×

Penggunaan Pembalut Yang Tidak Aman Bisa Memicu Kanker Serviks

Bagikan Artikel :

Penggunaan Pembalut Yang Tidak Aman Dapat Memicu Kanker Serviks

Wanita yang memasuki usia remaja akan mengalami masa yang disebut menstruasi. Menstruasi merupakan proses terjadinya peluruhan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan, rata-rata menstruasi dimulai saat wanita berusia sekitar 10-16 tahun dan biasanya berhenti sekitar usia 45-55 tahun. Maka sepanjang itulah seorang wanita akan membutuhkan pembalut agar tetap dapat beraktivitas dalam hari-hari menstruasinya.

Pembalut Wanita adalah alat kesehatan yang digunakan untuk menyerap darah menstruasi. Tapi sangat disayangkan sekali karena sebagian besar pembalut mengandung pemutih klorin. Klorin yaitu Klor berbentuk gas berwarna kuning kehijauan. Klorin Banyak digunakan di dalam pembuatan kertas, antiseptik, bahan pewarna, makanan, insektisida, cat lukisan, produk-produk minyak bumi, plastik, obat-obatan, tekstil, pelarut, dan banyak produk pengguna yang lain.

Seiring dengan kemajuan teknologi sebagian produsen menggunakan klorin dalam pembuatan pembalut dari bahan daur ulang agar pembalut tersebut berwarna putih bersih. Padahal seharusnya pembuatan pembalut terubuat dari kapas.

Penggunaan klorin di larang dipakai pada produk kesehatan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Iritasi klorin pada kulit dapat menyebabkan gangguan kesehatan berupa rasa terbakar, peradangan dan melepuh. .Paparan klorin menyebabkan cukup respon, yaitu kulit tampak kering dan timbul bercak coklat, edema intraepitel, hiperkeratosis dan sel- sel epitel atipikal terlihat di epidermis.

Wanita Yang Sering Menggunakan Pembalut Yang Mengandung Klorin Memilki Potensi Terkena Kanker Serviks

Seharusnya pembalut terbuat dari kapas, tapi banyak produsen yang menggantinya dengan kertas daur ulang lalu diberi klorin agar warnanya menjadi putih. Hal ini dilakukan biasanya agar produsen memiliki keuntungan yang besar.
Semakin sering wanita pada saat menstruasi menggunakan pembalut yang mengandung dioksin semakin berisiko terkena kanker ovarium, myom, kista, Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) dan kanker serviks. Hal ini karena pada saat menstruasi darah yang menetes di pembalut akan membuat zat dioksin menguap masuk kedalam vagina dan bagian organ reproduksi dalam hingga sampai ke ovarium. Menurut WHO, ada 52 juta berisiko terkena kanker serviks, salah satunya dipicu oleh zat-zat dalam pembalut.

Bahaya Klorin Dalam Kesehatan

Klorin akan menghasilkan suatu zat sampingan yang bersifat super toksik dan dipercaya sebagai senyawa yang paling beracun yang pernah ditemukan manusia karena dapat menyebabkan kerusakan organ secara luas yaitu dioksin. Dioksin merupakan suatu zat yang sangat berbahaya dan kadarnya sangat rendah dan dihitung dalam pikogram. Bahaya dioksin tersebut, antara lain adalah mengganggu sistem hormon, menurunkan sistem imun, endometriosis, kemandulan, cacat janin, keguguran, mengganggu fungsi hati, jantung, ginjal dan mengganggu metabolisme.
Tidak jarang pembalut yang mengandung klorin akan menyebabkan penggunanya mengalami keputihan, gatal-gatal dan juga iritasi pada vagina.

Pembalut Yang Berbahaya

Pembalut yang berbahaya adala pembalut yang dibuat dari bahan kertas bekas daur ulang sehingga pembalut mengandung zat dioksin dan klorin yang sangat berbahaya, dioksin adalah zat kimia yang terdapat dalam pembalut dan merupakan sebuah hasil pemutihan yang digunakan pada pabrik kertas untuk pembuatan pembalut wanita, pada dasarnya pembalut dan pantyliner yang berasal dari kertas memiliki kadar klorin lebih tinggi dibandigkan yang berasal dari kapas.

Cara Untuk Mengecek Pembalut Yang Aman Digunakan

Salah satu cara mengecek keamanan produk adalah dengan melihat daftar bahan di kemasan produk. Namun kenyataanya sangat jarang atau mungkin tidak ada produk pembalut yang menyertakan bahan dasar dan komposisi dalam kemasannya (ini berbeda dengan produk-produk lain seperti shampoo, pasta gigi dan sabun yang masih mencantumkan bahan komposisi dalam kemasannya). Maka cara paling efektif untuk mengeceknya adalah dengan melihat ada atau tidaknya label Depkes RI.

Cara Menguji Pembalut Berdioksin

Untuk mengetes apakah pembalut wanita itu berdioksin atau tidak cukup mudah. Lapisan dalam pembalut (seperti kapas) dibuka kemudian dimasukan dalam air. Satu jam kemudian perhatikan, jika air rendamannya menjadi sangat keruh keputihan, itu artinya pembalut Anda tidak aman karena mengandung dioksin atau zat pemutih yang banyak. Tapi jika hancur tapi air tidak keruh maka hal ini bisa dikatakan pembalut Anda masih juga kurang aman karena jika hancur sudah berarti berbahan dasar kertas daur ulang. Ciri pembalut yang aman tidak akan hancur dan tidak akan membuat keruh ketika bagian dalamnya direndam air.
Untuk mengetahui kadar dioksinnya membutuhkan bantuan alat lab yang canggih. Memang tidak banyak wanita yang tahu mengenai hal ini. Mereka hanya tahu lebih praktis menggunakan pembalut saat menstruasi dibandingkan menggunakan kain yang bisa dicuci ulang seperti yang dilakukan wanita jaman dulu.

Related Posts :

    Selektif dalam penggunaan pembalut ini penting, karena untuk menghindari berbagai masalah pada organ reproduksi salah satunya kanker. Tapi selain selektif dalam pemilihan pembalut disarankan juga untuk mengonsumsi bersih wanita setiap hari. Ternyata bersih wanita ini ampuh mencegah kanker serviks hingga 10 tahun ke depan.

    bersih wanita
    Untuk konsultasi dan pemesanan klik tombol WhatsApp di bawah ini

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : August 24, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Wasir / Ambeien Saat Hamil

  • Oleh : Ririn
  • 4 tahun, 10 bulan yang lalu

    Selamat pagi, saat ini saya tengah mengandung usia 8 bulan. Beberapa hari yang lalu saya mengalami sembelit, yang berujung (mohon maaf) anus saya perih. Saya pikir itu akan sembuh dalam sehari, tetapi kini rasa sakit dan perih bertambah parah, juga seperti ada yang mengganjal. Saya mendiskusikannya dengan suami saya, dan kami rasa itu adalah wasir / ambeien. Yang mau saya tanyakan, apakah bagi ibu hamil itu adalah kondisi yang wajar, dan apakah akan berdampak buruk bagi persalinan saya yang hanya beberapa minggu lagi? Lalu bagaimana cara mengobatinya?
    Terimakasih

  • Oleh : Ririn
  • Darah keluar

  • Oleh : Fajar Fajar
  • 5 bulan yang lalu

    Assalamualaikum kak,
    Saya mau tnya istri sya kluar bercak darah pda selang waktu 1hari setelah berhubungan, apakah itu tnda kehamilan?

  • Oleh : Fajar Fajar
  • Kb iud

  • Oleh : Laudya Sari
  • 10 bulan, 1 minggu yang lalu

    Bu saya sdh 3bln pakai kb iud, tpi kok belum mestruasi?

  • Oleh : Laudya Sari
  • Cara mengatasi demam yang disertai diare pada anak 1 tahun

  • Oleh : Riri
  • 5 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat siang, Maaf sebelumnya saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi demam yang disertai pada anak usia 1 tahun. Karena sudah 3 hari anak saya mengalami demam yang disertai dengan diare. Anak juga tidak mau makan dan sering rewel. Kemarin diperiksa ke dokter dan demam sempat turun setelah diberikan obat penurun demam, namun esoknya suhu tubuhnya kembali naik dan intensitas diare semakin sering. Mohon penjelasannya.

    Terimakasih sebelumnya.

    Fases bayu berwarna gelap cenderung kehitaman

  • Oleh : destiana
  • 4 tahun, 3 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya ingin konsultasi nih saya punya anak usianya baru 4 bulan ketika buang air besar fasesnya berwarna gelap, mulanya berwarna hijau gelap makin kesini fasesnya cenderung kehitaman. Apakah itu normal bu bidan dan kebetulan anak saya minum sufor sama ASI cuma lebih banyak minum sufor daripada ASI. Mohon jawabannya

    Tanya Bidan