×

Tips Berhenti Merokok Untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

Bagikan Artikel :

Tips Berhenti Merokok Untuk Meningkatkan Kesuburan PriaBidan Online ,- Banyak para pria yang menganggap jika merokok merupakan hal yang sepele dan tidak mempengaruhi kesuburan. Namun untuk anda kaum pria yang ingin segera mendapatkan anak atau sedang menjalani program hamil berhenti merokok menjadi jalan yang sangat tepat. Ya merokok memang bukan hal baru bagi kaum pria pemandangan ini sudah menjadi hal yang biasa dan lumrah. Meskipun pada dasarnya banyak orang yang sangat menyadari jika merokok memang tidak baik bagi kesehatan salah satunya yaitu kesulitan mendapatkan anak. Hal itu di sebabkan karena rokok dapat mempengaruhi kesuburan pria dan wanita. Sudah banyak bukti ilmiah yang menyebutkan jika rokok memang sangat mempengaruhi kesuburan seseorang. Untuk kaum pria tentunya akan sangat berpengaruh terhadap jumlah dan kualitas sperma. Sedangkan untuk perempuan merokok menyebabkan penurunan kesuburan hingga 60%, menopause yang lebih cepat, hingga keguguran, bahkan untuk wanita yang sebelum hamilnya sudah menjadi perokok maka pada masa hamil makan tingkat keinginan merokok akan lebih meningkat. Dampak negatif rokok pada janin sangatlah berbahaya bisa menyebabkan kecacatan.

Agar mendapatkan momongan tentunya pola hidup yang sehat menjadi solusi yang sangat di anjurkan. Pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, juga berhenti merokok dan mengkonsumsi alkohol menjadi jalan terbaik. Salah satu masalah pria yang sangat sulit untuk di hentikan yaitu merokok. Roko memang memiliki kandungan nikotin yang cukup tinggi efeknya sama dengan heroin ataupun kokain dalam waktu yang lama dan sering maka akan menyebabkan kecanduan. Maka dari itu banyak para pria sangat sulit untuk berhenti merokok, sama halnya dengan zat adiktif lainnya berhenti merokok mengakibatkan beberapa gejala. Beberapa gejala yang di rasakan yaitu rasa cemas, pusing, depresi, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, frustasi, sakit kepala, mudah lelah dan banyak lagi.

Pria pecandu rokok memang di nilai memiliki jumlah sperma yang lebih rendah dan hal itu menyebabkan sel sperma sulit untuk membuahi sel telur. Tidak hanya itu kandungan tembakau memiliki efek buruk bagi kuantitas dan motilitas sperma dan dapat menyebabkan kemandulan. Untuk kaum pria yang sedang menjalani program hamil tentunya berhenti merokok akan sangat membantu. Kuantitas dan kualitas sperma akan mengalami peningkatan setelah anda berhenti merokok selama 6 minggu. Namun bagaimana tips untuk berhenti merokok, karena kebanyakan pria selalu gagal untuk berhenti merokok. Dan berikut ini beberapa tips berhenti merokok untuk meningkatkan kesuburan yang bisa anda coba.

Ketahui alasan berhenti merokok
Ya niat memang menjadi langkah awal untuk berhenti merokok secara total. Mengetahui pasti alasan anda berhenti merokok menjadi pondasi utama anda. Alasan tersebut akan sangat memotifasi anda untuk berhenti merokok secara total . Tidak cukup dengan hanya mengandalkan alasan” merokok tidak sehat ” anda bisa memantapkan alasan yang lebih kuat seperti karena ingin segera mendapat momongan, ataupun ingin hidup sehat lebih lama.

Menyadari bukan hal yang mudah
Berhenti merokok memang bukan hal yang mudah. Banyak kaum pria yang menyerah dalam menjalaninya. Ya memang kandungan nikotin yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan kecandukan seperti narkoba dan pada dasarnya banyak yang tidak kuat karena gejala kecanduan yang di rasakan. Terus berjuang dan melawan keinginan anda untuk merokok menjadi hal yang sangat di anjurkan. Intinya lebih dari pola pikir dan pengendalian diri.

Terapi nikotin
Nikotin merupakan zat adiktif yang memeberikan kesenangan bagi penggunanya. Berhenti merokok memang menyebabkan gejala depresi, frustasi, gelisah, dan mudah marah. Gejala tersebut tentunya mendorong keinginan merokok yang tidak tertahankan. Terapi nikotin terbukti dapat mengurangi keinginan anda untuk merokok. Sebuah studi menyebutkan jika permen karet ataupun permen pereda tenggorokan dapat membantu melawan nikotin.

Konsultasi denga dokter

Berkonsultaksi dengan dokter akan sangat membantu anda untuk lepas dari efek nikotin. Resep dokter biasa yang di berikan dapat mengurangi ketagihan merokok dengan cara kerja yaitu mengubah pola pikir otak yang di pengaruhi nikotin. Ada juga yang di berikan yaitu dapat mengurangi gejala adiksi nikotin.

Related Posts :

    Hindari pemicu keinginan untuk merokok
    Menghindari pemicu keinginan untuk merokok salah satunya yaitu minu alkohol. Alkohol menjadi penyebab utama yang mendorong seseorang untuk merokok. Tidak hanya itu kopi juga termasuk pemicu ingin merokok yang tidak bisa di hindari. Mengganti kopi dengan teh menjadi solusi yang sangat tepat.

    Olahraga dan konsumsi makanan sehat
    Olahraga di sinyalir dapat mengurangi ketagihan nikotin dan mengurnagi gejala adiksi nikotin. Tidak hanya dengan olahraga saja asupan makanan sehat akan sangat membantu. Bahkan sebuah study di Amerika Serikat menyebutkan jika mengkonsumsi sayur, buah, dan susu rendah lemak dapat membuat rokok menjadi tidak enak di lidah.

    Kendalikan stres
    Stres yang tidak terkendali memang membuat seseorang terjerumus pada obat-obatan terlarang ataupun orang yang teralalu lelah dan kurang tidur dapat memicu stres. Tingkat rendahnya stres menjadi alasan yang sangat banyak di katakan pecandu rokok. Jika terus berlanjut maka menyebabkan anda akan merasa depresi jika berhenti. Banyak cara untuk mengendalikan stres anda bisa melakukan yoga, mendengarkan lagu ataupun berjalan-jalan bersama keluarga.

    Beberapa tips berhenti merokok ini akan berhasil jika anda sendiri memiliki komitmen kuat, jangan cepat putus asa dan terus mencoba. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : September 3, 2016

    Pertanyaan Pengunjung :

    Kandungan

  • Oleh : Aldhinda Putrie
  • 3 bulan, 1 minggu yang lalu

    Dok mau bertanya saya sudah telat haid terakhir haid agustus tgl 25 agustus 2020 dan setelah itu saya tidak haid lagi dok dan pada tanggal 16 september muncul flek atau bercak darah yang sedikit dan hanya 2 hari . Tapi ketika di tespeck masih negatif , dan saya juga sudah mengalami gejala kehamilan sprti mual , sensitif , perubahan dan nyeri pada payudara
    Dok kenapa ya klo boleh tau?

  • Oleh : Aldhinda Putrie
  • Makanan yang dilarang untuk anak yang selesai sunat

  • Oleh : Iis ismayanti
  • 3 tahun, 6 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan, saya mau bertanya apakah ada pantangan makanan untuk anak yang saat ini baru sunat takutnya jika makan sembarangan akan berimbas pada luka sunat yang masih basah. Mohon penjelasannya trims.

    pengen cepat hamil

  • Oleh : albertag59
  • 3 tahun, 9 bulan yang lalu

    Mw tnya dok ,knpa ea sya sampai saat in blm jga mempunyai keturunan,brobat udah tp blm jga ad hasil a

    Nyeri payudara sebelah kanan

  • Oleh : Nadia Kartika
  • 7 bulan, 3 minggu yang lalu

    Ass. Dok saya mau tanya. Payudara saya sebelah kanan suka nyeri kadang nyut nyutan. Kata ahli bedah ini gapapa ga jahat. Tapi sampe sekarang masih sakit. Kenapa yaa. Makasih

    Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Super Aktif dan Ngga Mau Diam

  • Oleh : leticiabauer1
  • 4 tahun yang lalu

    Anak saya umurnya 5 tahun, dia tipe anak engga bisa di suruh diam atau bahkan malah ngga dengerin apa yang orang tua bilang. Saya sebagai orang tua kadang merasa kesal karena susah diatur dan bingung mesti ngapain. Apakah menurut bu bidan, tipe anak seperti ini bagus dalam tumbuh kembangnya? dan bagaimana sikap orang tua sebaiknya dalam menghadapi anak yang seperti ini?

    Tanya Bidan