Ketahui Jenis-Jenis Penyakit Kulit Yang Sering Menyerang Bayi

www.curhatbidan.com – Penyakit kulit yang bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada bayi. Karena kulit bayi yang merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap gangguan kulit. Menurut salah satu direktur ilmu kesehatan kulit anak, kulit merupakan organ yang bertindak sebagai benteng pertahanan terhadap beragam elemen yang dapat mengancam tubuh mulai dari sinar matahari hingga bakteri.

Seorang bayi akan sangat rentan terhadap gangguan karena pada lapisan kulit mereka belum sempurna. Pasalnya sangat dibutuhkan waktu hingga kurang lebih satu tahun bagi epidermis kulit untuk dapat berkembang dengan cepat serta berfungsi secara efektif.

Struktur kulit bayi yang lebih tipis, ikatan antar sel akan lebih lemah dan lebih halus. Kulit bayi yang juga memiliki pigmen yang lebih sedikit, serta masih belum mampu dalam mengatur temperatur seperti halnya pada anak-anak dengan usia yang lebih tua ataupun orang dewasa. Perlu diketahui, penyakit kulit yang bisa disebabkan dari makanan, debu ataupun iritan bahan kimia yang ada pada produk perawatan kulit bayi. Namun kebanyakan orang tua tidak bisa menyadari gejala-gejala tersebut, seperti mata merah, nyeri perut, diare, hidung berair, atau muntah hingga rewel.

Berikut ini beberapa jenis penyakit kulit yang sering dijumpai pada bayi :

1. Biang keringat

Kondisi ini merupakan gangguan pada kulit yang sangat sering terjadi pada bayi. Biang keringat akan menimbulkan gejala yang berupa bintik-bintik merah yang bisa menyebar pada bagian leher, dada, paha, dan juga bokong. Biang keringat yang memiliki sensai rasa gatal akan membuat bayi menjadi rewel sehingga sering menangis.

Untuk mengatasi biang keringat, maka sebagai orang tua harus menjaga kebersihan pakaian bayi. Dan sebaiknya Anda memilih pakaian yang tipis dan longgar. Selain itu juga, diharuskan untuk segera mengganti pakaian bayi jika sudah basah oleh keringat supaya tidak memperparah kondisi biang keringat tersebut.

2. Eksim

Eksim atau yang dikenal dengan dermatitis atopik merupakan kondisi peradangan pada kulit yang ditandai dengan kulit kemerahan yang terasa gatal. Kondisi ini bisa saja muncul pada anak usia 1-5 tahun. Ada beberapa macam yang dapat menyebabkan timbulnya eksim yaitu karena alergi pada makanan atau debu, tetapi juga terkadang pada beberapa anak tidak diketahui penyebabnya. Untuk mengatasi kondisi eksim yaitu hindari anak dari paparan alergen serta dengan mengoleskan salep dan pelembap khusus. Namun pada kasus ekstrim, anak dianjurkan untuk mengonsumsi obat tertentu sesuai petunjuk dari dokter.

3. Dermatitis kontak

Pada umumnya, dermatitis kontak dikenal sebagai alergi kulit pada bayi. Kondisi ini akan menimbulkan gejala seperti peradangan, ruam yang berukuran besar, rasa gatal yang hebat, dan rasa panas seperti terbakar. Hal ini dapat disebabkan karena kulit yang bersentuhan dengan bahan-bahan tertentu yang menyebabkan iritasi, seperti deterjen ataupun baju yang terkena kotoran.

4. Intertrigo

Kondisi intertrigo dapat mengacu suatu peradangan pada lipatan tubuh. Biasanya hal ini terletak pada bagian dalam ketiak dan bagian bawah payudara atau perut. Lipatan tersebut akan membuat kulit menjadi tampak merah, gatal, serta menyebabkan rasa sakit apabila terjadi gesekan. Dan pada umumnya kondisi ini sering terjadi pada bayi yang badannya gemuk.

5. Seborrhea

Seborrhea adalah suatu peradangan kulit pada bagian atas yang menyebabkan tumbulnya sisik pada kulit kepala, wajah, dan terkadang pada bagian tubuh lainnya seperti leher, telinga, pipi, dan juga dada. Penyakit ini sering terjadi pada bayi usia 6 bulan, namun penyebabnya masih belum diketahui. Anda dapat mengoleskan minyak zaitun dengan teratur pada bagian tubuh yang mengalami kondisi seborrhea.

Merawat serta mendukung tumbuh kembang bayi tidak bisa dilakukan dengan cara sembarangan. Anda sebagai orang tua harus lebih fokus dalam menjaga kesehatan kulit bayi. Semoga bermanfaat 🙂

Related post :

Citra Dewi Amd.Keb - October 13, 2017
Diskusi Dari:
Anonymous

Pada ibu hamil dengan mengkonsumsi semangka baik ndag dokter.

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Bang Andre

Di usia saya yang baru menginjak 19 tahun, saya sering kali merasakan perih setelah buang air kecil, padahal saya belum menikah. Apakah hal ini berbahaya bagi kesehatan saya? Dan apa biasanya yang menyebabkan rasa perih itu sering muncul setelah buang air kecil ini?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Santana jaya

Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah Asi yang masih membeku tersebut bisa d manfaatkan atau d buang saja padahal pantat botol kaca sudah pecah. Mohon informasinya karena banyak ibu2 beranggapan sayang ketika asi d buang padahal saya berfikirnya bahwa itu bahaya karena takut ada pecahan kaca. rizausman5@gmail.com

Dijawab Oleh : Santana jaya
Diskusi Dari:
wastini

Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya istri saya mengalami haid yang tidak lancar setelah melahirkan namun di awal nipas haid istri saya lancar-lancar saja. Dan setelah itu selama 3 bulan istri saya tidak haid juga mohon penjelasannya apakah ini normal?

Dijawab Oleh : wastini
Diskusi Dari:
dorthymickle

Selamat pagi, maaf bu bidan saya ingin menanyakan perihal kehamilan saya yang disertai dengan gejala kaki bengkak dan kini usia kehamilan saya menginjal trimester 3. Apakah hal ini wajar dan bagaimana cara mengatasinya ?

Dijawab Oleh : dorthymickle