Mengenali Kram Perut yang Terjadi Pada Awal Kehamilan

Selama masa kehamilan, mungkin Anda akan merasakan beberapa gejala yang sering terjadi. Namun, bagi wanita yang baru pertama kali mengalami kehamilan, terkadang sering  merasa khawatir atau panik jika merasakan suatu gejala yang berhubungan terhadap kehamilannya, terutama jika terjadi pada trimester awal kehamilan. Salah satu keluhan yang sering dialami pada awal kehamilan adalah terjadinya kram perut. Maka dari itu, untuk bisa mengatasinya, calon ibu harus mengenali kram perut yang terjadi pada awal kehamilan, simak informasi berikut ini.

Mewaspadai dan Mengenali Kram Perut yang Terjadi pada Awal Kehamilan

                                         

Kram perut pada usia kehamilan yang masih muda sebenarnya merupakan hal yang sudah lazim terjadi. Pasalnya, kram yang terjadi pada perut ini dapat menjadi pertanda munculnya janin di dalam rahim.

Kram perut yang terjadi normal pada saat hamil muda tentunya terasa ringan dan tanpa disertai dengan gangguan lain yang signifikan. Biasanya kram perut akan disertai dengan sedikit bercak darah (flek) yang berwarna merah muda atau coklat.

Kram perut dapat terjadi beberapa kali selama masa kehamilan. Beberapa memang tidak membahayakan bagi ibu maupun bagi janin. Namun, Anda juga tidak boleh menghiraukannya, karena pada beberapa kasus, kram perut juga bisa menjadi indikasi adanya masalah serius pada kehamilan ibu yang nantinya dapat membahayakan si janin ataupun ibu.

Kram perut yang terjadi pada awal kehamilan sesaat setelah siklus menstruasi menghilang dapat menjadi pertanda bahwa kemungkinan terjadinya kesalahan dalam perkembangan embrio. Kondisi ini membutuhkan penanganan dan perawatan sesegera mungkin. Untuk meastikan kondisi embrio apakah baik-baik saja dan berkembang secara semestinya, maka perlu dilakukan pemeriksaan dengan gelombang ultrasonik.

Jika kram perut yang terjadi pada awal kehamilan terasa begitu sakit, mungkin ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab timbulnya kram perut, seperti diantaranya adalah :

  • Kenaikan tekanan darah. Pada masa kehamilan trimester ke 2, Anda umumnya akan mengalami kenaikan tekanan darah atau hipertensi yang terjadi karena jumlah protein yang ada didalam darah mengalami kenaikan. Kasus ini akan menyebabkan kram perut.
  • Keguguran. Hal ini tentu merupakan hal yang paling tidak diinginkan oleh setiap ibu hamil. Keguguran merupakan kematian bayi dalam kandungan sebelum mencapai usia 20 minggu kehamilan. Kram perut pada awal kehamilan yang sangat hebat merupakan gejala awal yang biasanya terjadi pada kasus keguguran.
  • Infeksi pada ginjal. Infeksi pada ginjal juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kram perut pada awal kehamilan yang berkepanjangan.

Tidak hanya beberapa hal diatas, kram yang terjadi pada masa kehamilan juga dapat menjadi pertanda terjadinya kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik merupakan kondisi kehamilan dimana sel embrio tidak berkembang di dalam rahim. Pada kehamilan ektopik, embrio biasanya menempati dan tumbuh di bagian tuba fallopi yang tidak memiliki ruang yang cukup untuk sebuah embrio dapat berkembang. Akibatnya, si calon ibu akan mengalami kram yang hebat akibat dari melebar dan merenggangnya tuba fallopi. Kondisi ini akan sangat membahayakan ibu jika tidak segera ditangani. Karena caon ibu dapat mengalami kematian akibat melarnya tuba fallopi.

Perawatan dan Penanganan Kram Perut Normal

Jika kram perut yang Anda alami terbilang normal, maka Anda bisa mengatasinya dengan cara relaksasi. Anda disarankan untuk duduk dengan kedua lutut berada di posisi lurus sejajar di depan. Selain itu, minumlah sebanyak mungkin dan mandilah dengan menggunakan air hangat.

Walaupun Anda sudah yakin betul dengan penyebab dari kram perut yang dialmi, namun Anda tidak boleh menyepelekannya. Beberapa hal yang berbahaya dan mengancam seperti kehamilan ektopik tidak ditandai dengan timbulnya rsa nyeri. Jadi, ketika Anda mengalami kram perut, segera lakukan pemeriksaan dan konsultasikan dengan bidan atau dokter Anda. Penanganan yang dilakukan sesegera mungkin dapat menyelamatkan kondisi janin dan juga ibu.

Mengenali kram perut yang terjadi pada awal kehamilan memang penting, agar Anda bisa mengetahui penyebab serta penanganan yang tepat. Semoga bermanfaat.

Citra Dewi Amd.Keb - June 9, 2016
Diskusi Dari:
Anonymous

bu bidan, bagaimana cara menjaga kehamilan supaya baik dan tetap sehat hingga tiba waktu kelahiran?

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat pagi bu, saya mau konsultasi nih saat ini anak saya baru saja menginjak usia 6 bulan dan saya sudah berniat mau puasa. Apakah ada dampaknya jika saya puasa sama produksi ASI saya dan apa ada tips bagi ibu menyusui yang berpuasa? mohon penjelasannya trims

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Ivie Suci

Halo dok, saya Resy saat ini usia bayi saya 2 minggu dan saat usia 4 hari bayi saya disinar selama 2 hari, selama disinar bayi saya diberikan susu formula untuk antisipasi dehidrasi dan pulang kerumah banyak bayi saya banyak bab. Tapi sampai sekarang ini sekitar 9 hari dengan full asi belum bab juga, padahal minum asinya banyak dan buang air kecilnya juga cukup banyak. Ada yang harus dikhawatirkan ga yah dok ?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Riza

Assalamualaikum Bu Bidan, saya Hendra Hermawan saya tadi selesai baca artikel tentang kesuburan pria dan disana katanya kalau sering makan terong bakal bikin penis kita jadi lemas itu gimana bu bidan ?

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Amel Fayunl

Siang Bu..
Saya sekarang lagi hamil usia kandungan saya sudah memasuki 24 minggu, tapi akhir-akhir ini daerah vagina dan selangkangan saya sering sakit, terus mau pindah posisi tidur rasa sakitnya itu semakin terasa, apakah itu berbahaya untuk saya dan janin?

Dijawab Oleh : Amel Fayunl