×

Vagina Anda bengkak? Ini Penyebabnya!

Bagikan Artikel :

Vagina Anda bengkak? Ini Penyebabnya!

Pasti panik dong kalau vagina tiba-tiba bengkak, apalagi kalau disertai nyeri. Vagina bengkak tidak hanya muncul pada wanita hamil tapi bisa terjadi pada setiap wanita di usia berapa pun walaupun dalam keadaan tidak hamil. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal. Sebagian bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan dan bisa diatasi dengan perawatan ringan, namun sebagian penyebab lainnya perlu diwaspadai dan butuh penanganan medis. Vagina bengkak disebabkan oleh beberapa hal.

Penyebab Vagina Bengkak

  1. Alergi
    Tanpa disadari, berbagai produk perawatan pribadi ternyata bisa menjadi salah satu penyebab mengapa vagina Anda membengkak. Hal ini sangat mungkin terjadi karena vagina merupakan bagian tubuh yang cukup sensitif.
    Biasanya beberapa bahan yang bisa membuat vagina bengkak seperti sabun, pelumas, sabun vagina, pembalut, kondom, hingga alat kontrasepsi. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebab alergi.
  2. Infeksi jamur
    Salah satu gejala infeksi jamur vagina adalah pembengkakan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh jamur Candida albicans. Menurut dr. Prudence Hall, infeksi jamur vagina bisa terjadi saat Anda terlalu lama menggunakan celana atau legging yang lembap setelah berolahraga.
    Selain pembengkakan, infeksi jamur vagina biasanya menimbulkan berbagai gejala seperti rasa perih, sakit saat buang air kecil, sakit saat seks, kemerahan pada vagina, keputihan yang menggumpal dan berbau tak sedap dan lain-lain.
    Jika hal ini merupakan kali pertama Anda mengalami infeksi jamur, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Dokter biasanya akan meresepkan berbagai obat termasuk antijamur.
  3. Seks yang terlalu kasar
    Faktanya, hubungan seks dengan pasangan ternyata bisa membuat vagina membengkak. Biasanya kondisi ini terjadi saat vagina terlalu kering atau kurang pelumas. Gesekan yang keras dan dilakukan cukup lama bisa membuat vagina mengalami pembengkakan.
    Tak hanya itu, seks yang terlalu kasar juga bisa membuat kulit bagian dalam vagina robek. Jika dibiarkan, robekan ini bisa menjadi pintu masuk penyakit kelamin. Selain bengkak, kondisi ini juga biasanya ditandai dengan demam dan keputihan yang lebih banyak dari biasanya.
  4. Kehamilan
    Jika Anda sedang hamil dan menyadari vagina mulai membengkak, jangan khawatir. Pasalnya, tekanan pada panggul karena keberadaan janin di perut memang meningkatkan aliran darah ke bagian bawah tubuh termasuk vagina. Kondisi inilah yang membuat ibu hamil rentan mengalami bengkak di vaginanya.
    Tenang saja, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya saat Anda melahirkan. Namun, untuk meringankannya, Anda bisa berbaring dengan meninggikan kaki sehingga cairan dan darah tak berkumpul di bagian bawah tubuh termasuk vagina.
  5. Bacterial vaginosis
    Pertumbuhan bakteri jahat yang berlebih di vagina bisa menyebabkan bacterial vaginosis alias infeksi bakteri vagina. Kondisi ini biasanya menyebabkan pembengkakan, rasa gatal, terbakar, dan cairan berwarna keabuan dengan bau busuk yang menyengat.
    Beberapa kasus bacterial vaginosis bisa sembuh dengan sendirinya. Namun untuk membantu memulihkan kondisi, dokter umumnya meresepkan antibiotik dan obat-obatan antibakteri. Selain obat dari dokter Anda juga perlu menjaga kebersihan vagina secara teratur, salah satunya rutin mengganti celana dalam.
  6. Servisitis
    Servisitis adalah kondisi saat leher rahim mengalami peradangan. Biasanya servisitis muncul sebagai akibat dari penyakit menular seksual. Klamidia, gonore, dan trikomoniasis umumnya menjadi penyakit kelamin yang paling sering menyebabkan servisitis.
    Selain pembengakakan pada vagina, kondisi ini juga biasanya menyebabkan nyeri panggul, keputihan yang tidak normal, dan rasa sakit saat berhubungan seks. Untuk itu, jika Anda merasakan berbagai gejala tersebut belakangan ini, segera konsultasikan ke dokter.
  7. Kista
    Kista bartholin dan saluran Gartner bisa membuat vagina bengkak. Kista Bartholin muncul pada kelenjar Bartholin yang terletak di kedua sisi bawah lubang vagina. Terkadang, kelenjar ini juga bisa mengalami infeksi yang berisi nanah dan membentuk abses.
    Selain itu, kista juga bisa tumbuh di saluran Gartner, yaitu saluran yang terbentuk pada janin ketika organ kemih dan seksualnya berkembang. Jaringan sisa yang menempel dan tidak hilang setelah melahirkan di dinding vagina inilah yang kemudian berkembang menjadi kista. Meski tidak berbahaya, kista ini bisa menimbulkan masalah ketika tumbuh dan mengalami infeksi.
  8. Kanker vagina
    Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker vagina, yakni usia di atas 60 tahun, kutil di vagina (infeksi HPV) atau kelainan pada leher rahim.
    Kanker vagina bisa saja tidak bergejala, terutama pada stadium awal. Namun beberapa gejalanya bisa berupa benjolan atau bengkak di vagina, nyeri panggul, perdarahan dan nyeri setelah berhubungan seksual dan saat buang air kecil.

Penanganan Vagina Bengkak

Jika Anda mengalami vagina bengkak sebaiknya segera hubungi dokter spesialis kandungan. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk diketahui penyebabnya. Pengobatan bengkak pada vagina tergantung penyebabnya.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 24, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Keputihan

  • Oleh : Nela Nurlaela
  • 7 bulan, 2 minggu yang lalu

    Selamat pagi bu bidan. Nama saya nela nurlaela umur saya 19th saya mau tanya bu. Saya sedang keputihan tetapi warna aga kuning keijoan sedikit bentuknya encer ga terlalu kental banget terasa gatal juga dan saya juga baru habis menstruasi sekitar semingguan dari tanggal 19-25 dan sekarang lagi keputihan. Gimana cara mengatasinya ya bu. Terimakasih mohon jawaban nya😊

    Kehamilan

  • Oleh : Hilman Suhilman
  • 4 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan , Pada saat hamil 24 minggu dokter baru memberirahukan ke saya bahwa janin yang dikandung mengalami gangguan perkembangan. setelah saya kontrol 2 minggu kemudian dan dilakukan USG, dokter menyatakan janin saya tidak bernafas lagi, dan sepertinya sudah tidak ada sekitar 1 minggu. Yang ingin saya tanyakan apa penyebab gangguan pertumbuhan pada janin dan apakah bisa diketahui dari awal kehamilan?

    mual mual

  • Oleh : pluvio phile
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    saya h-1 mens melakukan hubungan intim. besoknya mens. dan skrg saya mual-mual dan sakit pinggang. apakah tanda hamil?trims

    Perbedaan Miom dan Kista Pada Wanita

  • Oleh : Mocil Ngocol
  • 4 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan. Saya mau tanya nih apakah miom dan kista termasuk penyakit kanker? dan apakah keduanya merupakan penyakit yang sama atau berbeda? jika berbeda, apa perbedaannya?
    Terimakasih bu bidan, mohon di jawab yah:)

  • Oleh : Mocil Ngocol
  • Menstruasi Setelah Melakukan Hubungan Suami Istri

  • Oleh : ALif AL Maun Yoyox
  • 4 tahun yang lalu

    Assalamualaikum Bu Bidan, Melakukan hubungan pasangan suami istri sebelum masa menstruasi itu apakah termasuk pada masa subur ? Tapi kalau setelah berhubungan intim lalu terdapat darah haid bagaimana, apa kemungkinan bulan besoknya saya bisa hamil atau harus melakan hubungan pasangan suami istri lagi bu ? Terima kasih sebelumnya.

  • Oleh : ALif AL Maun Yoyox
  • Tanya Bidan