×

Bolehkah Penderita Stroke Aktif Melakukan Hubungan Seksual?

Bagikan Artikel :


Stroke merupakan salah satu penyakit yang banyak menimbulkan kecacatan dan kematian. Penderita stroke sebenarnya masih mempunyai keinginan atau hasrat seksual untuk memberikan kontribusi sebagai bentuk memenuhi tanggung jawab kepada pasanganya. Penderita stroke mengaku ingin melayani pasanganya.

Aktivitas seksual merupakan bagian integral kepribadian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, dan marupakan ekspresi serta pengalaman diri sebagai makhluk seksual. Penderita stroke mengalami perubahan dalam aktivitas seksual. Keterbatasan seksual disebabkan oleh malfungsi dari organ tubuh, seperti tidak berfungsi sebagai biasanya.

Manifestasi rangsangan seksual pada pria berupa ereksidan pada wanita berupa lendir vagina. Rangsangan pada penderita stroke masih berfungsi dengan baik, akan tetapi kadang membutuhkan waktu lama untuk menstimulasi rangsangan. Sebagian besar penderita stroke, perempuanlah yang lebih terpengaruh secara psikologis dan khawatir kondisinya memburuk jika melakukan hubungan seksual. Hal ini terjadi karena anggapan bahwa ia tidak dapat lagi melakukannya dan tidak akan mengalami orgasme. Padahal ini tidak benar.

Faktor Fisik Mempengaruhi Seksualitas Penderita Stroke

Faktor fisik mempunyai peranan yang sangat penting dalam aktivitas seksual. Faktor fisik yang berperan adalah pembuluh darah, hormonal, neuromuskular dan umur. Kondisi fisik yang terganggu kemungkinan besar akan mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan seksualitasnya. Hal ini kemungkinan besar akan terjadi pada penderita stroke, sehingga pasangan membutuhkan kesabaran dalam melakukan rangsangan.

Faktor Psikis Mempengaruhi Seksualitas Penderita Stroke

Faktor psikis sangat penting dalam melakukan hubungan seksual. Faktor psikis meliputi perasaan seperti rasa cemas, malu, depresi dan konflik dalam hubungan pribadi. Penderita dengan psikis yang baik tidak akan takut melakukan aktivitas seksual, sebaliknya takut dan cemas jika terjadi sesuatu seperti takut tidak orgasme, takut tidak mampu memuaskan pasangan, kekakuan dll.

Bolehkah Penderita Stroke Melakukan Hubungan Seksual?

Pemahaman mengenai adanya larangan melakukan hubungan seksual pada penderita stroke itu tidak benar. Sebenarnya hubungan seks tidak kontraindikasi dengan penderita stroke. Dorongan seksual biasanya tidak terpengaruh, terutama bagi laki-laki. Dorongan seksual dan keinginan melakukan hubungan seksual masih ada.

Penderita stroke masih memiliki gairah dan boleh untuk berhubungan seksual. Asalkan penderita stroke harus teratur minum obat. Jika teratur minum obat ditengah aktivitas hubungan seksual, maka akan aman-aman saja. Sebab sistem syaraf saat aktivitas seksual terjadi akan membuat tekanan darah meningkat dan mempercepat detak jantung.

Gangguan Fungsi Seksual pada Penderita Stroke

Alat kelamin penderita stroke tidak lumpuh. Kecuali, jika stroke yang dialami sangat parah dan mempengaruhi otak dan seluruh sisi kiri otak, serta tidak dapat lagi mengerti apa yang dibicarakan orang lain.
Umumnya ada beberapa gangguan fungsi seksual pada penderita stroke. Misalnya seperti gangguan ereksi atau ejakulasi (pada pria) serta berkurangnya kebasahan/lubrikan vagina dan menurunnya energi untuk melakukan hubungan seksual (pada wanita).

Hubungan Seksual yang Aman pada Penderita Stroke

1. Perilaku yang mengalami perubahan tergantung pada kerusakan otak

Adanyam kerusakan pada otak kanan akan menyebabkan yang bersangkutan impulsif atau kaku sehingga mengganggu fungsi seksual. Saat terjadi hal ini, maka perlu menambah konsentrasi. Jika yang mengalami kerusakan adalah otak kiri, maka yang bersangkutan akan menjadi sangat berhati-hati dalam berhubungan seks. Sehingga terkesan yang bersangkutan ragu-ragu dan menjadi sangat lambat gerakannya. Untuk itu, pasangannya perlu memberi semangat untuk membantu pendertia stroke meningkatkan keberaniannya dalam melakukan hubungan seksual.

2. Adanya perubahan emosi yang cepat

Karena pasien stroke memiliki perubahan emosi yang cepat, maka pasangan jangan menanggapinya sebagai sesuatu yang bersifat pribadi. Konsultasikan pada para ahli bila muncul depresi gairah seks.

3. Kelumpuhan atau kehilangan rasa dapat mengganggu kegiatan seks

Saat bagian-bagian tubuh tak lagi sesensitif seperti sebelum terserang stroke, jangan putus asa mencari bagian tubuh yang masih sensitif. Selain itu patut dicoba merangsang bagian tubuh yang kehilangan sensitivitasnya. Berikanlah waktu yang lebih lama saat perangsangan. Dengan demikian, diharapkan sensasi di bagian tubuh yang kehilangan sensitivitas bisa muncul lagi.

4. Menggunakan posisi hubungan seksual yang menyenangkan

Perlu mengeksplor posisi hubungan seksual seperti apa yang menyenangkan keduanya dengan konsisi salah satu pasangan adalah pasien stroke. Dengan posisi yang paling cocok dan nyaman maka tidak akan mengurangi keleluasaan gerak. Jika sang suami adalah pasien stroke, maka peran istri untuk lebih aktif di ranjang tentu lebih dibutuhkan. Demikian pula sebaliknya.

Related Posts :

    5. Kejang otot mungkin terjadi sewaktu berhubungan seks

    Kejang otot saat bercinta mungkin terjadi. Terkadang memang menakutkan, akan tetapi tidak berbahaya, sehingga aktivitas seks dapat terus dilanjutkan.

    6. Pada keadaan tertentu bisa menggunakan vibrator

    Alat bantu seks bisa digunakan dalam keadaan tertentu asal dengan petunjuk dokter.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 20, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Cara Membujuk Anak Mau Minum Obat

  • Oleh : Dayat Ya Hidayat
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya. Bagaimana caranya supaya anak mau minum obat tanpa paksaan ? Anak saya sudah berusia 6 tahun masih saja menolak minum obat ketika ia sakit. Metode mencekoki obat ke mulutnya tak mempan, yang ada obat keluar lagi. Mohon solusinya bu. Terimakasih

  • Oleh : Dayat Ya Hidayat
  • Kesehatan vital

  • Oleh : Putra Inhil
  • 3 bulan, 1 minggu yang lalu

    Permisi buk bidan, saya pernah baca artikel yang menjelaskan tentang bahaya masturbasi pada pria, saya sering melakukan masturbasi, tetapi jika saya berhenti masturbasi, apakah semua akan kembali normal?

    Sering merasa nyeri dan geli

  • Oleh : Dini sulistyorini
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Pagi bu.
    Usia kandungan saya 17minggu. Saya sering merasakan nyeri kadang merasa geli dibagian bawah perut bawah, itu kenapa yah bu?
    Mohon penjelasannya.

    Kehamilan

  • Oleh : stepanie6022
  • 11 bulan, 3 minggu yang lalu

    selamat pagi,

    saya hidayat,
    istri saya haid tanggal 5 Juni berkahir 16 Juni 2018
    lalu saya berhubungan dengan istri saya terakhir 25 Juni
    lalu apakah istri saya dapat hamil jika saya berhubungan di tanggal tersebut?

    karena saya saat ini sedang keluar kota
    dikhawatirkan terjadi kejadian yang tidak menyenangkan oleh istri saya

    mohon jawabannya Ibu Bidan

    salam,
    hidayat

    Keputihan terus menerus

  • Oleh : Fithrotun Najihah
  • 1 bulan, 4 minggu yang lalu

    Assalamualaikum. Bu saya ingin menanyakan perihal keputihan. Saya keputihan semenjak saya duduk di krlas dua SMA itu hampir tiap hari. Sampai sekarang di waktu umur saya 24 juga masih mengalami hal yang sama. Saya sangat takut. Kadang keputihan itu warna putih kadang kekubingan mau ke hijauan. Kadang banyak dan berbau. Kadang tidak dok. Apa itu hal yg masih wajat atau bagaimana. Terus kalau mau di memeriksa biasanya di dokter spesialis apa dok. Terimakasih

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan