Mengetahui Penyebab Janin Meninggal Dalam Kandungan

Share Dan Tag Teman Kamu Di :

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Setiap ibu hamil pasti menginginkan kondisi kehamilan yang sehat hingga bayi lahir ke dunia dengan selamat. Namun, sayangnya tidak semua ibu hamil bisa menjalani kehamilan dengan lancar. Ada beberapa ibu hamil yang mengalami berbagai gangguan kehamilan, atau bahkan ada juga ibu hamil yang janinnya meninggal dalam kandungan.

    Janin yang ada dalam kandungan tidak akan meninggal begitu saja, tentu ada sebab atau hal yang bisa menyebabkan janin meninggal dalam kandungan. Maka dari itu, ibu hamil harus mengetahui penyebab janin meninggal dalam kandungan. Dengan mengetahui penyebab dan cara pencegahannya, ibu bisa mewaspadai dan menghindari kondisi tersebut.

    Berikut ini beberapa penyebab janin meninggal dalam kandungan yang patut ibu ketahui :

    Infeksi

    Jenis infeksi yang paling sering menjadi penyebab janin meninggal dalam kandungan yaitu infeksi bakteri. Jika ibu hamil terinfeksi bakteri, maka kuman tersebut bisa berjalan dari vagina ke rahim dan kemudian menginfeksi janin. Infeksi bakteri yang terjadi antara 24 dan 27 minggu kehamilan dapat menyebabkan janin meninggal dalam kandungan.

    Masalah Plasenta

    Sebagian kasus janin meninggal dalam kandungan sering dihubungkan dengan plasentanya yang tidak bekerja dengan benar. Plasenta merupakan organ yang menyalurkan asupan-asupan penting yang diperlukan oleh janin selama didalam kandungan, seperti aliran darah, oksigen, dan nutrisi. Jika organ ini mengalami gangguan, maka perkembangan janin dapat terhambat dan mungkin bisa menjadi penyebab ia meninggal di dalam kandungan.

    Cacat Lahir

    Gangguan kromosom dapat menyebabkan birth defect atau dikenal dengan istilah cacat lahir, yaitu struktur tubuh janin tidak normal atau mengalami cacat berat. Selain itu, cacat lahir juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, genetik, atau hal lain yang tidak diketahui dengan jelas.

    Penyakit yang Diderita Ibu Hamil

    Ibu kemungkinan bisa mengalami hal ini jika menderita masalah kesehatan tertentu seperti tekanan darha tinggi dan diabetes selama hamil, terutama yang tidak dikontrol dengan baik. Sebagai contoh, jika ibu mengalami tekanan darh tinggi dan tidak terkontrol, maka kondisi tersebut bisa memicu preeklampsia. Kondisi ini  bisa meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi tanpa nyawa.

    Tali Pusar Tidak Normal

    Contoh tali pusar tidak normal yaitu tali pusar yang melilit di leher bayi atau terpuntir. Kondisi ini bisa memotong pasokan oksigen ke bayi.

    Selain itu, salah satu penyebab lain janin meninggal dalam kandungan yaitu jika ibu hamil diatas usia 35 tahun. Ibu akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan atau bidan jika hamil diusia tersebut.

    Janin yang meninggal di dalam kandungan dan tidak segera diatasi bisa menimbulkan bahaya bagi ibu. Jika ibu membiarkan janinnya terus beada didalam rahim, maka risiko yang bisa terjadi pada ibu diantaranya :

    • Pendarahan. Hal ini terjadi karena zat pembekuan darah bernama fibrinogen menurun, sehingga darah tidak bisa dibekukan.
    • Kematian. Pendarahan hebat secara terus menerus bahkan saat persalinan bisa membuat hb darah ibu rendah. Hal tersebut tentu akan menyebabkan ibu mengalami anemia akut. Tidak hanya itu, pendarahan juga membuat ibu kehilangan banyak darah.

    Penulis : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd. Keb
  • Citra Dewi Amd.Keb - September 14, 2016
    Diskusi Dari:
    Didin Bajarudin

    Selamat siang bu bidan, saya mau tanya. Bagaimana caranya mengatasi ruam pada kulit bayi berumur 6 bulan yah ? Semalam muncul ruam merah pada kulit bayi saya. Mohon sarannya bu bidan, supaya bayi saya tak rewel terus akibat gatal pada ruam tersebut.

    Perlu Jawaban
    Diskusi Dari:
    Santana jaya

    Selamat malam. Saya riza dari bandung. Mau menanyakan jika asi yang d bekukan didalam freezer yang menggunakan botol kaca kemudian ketika d cairkan dan botol kaca pecah tiba tiba. Apakah Asi yang masih membeku tersebut bisa d manfaatkan atau d buang saja padahal pantat botol kaca sudah pecah. Mohon informasinya karena banyak ibu2 beranggapan sayang ketika asi d buang padahal saya berfikirnya bahwa itu bahaya karena takut ada pecahan kaca. rizausman5@gmail.com

    Dijawab Oleh : Santana jaya
    Diskusi Dari:
    Jasmine Putri Mustofah

    Anak saya lahir sdh memilki dua gigi bawah, dan pada saat usia 5 bulan gigi nya patah dan sampai sekarang usia anak saya 11 bulan sisa gigi itu masih ada. Pertanyaan saya tidak masalah kah sisa gigi tersebut dan apakah dengan sendiriny gigi tersebut bisa tanggal sendiri.

    Dijawab Oleh : Jasmine Putri Mustofah
    Diskusi Dari:
    Claudia harapankita

    Selamat sore.Dok kalau bulan ini melakukan hubungan lalu haid dan bulan depan tidak melakukan hubungan sama sekali apakah bisa hamil?

    Dijawab Oleh : Claudia harapankita
    Diskusi Dari:
    eureeka

    Selamat siang bu bidan. Anak saya lahir prematur dengan berat 1,7 kg dan dirawat di ruang perinatologi selama 9 hari. Sekarang usianya 2 bulan dan beratnya sudah naik menjadi 3,4 kg. Apa boleh saya beri susu formula hanya siang hari saja karena saya harus bekerja dan malam hari saya beri ASI ?

    Dijawab Oleh : eureeka