×

Teknik Menyusui Yang Tidak Efisien Bisa Menyebabkan Masitis

Bagikan Artikel :

 Teknik Menyusui Yang Tidak Efisien Bisa Menyebabkan Masitis

Menyusui bisa saja berjalan dengan baik tanpa adanya masalah seperti nyeri puting, tersumbat saluran susu dan peradangan payudara (mastitis). Gangguan-gangguan tersebut akan menjadi kemunduran besar yang membuat ibu hampir berhenti menyusui dan menggantinya dengan susu formula. Padahal gangguan-gangguan tersebut memiliki cara untuk mengatasinya sehingga bisa melanjutkan untuk pemberian ASI.

Mastitis merupakan masalah yang sering dijumpai pada ibu menyusui. Mastitis adalah infeksi yang disebabkan karena adanya sumbatan pada duktus (saluran kecil yang mengalirkan air susu) hingga puting susu pun mengalami sumbatan. Penyebab penting dari mastitis ini adalah pengeluaran ASI yang tidak efesien akibat teknik menyusui yang buruk. Untuk menghambat terjadinya mastitis ini di anjurkan untuk menggunakan bra atau pakaian dalam yang memiliki penyangga yang baik pada payudara.

Mastitis biasanya menurunkan produksi ASI dan menjadi alasan ibu untuk berhenti menyusui. Selain itu, mastitis juga berpotensi meningkatkan transmisi vertikal (penularan dari ibu ke bayi) pada beberapa penyakit (terutama AIDS). Sebagian besar mastitis terjadi dalam 6 minggu pertama setelah bayi lahir (paling sering pada minggu ke-2 dan ke-3). Meskipun begitu, mastitis juga dapat terjadi sepanjang masa menyusui bahkan pada wanita yang sementara tidak menyusui.

Tanda dan Gejala Masitis

1) Demam dengan suhu lebih dari 38,5°C
2) Menggigil
3) Nyeri atau ngilu seluruh tubuh
4) Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri.
5) Peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin
6) Timbul garis-garis merah ke arah ketiak

Faktor Risiko Terjadinya Mastitis

1. Terdapat riwayat mastitis pada saat menyusui anak sebelumnya.
2. Puting lecet.
Puting lecet menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang membuat kebanyakan ibu menghindari pengosongan payudara secara sempurna.
3. Frekuensi menyusui yang jarang atau waktu menyusui yang pendek. Biasanya mulai terjadi pada malam hari saat ibu tidak memberikan bayinya minum sepanjang malam atau pada ibu yang menyusui dengan tergesa-gesa.
4. Pengosongan payudara yang tidak sempurna
5. Pelekatan bayi pada payudara yang kurang baik. Bayi yang hanya mengisap puting (tidak termasuk areola) menyebabkan puting terhimpit diantara gusi atau bibir sehingga aliran ASI tidak sempurna.
6. Ibu atau bayi sakit.
7. Produksi ASI yang terlalu banyak.
8. Berhenti menyusu secara cepat/ mendadak, misalnya saat bepergian.
9. Penekanan payudara misalnya oleh bra yang terlalu ketat atau sabuk pengaman pada mobil.
10. Sumbatan pada saluran atau muara saluran oleh gumpalan ASI, jamur,serpihan kulit, dan lain-lain.
11. Penggunaan krim pada puting.
12. Ibu stres atau kelelahan.
13. Ibu malnutrisi (asupan nutrisi yang kurang). Hal ini berhubungan dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Cara Mencegah dan Menangani Ibu denagan Masitis

Pencegahan terhadap kejadian mastitis dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor risiko di atas. Bila payudara penuh dan bengkak, bayi biasanya menjadi sulit melekat dengan baik, karena permukaan payudara menjadi sangat tegang. Ibu dibantu untuk mengeluarkan sebagian ASI setiap 3-4 jam dengan cara memerah dengan tangan atau pompa ASI. Sebelum memerah ASI pijatan di leher dan punggung dapat merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang menyebabkan ASI mengalir dan rasa nyeri berkurang.

Related Posts :

    ASI hasil perahan dapat diminumkan ke bayi dengan menggunakan cangkir atau sendok. Pembengkakan payudara ini perlu segera ditangani karena mampu menghambat penyaluran ASI.

    Pengosongan yang tidak sempurna atau tertekannya duktus akibat pakaian yang ketat dapat menyebabkan ASI terbendung. Ibu dianjurkan untuk segera memeriksa payudaranya bila teraba benjolan, terasa nyeri dan kemerahan. Selain itu ibu juga perlu beristirahat, meningkatkan frekuensi menyusui terutama pada sisi payudara yang bermasalah serta melakukan pijatan dan kompres hangat di daerah benjolan.

    Pada kasus puting lecet, bayi yang tidak tenang saat menetek, dan ibu-ibu yang merasa ASInya kurang, perlu dibantu untuk mengatasi masalahnya. Pada tahap awal pengobatan dapat dilakukan dengan mengoleskan ASI akhir (hind milk) setelah menyusui pada puting dan areola dan dibiarkan mengering.

    Kelelahan sering menjadi pencetus terjadinya mastitis. Oleh sebab itu, ibu harus cukup beristirahat dan juga meminta anggota keluarga lainnya untuk membantu kebutuhan dan keperluan ibu menyusui.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 17, 2018

    Pertanyaan Pengunjung :

    Konsultasi

  • Oleh : Nofi Ariyanti
  • 1 tahun, 2 bulan yang lalu

    Assalamualaikum ibu bidan, jika haid saya tanggal nya tdk teratur, dan ketika cek sperma suami sy ternyata oligoasthenoteratozoospermia (oat), apakah sy dan suami masih bisa memiliki momongan dg cara promil alami??

    Kesehatan

  • Oleh : Mingsar Mingsar
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Saya mao tanya tentang Tip buat menambah tinggi badan dok umur saya udh 21

    Mendapatkan anak laki laki

  • Oleh : Rizki Putra
  • 1 tahun, 6 bulan yang lalu

    Program yg tepat

    Amankah episiotomi saat persalinan?

  • Oleh : Muhammad Hanif Maulana
  • 4 tahun, 10 bulan yang lalu

    Selamat sore bu bidan, saat ini saya sedang mengandung usia 8 bulan, dan setelah melakukan USG ternyata bayi saya mempunyai berat badan yang tergolong bayi besar. Kata dokter, saya lebih baik melakukan episiotomi. Tetapi saya ragu dan takut akan rasa sakitnya, dan apakah episiotomi itu amak dilakukan? Mohon penjelasannya, terimakasih

    Menambah berat badan bayi dalam kandungan dengan posisi bayi yang sungsang

  • Oleh : tylermcphillamy
  • 4 tahun, 6 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya Luna umur 29 tahun saat ini saya sedang hamil 36 minggu. MInggu lalu saya di opname karena mengalami ketuban yang rembes dan di sarankan untuk menjalani operasi caesar. Namun berat badan bayi dalam kandungan saya tergolong kecil dan di sarankan untuk menaikan berat badan bayi minimal 2 kg agar operasi caesar dapat di lakukan. Yang mau saya tanyakan bagaimana caranya menaikan berat badan bayi dalam kandungan. Mohon jawabannya

    Tanya Bidan