×

Deteksi Kanker Payudara dengan SADARI

Bagikan Artikel :

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit menakutkan bagi kaum wanita. Walaupun kini sudah ada pengobatan terbaik, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya perhatian dari kaum wanita dalam memahami kanker payudara guna menghindarkan diri dari serangan kanker payudara serta cara melakukan deteksi sejak dini.

Kesadaran akan pentingnya memahami penyakit kanker menjadi sangat penting, sebab pengenalan dan pemahaman sejak dini akan mampu mendeteksi dini setiap gejala penyakit pada payudara, sehingga penyakit kanker payudara bisa ditangani sejak dini. Jika sudah terdeteksi sejak dini penanganannya pun efektif dan efesien, sehingga tidak terlalu membahayakan dan bahkan bisa ditangani secara tuntas.

Kemungkinan timbulnya benjolan pada payudara sebenarnya dapat diketahui secara cepat dengan pemeriksaan sendiri. Istilah ini disebut dengan SADARI, yaitu pemeriksaan payudara sendiri. Sebaiknya pemeriksaan sendiri ini dilakukan secara berkala, yaitu satu bulan sekali. Ini dimaksudkan agar mampu mengantisipasi secara cepat jika ditemukan benjolan pada payudara.

Untuk menemukan gejala awal kanker payudara dapat di deteksi sendiri oleh kaum wanita, jadi tidak perlu seorang ahli untuk menemukan awal kanker payudara. Secara rutin wanita dapat melakukan metode SADARI dengan cara memijat dan meraba seputar payudara untuk mengetahui ada atau tidaknya benjolan di sekitar payudara sendiri.

Tujuan SADARI

Tujuan dari pemeriksaan payudara sendiri adalah untuk mendeteksi secara dini gejala kanker payudara secara individu. Masih banyak wanita yang belum menyadari pentingnya mereka melakukan pemeriksaan dini terhadap payudaranya. Dalam kenyataan sehari-hari banyak wanita datang ke dokter setelah mereka menyadari adanya benjolan yang terus membesar dan dibiarkan saja, dengan alasan ekonomi. Alasan keuangan yang tidak memadai, membuat mereka enggan memeriksakan diri ke dokter. Namun, beberapa wanita yang peduli dengan kesehatan payudaranya memeriksakan payudaranya sejak dini ke dokter atas kesadaran mereka sendiri. Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya benjolan di sekitar payudara, sebaiknya sesegera mungkin dikonsultasikan ke dokter. Hal ini perlu dilakukan karena tidak semua benjolan yang timbul disekitar payudara adalah kanker. Semakin cepat dikonsultasikan ke dokter semakin cepat pula bisa di pastikan benjolan tersebut kanker atau bukan. Selain itu, semakin cepat pula bisa dilakukan pengobatan.

Waktu Melakukan SADARI

1. Pemeriksaan payudara sendiri dapat dilakukan pada wanita yang telah memiliki siklus menstruasi dan wanita yang telah mengakhiri siklus menstruasi (menopause).

Related Posts :

    2. Sebaiknya pemeriksaan sendiri ini dilkukan secara berkala, yaitu satu bulan sekali. Ini dimaksudkan agar dapat mengantisipasi secara cepat jika ditemukan benjolan pada payudara.

    3. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan antara 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi. Sebab, saat itu kepadatan payudara sedang berkurang. Untuk yang telah menopause, lakukan SADARI pada tanggal yang sama setiap bulan atau tiga bulan sekali.

    Cara Melakukan SADARI

    a) Pada tahap awal, lepas semua pakaian atas, lalu berdiri di depan cermin dengan posisi kedua tangan lurus kebawah. Perhatikan seluruh bagian kedua payudara dengan seksama.

    b) Pastikan ada tidaknya perubahan yang tampak, baik bentuk maupun ukuran payudara. Hanya wanita bersangkutan yang lebih memahami jika ada perubahan bentuk maupun ukuran pada payudaranya.

    c) Angkat kedua tangan keatas hingga lurus. Perhatikan kembali seluruh bagian payudara. Pastikan ada tidaknya perubahan yang tampak seperti adanya tarikkan di sekitar payudara atau adanya kerutan di kulit payudara.

    d) Pada kondisi berdiri sempurna dengan tangan lurus di samping badan, pijat atau tekan secara perlahan-lahan payudara sebelah kiri tepat di sekitar puting susu dengan tangan kanan, sedangkan payudara sebelah kanan dengan tangan kiri.

    e) Pijatlah seluruh payudara anda dari atas sampai bawah, kiri dan kanan.

    f) Setelah itu pijat juga dari tulang pundak sampai bagian atas perut dan dari ketiak sampai belahan payudara.

    g) Buatlah pola memutar untuk memastikan anda sudah memijat seluruh payudara anda.

    h) Mulailah dari puting, buat gerakan memutar semakin lama semakin besar sampai anda mencapai bagian tepi payudara.

    i) Anda juga dapat membuat gerak naik turun, gerakan ini bagi sebagian besar wanita dianggap lebih efektif.

    j) Pastikan anda merasakan seluruh jaringan payudara dari depan (puting) sampai bagian belakang.

    k) Pakailah pijatan-pijatan yang sesuai dengan anatomi payudara yaitu pijatan ringan untuk kulit dan jaringan tepat dibawah kulit, pijatan sedang untuk bagian tengah payudara dan pijatan kuat untuk jaringan dalam payudara.

    l) Saat anda mencapai jaringan dalam payudara, anda harus dapat merasakan tulang iga anda.

    m) Pastikan ada tidaknya cairan ( bukan air susu ) yang keluar dari puting susu.

    Kenapa Harus Sadari untuk Mendeteksi Kanker Payudara?

    Gejala klinis kanker payudara bisa berupa adanya benjolan pada payudara yang tidak terasa nyeri. Semula, benjolan itu kecil. Lama-kelamaan benjolan ini semakin besar, lalu melekat pada kulit, sehingga menimbulkan perubahan pada kulit payudara dan puting payudara.

    Itulah yang membuat puting payudara tertarik kedalam (retraksi), serta berwarna merah muda atau kecoklatan sampai menjadi oedema, sehingga terlihat seperi kulit jeruk, mengerut, atau timbul borok pada payudara. Semakin lama, borok membesar dan mendalam. Inilah yang akan menghancurkan seluruh payudara. Jika benjolan payudara terdeteksi saat volumenya masih kecil maka peluang dalam kesembuhan semakin besar.

    Keadaan Payudara dan Puting yang Sehat

    Payudara normal adalah payudara dengan bentuk sempurna tanpa perubahan bentuk dan pembengkakan. Payudara yang bermasalah jika; kulit mengkerut, terjadi lipatan, ada tonjolan, puting berubah posisi biasanya seperti tertarik kedalam, kemerahan, nyeri, dan ruam-ruam atau bengkak. Puting yang baik yaitu jika anda tidak menyusui maka tidak akan keluar cairan apapun. Namun jika anda menyusui akan mengeluarkan ASI tentunya. Puting yang bermasalah adalah puting yang mengeluarkan cairan berwarna kuning bercampur darah dan mengoreng.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 23, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Program Hamil

  • Oleh : Uchi Susilawati
  • 2 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat siang Dok. Saya sudah menikah kurang lebih 2 tahunan. Sampai saat ini saya belum hamil juga. Memang dulu saya sempat merasakan haid yang tidak biasanya saya rasakan. Saat ini, saya sedang bekerja di pabrik dan meraskan haid yang tidak biasanya saya rasakan yang membuat saya lemas dan bahkan mengeluarkan gumpalan darah sebesar ati aya. Yang saya mau tanyakan itu berpengaruh tidak dengan masalah kehamilan? soalnya sampai sekarang saya belum hamil juga, padahal sami saya sudah ingin segera memiliki keturunan

    Keputihan saat hamil apakah berbahaya?

  • Oleh : siti khodijah
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya mau tanya apakah keputihan saat hamil bebahaya bagi janin? Saat ini saya sedang hamil 7 bulan. Pada awal kehamilan saya mengalami keputihan berwarna putih susu yang lmyan banyak, sudah di periksakan ke bidan katanya normal-normal saja. Namun beberapa minggu kemudian keputihan yang keluar berubah warna menjadi kuning dan kehijauan serta gatal. Apakah itu termasuk ciri-ciri keputihan abnormal? Mohon jawabannya.

    usia kehamilan sudah hampir lebih dari 9 bulan tapi bayi belum lahir

  • Oleh : salsa amelia
  • 5 bulan, 3 minggu yang lalu

    selamat siang ibu bidan, adik saya sedang mengandung dan sekarang kehamilannya sudah mau 10 bulan, tapi kok belum ada tanda-tanda melahirkan ya? menurut ibu saya, katanya adik saya ini mungkin hamil anak laki-laki, saya tidak tau itu benar atau ngga, tapi saya ingin mengetahui kebenaran tentang kondisi menurut ibu bidan. apa ngga masalah atau ada hal yang perlu diperiksakan lagi? itu saja, saya tunggu jawabannya

    Infertilitas sekunder

  • Oleh : Aisyah Putri Setiawan
  • 5 bulan, 1 minggu yang lalu

    Hallo bu bidan.. usia saya 35 thn dan sudah memiliki anak berusia 10 tahun yang lahir di tahun 2006, pada tahun 2008 saya hamil kembali tapi janin tidak berkembang dan harus kuret. Setelah kuret saya langsung pakai KB spiral selma 6 tahun. Dan sudah 2 tahun berjalan saya sudah lepas KB nya. Pertanyaan saya bu bidan, apakah saya termasuk kategori infertilitas sekunder karna sampai saat ini kehamilan belum terjadi kembali bu bidan. Terima kasih

    Sperma Kosong, Apakah Normal ?

  • Oleh : Santana jaya
  • 5 bulan, 2 minggu yang lalu

    Assalamualaikum Bu Bidan, saya Melia Rasya. Saya dan suami saya sudah menikah hampir satu tahun dan kami juga belum memiliki anak atau saya bahkan belum mengandung. Saya sudah di cek ke dokter dan hasilnya baik, tapi suami saya tidak mau di cek ke dokter dan setiap kami melakukan hubungan, sperma suami saya kosong bu bidan, apa itu wajar ?

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan