×

Infeksi Listeriosis Saat Hamil dan Cara Menghindarinya

Bagikan Artikel :

Curhat Bidan | Ada beberapa jenis infeksi yang bisa dialami oleh ibu hamil selama kehamilannya, salah satunya yaitu infeksi Listeria atau lebih dikenal dengan Listeriosis. Infeksi Listeriosis disebabkan oleh adanya bakteri yang dinamakan dengan Listeria Monocytogenes, infeksi ini memanglah sangat jarang terjadi, tetapi infeksi ini sangat memungkinkan menyerang pada ibu hamil. Untuk itu Bunda yang sedang hamil sebaiknya mewaspadai jenis infeksi ini, khususnya bago bunda yang telah memasuki usia trimester akhir. Pada umumnya infeksi ini menyerang pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak terjaga dengan baik.

Penderita HIV dan Kanker merupakan prioritas utama dari infeksi listeriosis, karena penderita tersebut memiliki sistem kekebalan tubuh yang rentan. Infeksi listeriosis ini banyak ditularkan melalui tanah dan air. Bagi Bunda yang sedang hamil, bisa tertular infeksi ini melalui jenis makanan yang dikonsumsi, misalkan daging yang telah dibekukan, susu, keju, serta beberapa jenis makanan lainnya yang cukup terbuka dan lebih mudah dihinggapi berbagai mikroorganisme seperti bakteri ataupun virus.

Ada gejala umum yang dialami penderita infeksi listeriosis diantaranya akan mengalami gejala sebagai berikut :

  • Demam
  • Muntah
  • Lesu
  • Sulit Bernafas
  • Tidak Nafsu Makan
  • Mengalami Diare

Sedangklan bagi Bunda yang sedang hamil yang terinfeksi atau menderita Listeriosis akan mengalami gejala seperti flu ringan, dll. Pasalnya kondisi terburuk yang bisa dialami penderita infeksi Listeriosis ini akan berdampak pada kehamilan Bunda, antara lain :

Related Posts :

    Infeksi listeria / Listeriosis dapat menyebabkan berbagai infeksi lain termasuk Gastroenteritis yang bisa ditandai dengan muntah dan diare. Bagi Bunda yang sedang hamil sebaiknya bisa menjaga kondisi kekebalan tubuh Bunda dengan mengkonsumsi makanan yang sehat serta berbagai jenis makanan lain yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, dengan cara seperti ini Bunda tentunya bisa mencegah resiko dari infeksi Listeria terjadi pada saat Bunda sedang hamil.

    Listeriosis

    Cara Menghindari Infeksi Listeriosis Saat Hamil

    Bagi Bunda yang sedang hamil dan didiagnosa menderita infeksi Listeriosis akan mendapatkan penanganan medis berupa pemberian antibiotik melalui keteter intravena (IV). Penanganan tersebut berlangsung cukup lama yaitu berkisar 10 hari dan bisa dilakukan di rumah atau di klinik. Beberapa tindakan pencegahan alami yang bisa Bunda yang sedang hamil lakukan suoaya terhindar dari resiko terinfeksi Listeriosis ini bisa Bunda lakukan dengan beberapa cara dibawah ini :

    1. Pastikanlah makanan yang akan Bunda makan selalu dimasak terlebih dahulu, khususnya daging serta telur. Proses memasaknya juga harus benar-benar dalam keadaan matang secara keseluruhan pada suhu yang sesuai untuk menghilangkan bakteri atau virus yang ada pada makanan tersebut. Makanan yang setengan matang masih bisa beresiko terjangkit virus atau bakteri yang menyebabkan timbulnya penyakit infeksi Listeriosis. Sebaiknya Bunda sendiri yang mengolah makanan dan memasak makanan tersebut, dan hindarilah makanan cepat saji.
    2. Kebersihan makanan haruslah tetap terjaga dengan baik. Buah atau sayuran yang Bunda beli jangan langsung dikonsumsi, seperti buah apel dll. Cucilah terlebih dahulu dengan pembersih khusus untuk buah supaya virus dan bakteri yang menempel dapat hilang. Bunda juga isa mengupas kulit dari buah dan sayuran tersebut sebelum dikonsumsi. Bagi Bunda yang sedang hamil sebaiknya menghindari mengkonsumi buah langsung dengan kulitnya.
    3. Apabila Kondisi tubuh Bunda saat hamil menurun, maka sebaiknya Bunda menghindari mengkonsumsi makanan dengan bahan keju, terkecuali makanan tersebut memang memiliki label khusus yang menjelaskan bahwa keju tersebut terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi. Akan tetapi, lebih baik Bunda menghindari saja mnegkonsumsi keju.
    4. Hindarilah susu yang belum di pasteurisasi, dan pilihlah susu yang sudah melalui proses pasteurisasi. Pastikan susu tersebut didinginkan dalam suhu yang kurang dari 40 derajat fahrenheit atau kurang dari 4 derajat celcius. Jangan asal memilih makanan dengan kandungan susu, Bunda harus pastikan susu yang terkandung dalam makanan tersebut telah dipasteurisasi dengan baik.
    5. Kebersihan merupakan hal yang paling penting untuk Bunda jaga selama kehamilan. Kebersihan bukanlah hanya makanan, tetapi juga tubuh Bunda sendiri. Untuk itu sebelum Bunda maka atau mengolah makanan untuk dimasak sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu. Peralatan makan dan memasak juga harus dibersihkan dengan sangat baik.
    6. Apabila Bunda ingin mengkonsumsi bahan makanan kaleng, maka pastikan bahan makanan tersebut Bunda masak terlebi dahulu sampai benar-benar matang. Karena, makanan kalengan tentu tidak terjamin kebersihannya. Jadi, supaya berbagai jenis mikroorganisme yang ada di dalamnya mati, sebaiknya Bunda masak terlebih dahulu.

    Listeriosis bisa menginfeksi plasenta, cairan ketuban, dan dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir dalam keadaan meninggal. Walaupun bayi yang terinfeksi Listeriosis dapat bertahan hidup, masih ada kemungkinan akan lahir secara prematur. Bayi setelah dilahirkan biasanya akan mengidap masalah seperti infeksi darah, kesulitan bernafas, demam, luka pada kulit, lesi pada beberapa organ dan infeksi pada sistem saraf pusat seperti meningitis.

    Adapun kasus dimana bayi yang baru dilahirkan terlihat sehat pada awalnya dan baru akan menampakkan gejala infeksi yang biasanya meningitis seminggu / beberapa minggu pasca persalinan. Peristiwa ini disebut dengan “Late-onset listeriosis” yang kemungkinan besar terjadi karena bayi terinfeksi selama kehamilan dan persalinan. Hal ini dikarenakan, Bunda yang sedang hamil dan terinfeksi Listeriosis menjadi memiliki banyak bakteri yang berkumpul di mulut rahim, saluran cerna, vagina atau bayi terinfeksi Listeria dari transmisi lain yang bukan bersumber pada sang bunda. Sayangnya bayi yang terinfeksi bakteri ini kebanyakan meninggal atau mengalami dampak kesehatan jangka panjang.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : October 12, 2016

    Pertanyaan Pengunjung :

    kesuburan

  • Oleh : Nenden Mustika
  • 3 tahun, 1 bulan yang lalu

    Ibu saya ingin bertanya,,saya ingin sekali mempunyai momongan,apakah menstruasi saya di katakan normal kalau bulan
    januari menst tgl 10
    Febuari menst tgl 10
    Maret menst tgl 11 karena selama sebelum menikah dan sudah menikah jadwal menst saya tanggal tdk pernah berubah ubah,,terimakasih banyak atas jawabannya..

    Bayi Usia 1 Bulan Terkena Pilek

  • Oleh : mahdi
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Siang dok. Saya Shelly. Anak saya yang berusia 1 bulan terkena pilek tapi tidak panas. Ada batuk sedikit jika sedang menyusui saja. Bagaimana cara menanganinya ? Apa perlu saya periksakan ke dokter ?

    Tentang Badan

  • Oleh : Maulana 06
  • 8 bulan, 1 minggu yang lalu

    Assalamualaikum Ibu

  • Oleh : Maulana 06
  • tumbuh gigi saat lahir

  • Oleh : Jasmine Putri Mustofah
  • 3 tahun, 7 bulan yang lalu

    Anak saya lahir sdh memilki dua gigi bawah, dan pada saat usia 5 bulan gigi nya patah dan sampai sekarang usia anak saya 11 bulan sisa gigi itu masih ada. Pertanyaan saya tidak masalah kah sisa gigi tersebut dan apakah dengan sendiriny gigi tersebut bisa tanggal sendiri.

    Kanker ovarium pada wanita remaja

  • Oleh : Rhiyad Suhpriatin
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saya mau tanya Apakah kanker ovarium ini bisa menyerang wanita atau remaja berusia 20 tahunan? Sebab beberapa dari gejalanya dialami? Terimkasih.

    Tanya Bidan