Tips Mengajari Anak Memilih Jajanan Sehat dan Bergizi

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Sudah tak heran jika anak lebih sering jajan daripada makan di rumah, entah jajan di sekolah ataupun jajan di lingkungan rumah. Cukup merepotkan sih, mengingat jajanan anak-anak kebanyakan tidak sehat bahkan ada sebagian jajanan berbahaya karena mengandung banyak bahan kimia ulah para pedagang nakal. Nah, bagaimana dong cara mengajari memilih jajanan yang sehat untuk anak ? Tak perlu khawatir karena tim curhatbidan.com akan memberikan solusi terbaik mengatasi permasalah diatas.


    Sebelum membahas cara mengajari anak memilih jajanan sehat, sebaiknya kita kenali dulu ciri-ciri jajanan yang berbahaya bagi anak :

    • Warna makanan

    Warna makanan yang tak biasa lebih mencolok dan menarik perhatian perlu dihindari karena bisa saja zat pewarna yang digunakan terbuat dari zat kimia yang tidak aman.

    • Rasa makanan

    Jika makanan berasa terlalu tajam atau sangat gurih bisa jadi karena zat penyedap (MSG) yang terlalu banyak, bila terlalu manis dan pahit bisa jadi mengandung banyak sakharin, sebaiknya jangan biarkan anak mengkonsumsi makanan tersebut.

    • Bau makanan

    Jika dalam makanan sudah tercium bau apek/tengik sebaiknya segera buang karena makanan tersebut sudah rusak dan terkontaminasi mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan.

    • Tekstur

    Jika tekstur makanan sudah terlihat aneh seperti kenyal, berubah warna, berjamur biasa nya makanan tersebut sudah melewati batas waktu kadaluarsa, sebaiknya dihindari.

    • Kemasan makanan

    Selain dari warna, rasa, bentuk, bau dan tekstur makanan yang perlu diperhatikan adalah kemasan untuk membungkus makanan. Bila makanan dibungkus dengan menggunakan kertas/plastik bekas, sterofoam untuk makanan panas sebaiknya dihindari. Karena makanan panas akan menyerap dari wadah tersebut sehingga dapat membahayakan. 

    Tips Jitu Mengajari Anak Memilih Jajanan yang Sehat


    1. Memberi tahu si kecil mengenai jajanan sehat memang susa-susah gampang. Yang pertama kita lakukan bisa dengan mengenalkan mereka zat berbahaya dan efek buruknya bila dikonsumsi ke tubuh dengan bahasa yang mudah dipahami oleh si kecil. Misalnya “ade jangan terlalu banyak minum es yah, nanti ade batuk”
    2. Katakan si kecil untuk memperhatikan bentuk makanan, minta si kecil untuk menghindari makanan yang berwarna mencolok seperti kerupuk/saos sambal.
    3. Ingatkan si kecil memperhatikan label/kotak kemasan, ajarkan anak dari sejak dini untuk memperhatikan kode BPOM dan masa kadaluarsa. Karena kita tahu makanan yang sudah kadaluarsa tidak baik untuk kesehatan, apalagi bagi si kecil yang masih dalam tahap perkembangan.
    4. Biasakan membekali si kecil makanan dari rumah, walaupun terkadang si kecil malu untuk membawa bekal dari rumah. Namun kebiasaan ini harus ditetapkan dari mulai kecil agar anak terbiasa nantinya. Makanan dari rumah selain lebih sehat juga lebih bersih. Jangan malas menyiapkan bekal yah bunda.
    5. Ajarkan si kecil untuk memilih makanan bersih, ajarkan si kecil untuk memilih jajanan di tempat yang bersih. Perhatikan apakahan di lingkungan sekitar banyak serangga yang hinggap pada makanan atau tempatnya dekat dengan got ? atau terkontaminasi dari kendaraan secara langsung ? Jajanan seperti itu harus di hindari karena tidak sehat dan berbahaya bagi kesehatan.
    6. Yang paling penting nasihati untuk jajan makanan yang bergizi yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk sumber beraktifitas si kecil.

    Sebagai orang tua sebaiknya jangan bersikap acuh tak acuh urusan soal jajanan anak. Anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan oleh anak-anak kita nantinya sehingga kualitas makanan pun harus sehat dan bergizi. Mungkin efek berbahaya yang tidak akan terlihat sekarang, tapi akan muncul kemudian hari.  Semoga artikel di atas dapat menambah wawasan anda. SEMOGA BERMANFAAT


    | Tips Mengajari Anak Memilih Jajanan Sehat dan Bergizi

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - June 15, 2016
    Diskusi Dari:
    Anonymous

    hai bidan, bebera hari ini anak saya yang berusia 3 tahun sering mengalami cegukan pada saat sore hari, amankah dok kondisi seperti ini ?

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Santana jaya

    Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah Asi yang masih membeku tersebut bisa d manfaatkan atau d buang saja padahal pantat botol kaca sudah pecah. Mohon informasinya karena banyak ibu2 beranggapan sayang ketika asi d buang padahal saya berfikirnya bahwa itu bahaya karena takut ada pecahan kaca. rizausman5@gmail.com

    Dijawab Oleh : Santana jaya
    Diskusi Dari:
    nana sutyana

    bu bidan, bagaimana cara menjaga kehamilan supaya baik dan tetap sehat hingga tiba waktu kelahiran?

    Dijawab Oleh : nana sutyana
    Diskusi Dari:
    debbyaprilyulia

    apakah bahaya dari ibu hamil yang baru terdeteksi virus toksoplasma?

    Dijawab Oleh : debbyaprilyulia
    Diskusi Dari:
    Uchi Susilawati

    Assalamualaikum Selamat pagi bu bidan, saya mau tanya kita sebagai wanita kan akan mengalami fase fase sulit seperti menstruasi, hamil, pasca melahirkan dan lain sebagainya. Nah makanan seperti apa yang dianjurkan untuk kita (wanita) agar kesehatan kita tetap terjaga dan seimbang? agar kita tidak rentan lelah atau terserang penyakit. Terimkasih bu bidan Wassalam…

    Perlu Jawaban