×

Alternatif Lain Memberikan ASI Perah Tanpa Menggunakan Dot

Bagikan Artikel :

Alternatif Lain Memeberikan ASI Perah Tanpa Menggunakan Dot

Banyaknya ibu karir membuat ibu menyusui tidak bisa menyusui bayi secara langsung. Dengan demikian ibu menyusui yang ingin memberikan ASI memerah dan menyimpan ASI untuk diberikan kepada bayi nantinya.

Nah ASI perah ini (ASIP) paling sering diberikan melalui botol dot. Akan tetapi, penggunaan botol dot terlalu sering saat memberikan ASI bisa menyebabkan Si Kecil susah menyusui atau bingun puting. Oleh karena itu, ada beberapa alternatif pemberian ASIP selain dengan dot yang bisa Anda pilih dan mudah didapat.

Dampapk Pemberian ASIP Melalui Dot

  1. Bayi mengalami bingung puting
    Bayi terlahir dengan refleks alami mengisap puting ibu untuk mendapatkan ASI. Pengosongan payudara yang optimal terjadi melalui pelekatan dan kemampuan mengisap yang baik.
    Refleks alami ini dapat terganggu karena pemberian ASIP melalui media yang menyerupai puting, yaitu dot, sehingga Si Kecil berisiko mengalami bingung puting. Hal ini terjadi ketika bayi yang terbiasa mengisap dot atau empeng mengalami kesulitan mengisap dari payudara ibu.
  2. Bayi sulit melekatkan mulut ke puting ibu
    Ketika bayi menyusu pada payudara, bayi harus membuka mulut dengan lebar untuk mendapat pelekatan yang baik. Sedangkan bila menggunakan dot, ASIP dapat dengan mudah mengalir tanpa perlu membuka mulut lebar-lebar.
    Akibatnya, saat menyusu pada payudara, bayi mengalami kesulitan dalam pelekatan mulutnya ke puting. Hal ini bisa membuat puting ibu sakit atau terasa tidak nyaman saat menyusui karena mulut bayi tidak cukup baik dalam pelekatan.
  3. Bayi susah mengisap puting susu ibu
    Mengisap dot berbeda dengan mengisap payudara. Dot memiliki aliran yang konstan, sehingga tanpa bersusah payah diisap pun ASIP dalam dot mudah keluar. Hal ini berbeda dengan payudara, di mana untuk mengeluarkan ASI, bayi perlu berusaha mengisap dengan lebih kuat.
    Menggunakan media pemberian ASIP melalui dot dapat merusak pola isap alami bayi. Akibatnya bayi tidak optimal dalam mendapatkan ASI maupun mengosongkan payudara. Karena payudara tidak kosong dengan optimal, lambat laun produksi ASI-pun menurun, sehingga menurunkan peluang kesuksesan ASI eksklusif.
  4. Bayi menolak menyusui langsung dari payudara
    Menggunakan botol dot sebagai media pemberian ASIP bisa membuat bayi minum lebih banyak dari yang dibutuhkannya. Ketika disodori payudara, bayi mungkin frustrasi karena alirannya tidak seperti botol dot atau dia tidak mendapatkan ASIP sebanyak saat minum menggunakan dot. Akibatnya, bayi mungkin rewel saat menyusu langsung.

Media pemberian ASIP pada Bayi

  1. Cup feeder
    Cup feeder merupakan gelas khusus yang didesain untuk memberikan ASIP. Biasanya cup feeder terbuat dari plastik yang aman. Pada cup feeder terdapat indikator takaran dalam milliliter.
    Menggunakan cup feeder sebagai media pemberian ASIP memiliki banyak kelebihan. Menyusui dengan alat ini bisa membantu bayi belajar melatih koordinasi mengisap dan menelan karena bayi mengecap-ngecap sendiri ASIP di dalam cup feeder tersebut. Selain itu, bayi bisa mengontrol sendiri seberapa banyak ASIP yang masuk ke mulut. Tak hanya pada bayi yang sehat, cup feeder juga bisa digunakan pada bayi prematur.
  2. Gelas sloki
    Gelas sloki berukuran kecil dan terbuat dari kaca. Gelas ini mudah didapatkan dan memiliki fungsi yang sama dengan cup feeder. Penggunaan gelas tidak memengaruhi kemampuan dan pola isap bayi, sehingga bayi terhindari dari bingung puting.
    Namun saat menggunakan gelas ini, pastikan gelas kuat dan tidak retak atau pecah. Penggunaan gelas sloki yang pecah atau retak dapat melukai bibir dan mulut bayi saat menyusui.
  3. Sendok
    Pemberian ASIP menggunakan sendok cocok bagi bayi yang kebutuhan ASI-nya masih sedikit. Menyuapi ASI menggunakan sendok harus dilakukan secara perlahan agar tidak tumpah dan membuat bayi berisiko tersedak.
  4. Pipet
    Pipet biasanya digunakan untuk memberikan obat, namun pipet juga bisa digunakan sebagai media pemberian ASIP. Pada pipet, terdapat indikator takaran dalam milliliter. Cara menggunakan pipet adalah dengan menyemprotkan ASIP secara perlahan pada pipi bayi bagian dalam, bukan kerongkongan, lalu biarkan bayi menelan.
  5. Spuit
    Spuit berbentuk seperti jarum suntik, namun tanpa jarumnya. Penggunaannya pun cukup mudah, yaitu dengan menyemprotkannya secara perlahan pada pipi bayi bagian dalam atau lidahnya, lalu biarkan bayi menelan.
    Untuk mencapai keberhasilan ASI ekslusif, pilihlah media pemberian ASIP berupa cup feeder, gelas sloki, sendok, pipet, atau spuit sesuai kecocokan pada bayi. Media pemberian ASIP melalui botol dot, selain dapat mengakibatkan bingung puting, juga dapat meningkatkan risiko tersedak, gigi berlubang, infeksi telinga, dan minum lebih banyak dari kebutuhan.

Related Posts :

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : May 7, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    baik gak sih

  • Oleh : Ayu Priyani
  • 11 bulan, 3 minggu yang lalu

    mau tanya saya sedang masuk angin boleh gak minum obat antangin , atau larutan

  • Oleh : Ayu Priyani
  • Keluar keputihan dan bercak darah

  • Oleh : Echa Helma
  • 1 bulan, 2 minggu yang lalu

    Dok, mau tanya saya tanggal 23 juli 2021 keputihan dan vagina rasanya gatal, besoknya keputihan di sertai bercak darah di hari ketiga gatalnya hilang namun keputihan sama bercak darah masih ada udah 6 hari, keputihannya warna kuning namun tidak berbau, itu kenapa ya dok, mohon jawabannya

  • Oleh : Echa Helma
  • Khitan

  • Oleh : yongstephensen3
  • 3 tahun, 2 bulan yang lalu

    Pantangan makanan setelah sunat

    kehamilan

  • Oleh : leny agustini
  • 1 tahun yang lalu

    selamat pagi dok,, saya mau bertanya begini dok di desa saya masih ad dukun beranak dok nah krna kpercayaan ntah apa jadi saya ngikut2 sblumnya sya sudah pijat ke dukun itu sampai bulan lalu saya telmbat haid udh 2 bulan prutsya di pijit perlhan katanya sudah ad janin katanya perut saya sudah keras gitu dok trus sya coba tespack dan USG hasilnya negatif stlh itu saya dtang bulan lagi sya kira udah kguguran sya ke dukun itu lgi masih ada tp di usg hasil kosong sya merasa mual , perut sering sakit di bagian bawah kadang sampe ga bisa jalan dok itu gimana ya dok mohon pencerahannya … trimakasih

  • Oleh : leny agustini
  • Payudara

  • Oleh : wiwid widia
  • 1 tahun yang lalu

    Assalamualaikum dok. usia saya 26 thn. saya belum menikah. saya memiliki payudara yg rata. saya mau bertanya, apa berarti saya mengalami hipolasia payudara?apakah berbahaya? apa bisa menghasilkan asi? apa harus dikonsultasikan ke bidan? dan brp bnyak wanita yg mengalami hipolasia seperti saya? karena jujur saya merasa takut, malu dan minder. Terimakasih sebelumnya. Saya harap pertanyaan saya bisa langsung dijawab.

  • Oleh : wiwid widia
  • Tanya Bidan