Langkah Yang Harus Dilakukan Ketika Hasil Iva Positif Tapi Pap Smear Negatif Atau Keduanya Positif

Haisl Iva Positif Tapi Pap Smear Negatif Atau Keduanya Positif

Masayarakat saat ini lebih antusias dalam melakukan pencegahan suatu penyakit. Contohnya dalam pemeriksaan iva untuk deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan IVA yang positif biasnaya mendandakan adanya suatu lesi pre kanker, tetapi tentu saja pemeriksaan IVA harus dipastikan dengan pemeriksaan lainnya oleh dokter spesialis kandungan, seperti misalnya dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pap smear, atau biopsi.

Kategori Pemeriksaan IVA

Kategori pemeriksaan IVA ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan adalah:

a. IVA negatif = Serviks normal.

b. IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks).

c. IVA positif = ditemukan bercak putih pada sekitar mulut rahim. Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ).

Jika Hasil IVA positif

IVA Test positif belum tentu kanker. Perlu pemeriksaan penunjang yang lain, seperti pap smear, atau yang lebih spesifik lagi dengan biopsy. IVA positif baru dicurigai kemungkinan adanya kanker serviks atau lesi prakaneker.
Jika hasil iva positif tapi pemeriksaan penunjang yang lain negatif, maka hal ini disebabkan oleh adanya virus epiloma penyebab kanker di daerah mulut rahim. Langkah pengobatanya akan dilakukan krioterapi atau penyemprotan cairan nitrogen untuk membunuh virus sehingga tidak menjadi positif. Tapi bila hal ini tidak dilakukan/tidak diobati kemungkinan akan menjadi kanker dalam waktu 3-17 tahun yang akan datang.

Pengobatan Krioterapi Pada Iva Positif Pap Smear Negatif

Jika terdapat lesi prakanker, akan dilakukan krioterapi, sebuah metode pengobatan khusus untuk merusak sel kanker menggunakan dry ice dan alat khusus. Krioterapi dilakukan dengan cara dibekukan (dengan membentuk bola es pada permukaan leher rahim). Tindakan ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan dasar seperti Puskesmas oleh dokter umum/spesialis kebidanan terlatih.

Jika Iva Dan Papsmear Positif

Iva dan Pap smear positif dapat dikategorikan pada beberapa tingkatan, sebagai berikut :

1. Perubahan Sel Ringan

Saat pap smear bisa juga ditemukan sel abnormal namun tingkatannya ringan. Artinya, sel tidak mengalami perubahan signifikan dan dapat kembali dengan sendirinya. Anda bisa menjalani salah satu dari 2 alternatif yakni, tes virus HPV atau melakukan pap smear tiap enam bulan sekali sebanyak 2-3 kali. Hal ini dilakukan untuk memastikan sel telah kembali normal.

2. Perubahan Sel Signifikan

Jika perubahan sel yang ditemukan cukup signifikan, Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi. Tes ini dilakukan untuk memastikan keberadaan sel yang berisiko berkembang menjadi kanker yang dikenal dengan nama cervical intra-epitheial neoplasia atau CIN.

3. Pemeriksaan Kolposkopi

Kolposkopi adalah pemeriksaan menggunakan alat yang bernama kolposkop pada leher rahim secara mendetail. Biasanya tes ini dilakukan jika hasil pap smear menunjukkan hasil abnormal. Dengan kolposkopi bisa dipastikan ada atau tidaknya sel kanker dan tingkat keparahannya.

Pada proses pemeriksaan kolposkopi, Anda akan diminta berbaring dengan posisi lutut ditekuk. Dokter akan memasukkan alat bernama spekulum untuk melihat dinding vagina dan serviks. Kemudian, asam asetat akan disemprotkan pada leher rahim agar sel-sel abnormal dapat terlihat lebih jelas. Jika ditemukan, dokter akan mengambil sampel jaringan atau biasa disebut biopsi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika dinyatakan positif, maka sel abnormal akan diangkat atau dihancurkan dengan beberapa cara. Mulai dari Large loop excision of the transformation zone (LLETZ), Biopsi kerucut hingga Trakelektomi.

Harapan Hidup 5 Tahun Ke Depan Pada Pasien Kanker Serviks

1. Harapan hidup 5 tahun pasien kanker serviks stadium 1A >95%

2. Harapan hidup 5 tahun pasien kanker serviks stadium 1B 80-85%

3. Harapan hidup 5 tahun pasien kanker serviks stadium 2 60-70%

4. Harapan hidup 5 tahun pasien kanker serviks stadium 3 30-35%

5. Harapan hidup 5 tahun pasien kanker serviks stadium 4 sekitar 14%

Citra Dewi Amd.Keb - September 6, 2018
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat sore buk,,
saya mau tanya seputar kehamilan pasca operasi kehamilan ektopik di saluran tuba….pada bulan maret saya mengalami kehamilan ektopik,umur janin sudah 2 bulan,kemudian dokter menyarankan agar saya melakukan operasi karena KE sudah hampir pecah…jadi saya dan suami memutuskan untuk melakukan operasi pada bulan maret lalu…dokter menyarankan pasca operasi 3 bulan untuk melakukan hidrotubasi…tapi saya belum melakukannya meskipun sekarang sudah 3 bulan pasca operasi…yang ingin saya tanyakan,apakah saya bisa langsung program hamil aja tanpa hidrotubasi???mengingat keadaan keuangan dan rasa ketakutan saya terhadap efek samping dari hidrotubasi…mohon pencerahannya

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Sahputri Ramadhani

Selamat sore bu bidan, saat ini saya sedang hamil usia 3 bulan dan ini merupakan kehamilan pertama saya. Sudah lebih dari seminggu saya mengalami sembelit, susah sekali buang air besar. Apakah ini hal yang wajar? Dan bagaimana cara mengatasinya?. Mohon penjelasannya, terimakasih.

Dijawab Oleh : Sahputri Ramadhani
Diskusi Dari:
andriani

Selamat Pagi Bu Dokter ….

Saya mau tanya, kenapa ya akhir akhir ini saya sering kali merasakan rasa sakit yang begitu hebat dibagian atas, padahal tidak di sertai dengan rasa pusing. Teruskan saya coba untuk memutar bola mata ke bagian atas, dan hasilnya rasa sakit itu terus menyiksa dan begitu sangat terasa. Mohon penjelasannya Dok, terimakasih.

Dijawab Oleh : andriani
Diskusi Dari:
Tutut Kartikasari

Saya mau tanya bu bidan, apa boleh ibu hamil mengikuti olahraga? dan sebaiknya olahraga apa yang harus dipilih saat hamil?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Hilman Suhilman

Pagi bu bidan, nama saya Saddam usia 26 tahun dan saya sudah menikah hampir dua tahun tapi belum memiliki anak. Setelah diperiksa, menurut dokter saya mengidap penyakit azoospermia karena leukosit tinggi. Saya masih mengkonsumsi obat dari dokter tapi ada cara lain kah bu bidan yang lebih alami ? Terima kasih mohon dijawab bu bidan.

Dijawab Oleh : Hilman Suhilman