×

Bahaya Penggunaan Kipas Angin Saat Tidur Malam

Bagikan Artikel :

Bahaya Penggunaan Kipas Angin Saat Tidur Malam

Kondisi lingkungan yang panas memang suka bikin tidur kurang nyenyak sehingga alternatifnya akan menggunakan kipas angin selama tidur. Tapi penggunaan kipas angin selama tidur ternyata tidak sehat lho. Pergerakan udara yang teramat cepat dengan menggunakan kipas dapat menguapkan air dari mulut dan saluran hidung. Hal ini jelas berbahaya karena dapat engeringkan mata, hidung dan mulut. Oleh karenanya, nyalakan kipas secukupnya jangan gunakan pada kecepatan tinggi. Sebab ketika Anda mulai tertidur dan malam semakin larut, suhu di luar semakin dingin dan ini akan berbahaya dan bisa menyebabkan sejumlah penyakit. Mulai dari kembung, masuk angin badan nyeri dan lain-lain.
Sebaiknya jaga jarak aman antara Anda dan kipas angin. Udara yang dingin mampu menyebabkan kontraksi otot dan bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

Akibat Penggunaan Kipas Angin Saat Tidur Malam

  1. Dehidrasi
    Dampak buruk pertama adalah dehidrasi. Ketika seseorang berada dalam ruangan dingin dalam waktu yang lama maka tubuh akan mengalami kekeringan. Ini akibat dari kerja udara dingin yang menyerap air dalam tubuh. Nah, apabila terjadi terus menerus sepanjang malam, maka kelembaban tubuh akan menurun sampai akhirnya kita merasa kehausan bahkan dehidrasi.
  2. Iritasi Sinus
    Saat menyalakan kipas angin, maka udara di dalam ruangan akan kering. Nah, udara kering inilah yang akan membuat selaput lendir dalam rongga hidung kering. Semakin kering selaput tersebut, maka produksi lendir akan semakin banyak. Kalau sudah begini lendir akan menyumbat saluran pernapasan dan akhirnya menyebabkan iritasi sinus.
  3. Leher Kaku
    Leher kaku bukan hanya akibat salah tidur, tapi juga pengaruh kipas angin yang menyala semalaman. Ini karena kipas angin mengeluarkan angin dingin yang bisa membuat otot leher jadi kencang. Otot yang kencang semalaman akan mengakibatkan leher dan bahu kaku bahkan kram, loh!
  4. Penyakit Bell Palsy
    Bell Palsy adalah penyakit dimana sistem syaraf wajah berubah menjadi tegang, sulit senyum, dan susah berekspresi. Hal ini diakibatkan suhu dingin yang fokus menerpa bagian wajah secara terus menerus sepanjang malam. Nah, kalau wajahmu terlalu lama terpapar udara dingin dari kipas angin, bisa saja kamu mengalami penyakit syaraf ini.
  5. Tubuh Kekurangan Oksigen
    Tubuh akan kekeurangan oksigen ketika arah kipas angin langsung ditujukan ke wajah. Dampaknya akan semakin buruk jika angin mengenai bagian hidung dan mulut di dalam ruangan yang tidak memiliki fentilasi. Alhasil, udara yang berputar-putar di dalamnya tidak diperbaharui, sehingga oksigen tidak dapat berfungsi dengan baik ketika dihirup tubuh kita.
  6. Kambuhnya Penyakit Asma
    Bagi kamu yang sudah memiliki penyakit asma atau mudah terkena alergi debu, kipas angin adalah benda yang wajib kamu jauhi. Kipas angin yang menyala biasanya akan menyedot debu di sekitar ruangan. Kalau kipas angin tak rutin dibersihkan, maka jangan heran kalau tenggorokanmu jadi gatal, batuk, dan mengalami gejala asma.
  7. Penyakit Gusi dan Gigi
    Setelah semalaman terpapar udara dari kipas angin, mulut dan tenggorokan biasanya menjadi kering. Jangan sepelekan, dalam jangka panjang hal ini bisa mengakibatkan masalah gusi dan gigi, loh. Mulai sekarang coba pelan-pelan kurangi kebiasaan tidur dengan kipas angin menyala ya. Dan jangan lupa tetap buka jendela atau pintu kamar saat menghidupkan kipas angin agar udara bisa berganti.
  8. Alergi debu
    Kesejukan kipas angin hanya sirkulasi udara yang hanya diputar di dalam ruangan saja. Tanpa disadari keberadaan kipas angin tidak ada pergantian udara, sehingga membuatmu menghirup kembali sisa pernapasan sendiri.
    Saat kamar tidak dapat menyaring udara dengan baik, kipas angin berpotensi menyebarkan bakteri, kuman bahkan virus lewat udara. Nah, jika kamu yang mengandalkan kipas angin di saat tidur maka tidak dianjurkan menggunakannya setiap hari.
    Jika kipas angin yang terus-terusan menyala, alhasil dapat menyedot debu di ruangan dan mengakibatkan debu-debu tersebut ke arahmu. Hal ini akan membuat tenggorokan terasa sakit, batuk-batuk hingga terserang asma karena alergi debu.
  9. Hipertermia
    Berlama-lama menggunakan kipas angin di malam hari mengakibatkan hipertermia. Kondisi hipertermia adalah ketika suhu tubuh berada di atas normal (36°C) dan terus berada di tingkatan yang lebih saat tubuh tidak mampu menahan suhu panas. Maka dari itu ketika cuaca sangat panas sebaiknya tidak menyalakan kipas angin di dalam ruangan yang tanpa adanya ventilasi udara. Buka semua jendela saat menyalakan kipas angin ya. Ketika jendela terbuka tubuh akan merespon dengan mengeluarkan keringat. Tetapi jika suhu ruangan lebih panas dibandingkan suhu tubuh, maka dapat meningkatkan tekanan panas pada tubuh atau terjadi hipertermia.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : August 2, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Kontrasepsi

  • Oleh : Diny Fahlevi
  • 1 bulan, 3 minggu yang lalu

    Bu mau tanya saya selama 2 tahun pakai kb 3 bulan awal2 pake kb biasa menstruasi setelah 5 bulan pakai kb 3 bulan saya tidak menstruasi sama sekali sampai sekarang jadi hampir satu tahun lebih tidak menstruasi lalu setelah anak saya 2 tahun saya ganti kontrasepsi kb 1 bulan sudah 2x tapi sampai sekarang belum juga haid apakah kondisi ini normal atau gimana karena setelah suntik kb 1 bulan perut bawah saya selalu sakit seperti mau keluar darah haid tapi ga kunjung keluar mohon bantuannya buu

  • Oleh : Diny Fahlevi
  • Keputihan

  • Oleh : Adelia Safa
  • 1 tahun, 6 bulan yang lalu

    Mau tanya nih, bagaimana ya cara alami mengobati keputihan yang terus menerus, padahal saya juga sudah mengganti celana dalam setiap hari, membasuh miss v setelah BAK, dan pokoknya mengikuti langkah seperti di internet. Soalnya kadang kadang keputihannya juga menimbulkan bau. Minta bantuannya ya. Terima kasih.

    Sulit makan MpAsi….,,

  • Oleh : THESSYA ULIANTRY
  • 2 tahun, 2 bulan yang lalu

    Assalamualaikum,, bu bidan sya ibu aan dari kasturi,, yg waktu mw lahiran di ibu ga jadi krna ibu sakit,, bu saya mau konsul,, bayi sya udh berumur 6bln jalan mau 7 bln,, tpi ia ada keluhan dlm pencernaan makanan, semenjak makan MPAsi ia suka mual2 dan muntah gak cocok hingga sampai kekurangan cairan akibat dehidrasi dan wktu itu ibu ngasih obat mual,, sampai asi pun di muntah kan tpi dri obat ibu, asi bisa masuk lagi.
    Dan skrng sya bingung , anaknya sudah mau makan bngt,, lalu sya kasih alternatif lain yg alami,, yaitu ubi/ boled,, lalu ia pun suka dn ga muntah alhamdulillah,, tapi bu ia skrng bab terus dan ada darah sedikit hari ini saja,, mungkin karena ada dua hal, sya makan pedas wktu kemarin atau krna makan ubi,, mohon solusi dari ibu…..,,

    Ciri Ciri Haid Selain Timbul Rasa Nyeri

  • Oleh : Silvia Rizkiana Sari
  • 4 tahun, 4 bulan yang lalu

    Siang Bu Bidan, saya kan biasanya Haid atau Menstruasi tanggal muda sekitar tanggal 7 dan 8 tapi sampai saat ini saya belum merasakan gejala-gejala akan timbul haid, tapi timbul jerawat yang terasa sangat nyeri, apa itu ciri-ciri dari haid juga ?
    Terimakasih

    Menstruasi tidak lancar

  • Oleh : Fitri Lestari
  • 1 bulan yang lalu

    Dok saya mau tanya saya sudah tidak menstruasi selama 3 bulan,saya masib lajang dan tidak pernah melakukan hubungan intim,terakhir saya menstruasi sebelum puasa tahun ini dan sampai sekarang saya belum menstruasi,bisa di jelaskan dok sebenar nya ini penyakit atau apa dan cara penyembuhan nya bagaimana.

  • Oleh : Fitri Lestari
  • Tanya Bidan