Beberapa Alat Kontrasepsi digunakan oleh Pria dalam ber KB

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan. Penggunaan program keluarga berencana merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh oleh pemerintah dalam mengatasi permasalahan kependudukan. Masyarakan dituntut berpartisipasi dalam program KB untuk mencegah peledakan jumlah penduduk, khususnya untuk membatasi jumlah kelahiran.

    Namun penggunaan kontrasepsi tidak akan adil jika suami hanya menuntut istrinya saja dalam penggunaan kontrasepsi. Seharusnya pria ikut berpartisipasi dalam program KB, sehingga peningkatan jumlah penduduk tidak terus meningkat secara drastis. Alat kontrasepsi bagi pria menjadi suatu yang tabu di kalangan masyarakat. Salah satunya disebabkan minimnya akses laki-laki terhadap perolehan informasi, pelayanan KB, dan kesehatan reproduksi.

    Perempuan masih tetap menjadi sasaran utama sosialisasi program KB. Padahal dalam perspektif Gender jelas dikatakan bahwa pria dan wanita memiliki kedudukan yang sama terutama dalam keterlibatan ber KB. Hal ini tentunya menjadi tidak sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan peran serta kesetaraan gender dalam konteks keluarga berencana.

    Beberapa Metode Kontrasepsi Bagi Pria

    1) RISUG (Reversible Inhibition of Sperm Under Guidance)

    RISUG ini merupakan salah satu metode kontrasepsi yang bekerja di dalam saluran vas deferens atau saluran yang berfungsi untuk mengalirkan sperma. Salah satu keuntungan dari metode ini adalah bersifat sementara, sehingga kesuburan dapat kembali apabila diinginkan. Suntikan ini sangat efektif dan per dosis bisa bertahan hingga 10 tahun. Efek sampingnya juga sedikit dan dosisnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

    Cara penggunaanya dilakukan oleh tenaga medis dengan menyuntikan bahan sejenis polymer yang berbentuk gel ke dalam saluran vas deferens, sehingga gel tersebut akan melapisi bagian dalam dinding vas deferens. Gel polymer tersebut nantinya akan ditemukan membunuh setiap sperma yang melewati saluran vas deferens sehingga mencegah terjadinya kehamilan.

    2) Pemanasan

    Telah lama ditemukan bahwa kenaikan suhu yang sebentar pada bagian testis dapat menekan pembentukan sperma (spermatogenesis), sementara kenaikan suhu yang lebih lama dapat mempengaruhi patologi testis dan terjadinya cryptorchidism, varicocele serta ketidaksuburan sementara.
    Penelitian klinis yang dilakukan untuk mengevaluasi potensi dari alat pembungkus bagian scrotal untuk digunakan sebagai metode kontrasepsi pria yang praktis menunjukkan penurunan yang reversible terhadap jumlah sperma tetapi masih kurang kuat untuk dijadikan metode kontrasepsi.

    a. Suspensory

    Alat ini dirancang untuk menjaga testis pada tempatnya, meningkatkan temperaturnya yang berdampak pada berkurangnya produksi sperma. Alat yang berbentuk seperti celana dalam pria, harus digunakan setiap hari agar efektif.

    b. External Heat

    Sumber panas dari luar ini mirip dengan suspensory yaitu meningkatkan temperatur disekitar alat vital untuk mengurangi produksi sperma. Karena tergantung dengan temperatur tubuh, waktu yang dibutuhkan lebih cepat dibandingkan menggunakan suspensory. Sauna, alat penghangat dan beberapa peralatan bisa digunakan untuk membuat temperatur tubuh meningkat dan produksi sperma berkurang.

    3) Pendekatan imunologis

    Pada pendekatan imunologis terhadap kontrasepsi, tubuh akan dibuat untuk menyerang spermanya sendiri. Akan tetapi pendekatan ini banyak mengundang perdebatan karena ketidak pastian untuk memperoleh kesuburan kembali, selain itu perbedaan species antara hewan dan manusia menyebabkan kesuksesan pada percobaan dengan hewan lebih sulit untuk diadaptasikan ke manusia dibandingkan metode lain.

    4) Metode Kontrasepsi Hormonal

    a. Testosterone

    Penelitian mengenai metode kontrasepsi hormonal untuk pria pada awalnya banyak menggunakan testosterone yang digunakan untuk mengelabui otak sehingga menghentikan produksi sperma. Tetapi hal tersebut ternyata tidak terlalu sukses apabila dibandingkan dengan kerja pil kontrasepsi pada wanita yang dapat menghentikan terjadinya ovulasi.

    b. Prolaktin

    Penelitian terbaru akhirnya banyak dilakukan untuk menemukan hormon lain yang dapat mempengaruhi produksi sperma. Hormon tersebut adalah prolaktin, hormon yang biasa terdapat pada wanita hamil untuk mengontrol produksi air susu ternyata terdapat juga pada pria.

    Untuk dapat berfungsi sebagai alat kontrasepsi, tablet yang dapat menghambat produksi prolaktin harus diminum setiap hari yang dibarengi dengan suntikan/implant yang mengandung testosterone. Hal ini juga masih menimbulkan perdebatan terutama mengenai tingkat kepatuhan pria untuk minum pil tersebut setiap hari.

    c. Desogestrel

    Selain itu para peneliti di Manchester telah mengkombinasikan pemberian desogestrel (digunakan pada pil kontrasepsi untuk wanita) dan koyo yang mengandung testosterone untuk digunakan sebagai kontrasepsi pada pria. Cara kerjanya adalah : desogestrel akan menghentikan produksi testosterone di testis sehingga produksi sperma juga terhenti, sedangkan koyo testosterone akan menyediakan kebutuhan testosterone yang diperlukan oleh bagian tubuh yang lain (tanpa adanya testosterone, maka pria akan Kehilangan bulu-bulu di wajah dan payudara akan membesar).

    d. Suntikan progesteron

    Pemberian hormon progesteron pada pria akan berdampak pada turunnya produksi sperma.

    5) Metode kontrasepsi pria non hormonal

    a. Calcium Channel Blockers

    Obat yang sebenarnya dipakai sebagai obat hipertensi seperti misalnya nifedipin dan amlodipin, ternyata dapat menyebabkan infertilitas dengan cara meningkatkan metabolisme lipid pada sperma yang berpengaruh pada akrosom dan proses kapasitasi sperma, sehingga tidak bisa membuahi sel telur.

    b. Obat Penghambat Metabolisme (Vitamin A)
    Spermatogenesis bergantung pada metabolit aktif vitamin A, yaitu asam retinoat, yang berfungsi untuk memacu diferensiasi spermatogonium serta menjamin produksi sperma dalam jumlah normal. Bukti baru menjelaskan bagaimana enzim yang mengontrol metabolisme vitamin A dalam testis dapat menjadi target untuk menghasilkan kontrasepsi pria yang efektif. Mekanisme kerja dari senyawa tersebut dengan cara menghalangi konversi vitamin A menjadi bentuk aktif asam retinoat yang mengikat reseptor retinoic yang diperlukan untuk memulai produksi sperma.

    c. Adjudin

    Adjudin carbohydrazide ialah suatu analog non toksik dari lonidamine, yang pada awalnya diteliti sebagai obat anti kanker. Selanjutnya, lonidamine telah terbukti sebagai senyawa anti-spermatogenik yang efektif, dapat menyebabkan infertilitas reversibel pada hewan coba. Mekanisme kerjanya dengan cara mengganggu hubungan / ikatan sel-sel Sertolidengan sel germinal di testis yang akan membentuk spermatid. Sel germinal akan terlepas dari epitel tubulus seminiferous, dan sel sperma yang belum matang tersebut dilepaskan secara prematurdan tidak pernah menjadi gamet fungsional. Pemulihan setelahpenghentian pemberian adjudin ternyata cukup baik, setelah dihentikan 4 minggu, akan terjadi peningkatan spermatogenesis sebanyak 50%

    d. Gossypol

    Gossypol adalah suatu polifenol yang diisolasi dari biji, akar dan batang tumbuhan kapas (Gossypium sp.). Substansinya memiliki pigmen kekuningan yang mirip dengan flavonoid yang terdapat pada minyak biji kapas. Pada tumbuhan, gossypol berfungsi sebagai pertahanan alamiah terhadap predator, dengan mempengaruhi infertilitas pada serangga. Pada beberapa hewan, gossypol juga menimbulkan infertilitas, dan pada manusia dapat menyebabkan terhentinya spermatogenesis pada dosis yang relatif rendah. Penelitian yang dilakukan di China, Afrika dan Brazilia, menunjukkan bahwa gossypol dapat ditoleransi dengan baik serta tidak menimbulkan efek samping. Hanya saja, dari 20% pemakainya, ternyata menunjukkan ireversibilitas. Sebaiknya gossypol hanya diberikan pada pria yang menghendaki pemakaian kontrasepsi mantap saja karena akan terjadi infertilitas permanen setelah pemakaian beberapa tahun.

    e. Obat yang Berefek pada Epididimis

    Epididimis merupakan target yang baik untuk studi perkembangan kontrasepsi pria. Hal itu karena proses pematangan sperma terjadi didalam organ ini, dimana terjadi peningkatan motilitas spermatozoa, serta dapat mengenali dan membuahi sebuah sel telur begitu sperma keluar dari saluran epididimis.

    f. Tamsulosin dan Silodosin

    Tamsulosindan Silodosin adalah suatu obat penghambat alfa (1A) selektif, yang digunakan untuk mengobati penderita Benign Prostate Hyperplasia (BPH). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tamsulosin dan Silodosin dapat menimbulkan disfungsi ejakulasi yang ditandai dengan penurunan volume ejakulat, baik pada pasien tua maupun yang masih muda. Subtipe Alfa adrenoseptor menunjukkan peranan yang dominan untuk memicu kontraksi organ seks asesori yang melaksanakan fungsi ejakulasi, sehingga hambatan pada alfa – adrenoseptor akan menurunkan motilitas organ-organ ini, yang akibatnya akan menghambat transport sperma

    g. Gandarusa

    Gandarusa (Justicia gendarussa Burm. f) merupakan salah satu contoh tanaman yang banyak terdapat diIndonesia dan memiliki efek anti fertilitas. Daun Justicia gendarussa Burm. f. telah digunakan oleh sebagian masyarakat di Irian Jaya sebagai obat kontrasepsi pria.

    h. Biji Carica papay

    Biji Carica papaya telah diketahui mengandung komponen-komponen yang diduga dapat mempengaruhi fertilitas. Beberapa eksperimen menunjukkan bahwa biji C. Papaya nampaknya mengganggu proses spermatogenik, menyebabkan azoospermia atau hambatan total motilitas sperma pada hewan percobaan. Mekanisme kontrasepsi ditunjukkan dengan mengecilnya volume nukleus dan siptoplasma dari sel-sel Sertoli, yang mengakibatkan degenerasi nukleus pada spermatosit dan spermatid sehingga spermatogenesis terganggu . Sedangkan sel Leydig tetap normal. Secara fisik akan terlihat penurunan jumlah sel sperma yang diproduksi, inhibisi total motilitas sperma dan peningkatan jumlah sel sperma abnormal. Biji C. papaya dinyatakan aman untuk pemakaian jangka panjang.

    6) Senggama terputus (Coitus Interuptus)

    Metode ini dilakukan dengan cara menarik keluar penis dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi, sehingga ejakulasi dilakukan di luar vagina. Metode ini kurang efektif dalam mencegah terjadinya kehamilan karena membutuhkan kesadaran yang tinggi dari pihak pria untuk melakukannya dan juga sebelum terjadinya ejakulasi pun bisa jadi sudah terdapat air mani yang keluar dan mengandung sperma.

    7) Kondom

    Kondom telah dikenal sejak lama sebagai satu-satunya kontrasepsi yang selain dapat mencegah terjadinya kehamilan juga dapat mencegah terkena penyakit infeksi menular seksual seperti HIV/AIDS. Saat ini > 50 juta orang di dunia menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsinya dan kondom juga sudah tersedia baik untuk pria ataupun wanita. Kondom merupakan alat kontrasepsi yang aman, murah, mudah tersedia, mudah digunakan dan tidak mempengaruhi kesuburan. Bagi orang yang mempunyai alergi terhadap kondom yang terbuat dari latex dapat menggunakan kondom yang terbuat dari bahan polyurethane.

    8) Vasektomi

    Vasektomi telah digunakan oleh 40 juta orang untuk perencanaan keluarga. Vasektomi merupakan cara yang cepat, sederhana, nyaman dan sangat efektif dalam hal sterilisasi secara permanen. Pria yang sudah tidak mau lagi mempunyai anak dapat memilih cara vasektomi ini, pada vasektomi saluran yang berfungsi untuk mengalirkan sperma (saluran vas deferens) akan dipotong, sehingga sperma tidak mengalir ke penis. Sedangkan bagian lainnya seperti testis dan penis tidak akan terpengaruh sehingga tidak akan menganggu gairah seksual dan proses ejakulasi.

    Untuk dapat memilih kontrasepsi pria yang sesuai dengan kebutuhan, maka informasi yang jelas sangat dibutuhkan. Selain itu adanya saling pengertian dan komunikasi yang baik dengan pasangan sangat diperlukan, terutama mengenai masalah efektifitas, keamanan, kebebasan dari efek samping akibat penggunaan kontrasepsi tertentu, biaya yang dikeluarkan dan kepercayaan baik pada pria ataupun wanita

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Citra Dewi Amd.Keb - July 25, 2018
    Diskusi Dari:
    Hilman Suhilman

    Pagi bu bidan, nama saya Saddam usia 26 tahun dan saya sudah menikah hampir dua tahun tapi belum memiliki anak. Setelah diperiksa, menurut dokter saya mengidap penyakit azoospermia karena leukosit tinggi. Saya masih mengkonsumsi obat dari dokter tapi ada cara lain kah bu bidan yang lebih alami ? Terima kasih mohon dijawab bu bidan.

    Dijawab Oleh : Hilman Suhilman
    Diskusi Dari:
    Ivie Suci

    Halo dok, saya Resy saat ini usia bayi saya 2 minggu dan saat usia 4 hari bayi saya disinar selama 2 hari, selama disinar bayi saya diberikan susu formula untuk antisipasi dehidrasi dan pulang kerumah banyak bayi saya banyak bab. Tapi sampai sekarang ini sekitar 9 hari dengan full asi belum bab juga, padahal minum asinya banyak dan buang air kecilnya juga cukup banyak. Ada yang harus dikhawatirkan ga yah dok ?

    Dijawab Oleh : Ivie Suci
    Diskusi Dari:
    Chika ELlo

    Bun saya mau tanya ank saya dari kmarin demam.tpi kalau pagi badanya anget klau mnjelang malam agak panas dikit…tpi mkanya gk kyak biasanya klau minum susu tetep ..bun minta solusinya makasih

    Dijawab Oleh : Chika ELlo
    Diskusi Dari:
    Novita dwi

    Selamat siang dok, saya mau tanya kalau mau konsumsi obat tapi konsumsi kopi dulu itu gak papa? Kalu misalkan boleh, paling di kasih jarak berapa jam sebelum mengkonsumsi obat? Jika saya konsumsi kopi sebelum obat, bagai mana dampaknya bagi kesehatan?

    Dijawab Oleh : Novita dwi
    Diskusi Dari:
    emilia

    Dok saya may tanya, kan saya punya ade yang masih berusia 2 bulan. Awalnya adik saya lahir dengan normal dan juga mata yang normal. Tapi setelah usia adik saya menginjak 1 bulan, tiba tiba saya perhatikan ada warna putih pada bagian mata bagian tengah yang biasanya hitam, itu kira kira kenapa ya dok? jenis penyakit apa kira kira?

    Dijawab Oleh : emilia