×

Tingkatkan Frekuensi Berpelukan Untuk Menjaga Kesehatan

Bagikan Artikel :

Salah satu manfaat pelukan dan ciuman adalah menurunkan kadar kortisol. Ketika anda mencium atau memeluk seseorang, tubuh akan memproduksi bahan kimia yang disebut oksitosin, yang akan menurunkan denyut jantung dan tingkat kortisol dalam tubuh. Pelukan adalah sebuah terapi yang ampuh untuk menyembuhkan aneka penyakit. Penelitian mengatakan seperti informasi yang dilansir dari Mindbodygreen bahwasannya memeluk sangat efektif dalam menyembuhkan depresi, kecemasan, dan salah satu tips menghilangkan stress dan beberapa penyakit yang erat kaitannya dengan stres.

Berpelukan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Tekanan lembut pada tulang dada dan timbulnya efek emosional merangsang kerja kelenjar timus, yang berfungsi untuk mengatur dan menyeimbangkan produksi sel darah putih dalam tubuh. Seperti sudah diketahui, sel darah putih berfungsi untuk melindungi tubuh dari agen asing, menjaga agar tetap sehat, dan mencegah penyakit.

Memeluk juga dapat menjadi sebuah cara untuk meningkatkan, keberanian, harga diri seseorang dan mengurangi nyeri. Dengan berpelukan, maka sirkulasi darah ke jaringan akan meningkat. Hal ini bisa mengurangi rasa sakit yang sedang dirasakan dan membuat tubuh menjadi lebih rileks. Dengan efek rileks tersebut, irama jantung yang tak teratur akan menjadi lebih membaik.

Pelukan yang disertai pijatan juga dapat membantu meningkatkan produksi sel darah putih yang befungsi melawan infeksi. Dalam kondisi seseorang sedang sedih, takut, kesal atau kecewa, sebuah pelukan bisa memberi rasa nyaman dan aman. Saat sahabat atau pasangan Anda tengah menghadapi masalah, berikan dia pelukan sehingga mereka bisa merasa lebih tenang.

Manfaat Pelukan pada Kesehatan

1. Berpelukan dan berciuman akan mengurangi stress

Ternyata pada saat berpelukan dan ciuman secara otomatis tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon endorfin dan jugan oksitosin. Kedua hormon ini akan saangat berpengaruh pada tingkat stress. Anda yang biasanya hidup penuh tekanan karena pekerjaan di kantor perlu mempraktekkan hal ini. Tubuh akan merelase hormon endorfin dan oksitosin yang merupakan hormon penenang dan kebahagiaan. Sehingga memeluk dan mencium akan mengurangi stres dan meringankan beban perasaan anda.

2. Menghilangkan sakit kepala

Pelukan dan ciuman mampu menyembuhkan sakit kepala dan migrain. Sakit kepala biasanya diakibatkan oleh tegangnya syaraf di kepala adanya pikiran atau beban kerja yang tinggi. Saat sedang sakit kepala dan anda memeluk orang yang anda sayangi maka otomatis syaraf-syaraf yang ada di otak menjadi lebih rileks dan tenang. Hal tersebut secara lanjut akan membuat sakit kepala yang anda rasakan mereda dan bahkan menghilang.

3. Membantu Mengurangi Berat Badan

Berpelukan dan berciuman dengan pasangan Anda akan dapat membantu Anda mengurangi berat badan yang berlebih. Kadar hormon kortisol yang tinggi dalam tubuh bertanggung jawab meningkatkan berat badan, stress, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Dengan memeluk dan mencium pasangan tubuh akan memproduksi hormon lain yang disebut oksitosin yang dapat menurunkan kortisol. Sehingga tindakan penuh cinta kasih ini disebut-sebut membantu menurunkan berat badan dengan cepat.

4. Berpelukan dapat menyehatkan jantung

Sebuah penelitian dari Brigham Young University di Salt Lake City menemukan bahwa berpelukan bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi Anda. Karena memeluk bisa memicu produksi hormon positif yang juga membawa efek baik bagi kesehatan tubuh. Pada saat berpelukan dan berciuman maka detak jantung anda akan secara otomatis melambat sehingga mengakibatkan anda menjadi lebih rileks dan nyaman.

5. Berpelukan juga mampu mengurangi nyeri haid.

Jika sedang merasakan nyeri haid. Cobalah untuk memeluk pasangan, kerabat atau sodara untuk mengurangi nyeri.

6. Pelukan pada anak bermanfaat pada tumbuh kembang.

Jangan sampai kita mempercayai pendapat bahwa anak yang sering dipeluk akan tumbuh menjadi anak yang cengeng dan manja. Sebaliknya, bayi atau anak yang sering disentuh atau dibelai orang tuanya akan tumbuh menjadi seseorang yang penyayang, tubuhnya menjadi lebih sehat, dan percaya diri.

7. Memerangiflu

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Carnegie Mellon, memeluk seseorang bisa membantu mengurangi flu. Pelukan efektif dalam melindungi orang dari infeksi virus. Pelukan bisa membantu mengatasi flu dan melindungi sistem kekebalan tubuh, karena terciptanya emosional yang baik.

8. Menurunkankadar tekanan darah

Pelukan membuat kadar oksitosin naik. Hormon ini berperan penting dalam mengurangi kortisol dalam tubuh, sehingga menurunkan tingkat tekanan darah. Selain itu, ketika seseorang memeluk, ada sejenis reseptor tekanan yang ada di kulit menjadi aktif. Reseptor tersebut mengirimkan sinyal ke saraf otak yang menurunkan tekanan darah.

9. Membakar kalori

Memeluk orang yang dicintai membakar sekira 12 kalori. Berarti setiap kali memeluk seseorang, Anda membakar kalori yang akhirnya menjaga berat badan.

10. Tingkatkan daya ingat

Hormon oksitosin akan dilepaskan ke dalam aliran darah saat berpelukan. Aliran darah ke otak pun menjadi lancar dan bisa meningkatkan daya ingat. Hal ini pun bermanfaat hingga tua nanti bisa terhindar dari risiko alzheimer dan demensia jika sering melakukan pelukan. Pada lanjut usia yang sering melakukan pelukan akan mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, lebih muda, terbebas dari depresi. Pelukan dapat menyembukan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali disebabkan oleh rasa frustasi, marah, dan depresi.

11. Membuat kehibupan terasa bahagia

Berpelukan juga dapat meningkatkan produksi hormon serotonin. Hormon ini berfungsi untuk mengatur suasana hati atau mood dan membuat Anda merasa bahagia. Dengan berpelukan, kita melepaskan senyawa kimia seperti oksitosin yang dapat menciptakan perasaan bahagia dan sehat. Selain itu, memeluk juga dapat membuat Anda lebih bahagia, jauh lebih tenang, kharismatik bahkan dapat mengurangi stres, serta rasa gugup dan panik saat Anda akan berbicara di depan umum.

Frekuensi Berpelukan untuk Kesehatan

Para ahli merekomendasikan minimal delapan pelukan sehari untuk lebih bahagia menikmati hubungan yang lebih baik. Sedangkan terapis-terapis keluarga Virginia Satir menyatakan bahwa kita membutuhkan 8 pelukan untuk kesehatan dan 12 pelukan untuk pertumbuhan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa tindakan sederhana seperti memeluk dapat meningkatkan kasih sayang dan ketenangan.

Related Posts :

    Dampak Kurang Pelukan

    1. Egois

    2. Bersikap dingin

    3. Kekanakan, tak bisa menempatkan diri dan sangat haus perhatian

    4. Berulah

    5. Mudan stress dan depresi

    6. Mudah terserang penyakit

    7. Mudah migrain atau sakit kepal

    8. Sulit untuk diajak kerja sama

    9. Sangat pemalu

    10. Tidak bergairah, lemas dan mudah down

    11. Menarik diri dan tak mau bersosialisasi

    Jika seorang individu tidak menerima kasih sayang sebanyak yang ia butuhkan saat kecil, pada saat mereka dewasa di setiap kesempatan mereka akan memiliki masalah dalam hal membangun hubungan dengan orang lain. Baik itu hubungan personal maupun hubungan pertemanan. Oleh kerena itu berpelukanlah pada orang yang kita sayangi sehingga memberikan dampak yang baik terutama pada kesehatan.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 23, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Keputihan

  • Oleh : Niken Adelia
  • 4 bulan yang lalu

    Dokter saya mau tanya, saya baru selesai haid tiba” bangun tidur terdapat cairan seperti susu berwarna putih tetapi tidak berbau, setelah beberapa menit tiba” terasa habis ngompol dan keluar cairan lagi seperti susu coklat, apakah berbahaya?

    Apa obat diare yang aman untuk anak usia 3 tahun ?

  • Oleh : Yuli Ani
  • 4 tahun, 7 bulan yang lalu

    Sore dok, adik saya usia 3 tahun sekarang ini sedang mengalami masalah pencernaan. Sering buang air besar, sudah diobati tapi belum juga sembuh. Kira – kira obat yang aman untuk mengobati diare pada anak usia 3 tahun apa dok ? Terima kasih dok sebelumnya.

    Jarak Kopi Dan Obat

  • Oleh : Novita dwi
  • 2 tahun, 4 bulan yang lalu

    Selamat siang dok, saya mau tanya kalau mau konsumsi obat tapi konsumsi kopi dulu itu gak papa? Kalu misalkan boleh, paling di kasih jarak berapa jam sebelum mengkonsumsi obat? Jika saya konsumsi kopi sebelum obat, bagai mana dampaknya bagi kesehatan?

    Fases bayu berwarna gelap cenderung kehitaman

  • Oleh : destiana
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya ingin konsultasi nih saya punya anak usianya baru 4 bulan ketika buang air besar fasesnya berwarna gelap, mulanya berwarna hijau gelap makin kesini fasesnya cenderung kehitaman. Apakah itu normal bu bidan dan kebetulan anak saya minum sufor sama ASI cuma lebih banyak minum sufor daripada ASI. Mohon jawabannya

    Berapa lama keputihan yang di alami masa remaja yang umur 16 tahun..?

  • Oleh : Dinda Febrianti
  • 4 bulan, 1 minggu yang lalu

    Bu bidan saya mau tanya saya mulai keputihan pada saat saya sudah umur 14 tahun itu saya kelas 2 SMP sampek sekarang saya kelas 1 SMA belum berhenti juga keputihan saya..gimana bu bidan solusinya..?dan itu pun saya sekarang udah umur 16 tahun tapi belum mendapatkan menstruasi..dan berat badan saya sekarang 20kg apa itu juga berpengaruh dalam menstruasinya..?

  • Oleh : Dinda Febrianti
  • Tanya Bidan