak sedikit pasangan suami istri yang harus menunggu lama untuk mendapatkan keturunan.

Sayangnya, kebanyakan pasangan baru memeriksakan diri kepada ahli kandungan setelah menyadari bahwa mereka sulit mendapat keturunan. Dengan demikian, penanganannya pun dapat dikatakan terlambat. Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang wanita sulit hamil. Salah satunya karena mengalami PCOS.

PCOS merupakan kondisi di mana terdapat kista kecil pada ovarium (indung telur). Kondisi ini mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan hormonal pada wanita. Gangguan keseimbangan hormonal ini dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi, perubahan pada kulit, kesulitan untuk hamil dan masalah-masalah lainnya.

Hormon Yang Mengatur Siklus Menstruasi

Seorang wanita normal memiliki hormon estrogen dan progesteron. Selain kedua hormon tersebut, wanita juga memiliki hormon laki-laki yang dikenal sebagai hormon androgen. Jumlah hormon androgen pada wanita berbeda dengan pada pria. Kesemua hormon tersebut akan membantu perkembangan sel telur di dalam indung telur selama fase menstruasi.

Wanita Dengan PCOS Mengalami Infertilitas (Ketidaksuburan)

Pada siklus menstruasi, indung telur melepaskan 1 sel telur. Proses ini dikenal dengan istilah ovulasi atau masa subur. Pada kasus PCOS, sel telur dalam folikel tidak matang sehingga tidak dilepaskan oleh indung telur.

Akibat dari kondisi tadi, sel-sel telur yang tidak matang akan membentuk kista yang sangat kecil di dalam indung telur. Perubahan inilah yang menyebabkan gangguan pada kesuburan (infertilitas).

Gejala PCOS

Gejala PCOS dimulai pada permulaan siklus menstruasi. Biasanya, ada siklus yang terlewatkan (hilang) dan disertai dengan riwayat satu atau lebih siklus menstruasi yang normal selama masa pubertas (amonerea sekunder).

Related Posts :

    Gejalanya dapat juga berupa siklus menstruasi yang tidak teratur, bisa lebih sering atau lebih jarang dan bervariasi, dari yang sedikit hingga sangat banyak.

    Gejala PCOS lainnya yang mudah dikenali adalah adanya pengembangan seksual laki-laki (virilisasi). Mengecilnya ukuran payudara, suara yang menjadi lebih berat, pembengkakan pada klitoris, bertambahnya rambut pada dada, perut, muka dan payudara, serta menipisnya rambut di kepala, merupakan bentuk vilirisasi.

    Perubahan pada kondisi kulit, seperti bertambahnya jerawat dan kulit yang menghitam di beberapa lipatan kulit, juga termasuk gejala PCOS.

    Penyebab dan Faktor Risiko PCOS

    1. Resistensi terhadap insulin. Jaringan tubuh resisten terhadap insulin, sehingga tubuh terpacu untuk memproduksi lebih banyak insulin yang mengganggu pembuahan normal dan memicu penambahan berat badan.

    2. Ketidakseimbangan hormon. Hal ini disebabkan antara lain karena naiknya kadar testosteron (hormon yang dominan pada tubuh pria), naiknya hormon lutein (kadar yang tinggi malah menganggu kerja ovarium), turunnya kadar globulin pengikat-hormon seksual (SHBG) sehingga aktivitas testosteron meningkat di dalam tubuh, dan naiknya hormon prolaktin (hormon yang memicu produksi air susu).

    3. Faktor keturunan. Jika salah seorang anggota keluarga mengidap PCOS, maka risiko Anda semakin besar untuk terkena PCOS.

    Komplikasi Dari PCOS

    PCOS memang menyebabkan berbagai masalah yang berkaitan dengan organ kandungan pada wanita. Namun di luar itu, PCOS juga membawa beberapa risiko komplikasi seperti meningkatnya risiko kanker endometrium, infertilitas dan penyakit yang berhubungan dengan obesitas seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung dan diabetes.

    Prosedur Pemeriksaan PCOS

    Untuk prosedur pemeriksaan terhadap pasien dengan risiko PCOS adalah dengan melakukan pemeriksaaan hormon. Pada kasus PCOS, akan di cek beberapa kadar hormon dalam tubuh pasien seperti, kadar estrogen, FSH, LH, testoteron (hormon pada laki-laki), dan kortikosteroid.

    Pemeriksaan lainnya adalah tes darah yang dilakukan untuk mengecek glukosa. Ada juga beberapa tes lainnya adalah tes darah yang dilakukan untuk mengecek glukosa.

    Ada juga beberapa tes lain yang harus dijalani antara lain tes untuk intoleransi glukosa dan resisten insulin, tes kadar lemak dalam darah, tes kehamilan (serum HCG), tes kadar prolaktin dan tes fungsi tiroid. Terkadang, dilakukan USG transvaginal untuk melihat indung telur dan laparoskopi sebagai tindakan operatif untuk pemecahan kista-kista folikel tersebut (fulgurasi).

    Wanita Dengan PCOS Masih Bisa Hamil

    Wanita yang mengalami PCOS dapat tetap hamil dengan penanganan medis dan bedah yang baik. Biasanya, pasien PCOS akan diminta untuk menurunkan berat badan. Memang cenderung sulit, namun sangat bermanfaat dalam mengatasi diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

    Bahkan penurunan berat badan yang hanya minimal pun sebesar 5% dari total berat badan, sangat membantu dalam menormalkan keseimbangan hormonal dan meningkatkan kesuburan.

    Pengobatan PCOS

    1. Mengubah gaya hidup. Penderita PCOS yang obesitas, bisa mulai untuk menurunkan berat badan. Lalu penderita PCOS perokok disarankan untuk berhenti, sebab wanita perokok punya kadar hormon androgen lebih tinggi dibanding wanita non-perokok.

    2. Pembedahan. Pembedahan kecil yang disebut Laparoscopic Ovarian Drilling (LOD) menjadi opsi untuk menangani masalah kesuburan yang disebabkan PCOS.

    3. Terapi hormon bisa dilakukan bagi penderita PCOS yang tidak ingin merencanakan kehamilan. Terapi ini bisa menormalkan siklus menstruasi, mencegah kanker uterus, pertumbuhan rambut yang berlebihan, munculnya jerawat, dan rontoknya rambut kepala.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : November 14, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Saya mau nanya

  • Oleh : Deshinta Dodyanti
  • 1 tahun, 1 bulan yang lalu

    Asalamualaikkum

    Olahraga yang tepat dan aman dilakukan oleh ibu hamil

  • Oleh : Tutut Kartikasari
  • 3 tahun, 10 bulan yang lalu

    Saya mau tanya bu bidan, apa boleh ibu hamil mengikuti olahraga? dan sebaiknya olahraga apa yang harus dipilih saat hamil?

  • Oleh : Tutut Kartikasari
  • Berapa lama bisa hamil lagi setelah lepas KB suntik?

  • Oleh : Yuli Ani
  • 3 tahun, 11 bulan yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saya ingin bertanya berapa lama waktu saya bisa hamil lagi setelah lepas KB suntik? Apakah benar bisa sampai satu tahun? Mohon kejelasannya, terima kasih.

  • Oleh : Yuli Ani
  • Program Hamil

  • Oleh : Uchi Susilawati
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat siang Dok. Saya sudah menikah kurang lebih 2 tahunan. Sampai saat ini saya belum hamil juga. Memang dulu saya sempat merasakan haid yang tidak biasanya saya rasakan. Saat ini, saya sedang bekerja di pabrik dan meraskan haid yang tidak biasanya saya rasakan yang membuat saya lemas dan bahkan mengeluarkan gumpalan darah sebesar ati aya. Yang saya mau tanyakan itu berpengaruh tidak dengan masalah kehamilan? soalnya sampai sekarang saya belum hamil juga, padahal sami saya sudah ingin segera memiliki keturunan

    Kapan ita melakukan tespek yg akurat?

  • Oleh : Nenih Nurjanah
  • 1 tahun, 4 bulan yang lalu

    Assalamualaikum dok selamat pagi ,saya ai nenih dok mau bertanya kapankah melakukan tespek agar hasil lebih akurat ?

    Sedikit cerita saya haid tnggl 29 desember nah pas masa subur setelah selesai haid saya rajin 2x sehari kadang 3xsehari melakukan HB ..
    Nah ini sudah satu minggu dan malam saya tiba tiba mual ntah saya masuk angin atau apa tpi tdi subuh saya iseng iseng tespeck tpi hasilnya agak samar banget garis kedua, dan d fto gak kelihatan bangt klw d fto hasilnya negatif tpi pas d terawang sma saya ada garis tipis bnggt yg satunya pekat.. apakah akurat klw ditespek seminggu setelah berhubungan atau ada baiknya nunggu sampe akhir bulan ? Gmna dok minta infonya trmkasih wasalam

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan