Mewaspadai Bahaya Pengentalan Darah pada Ibu Hamil

Darah dalam tubuh manusia memiliki fungsi untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Jika darah mengalami pengentalan, maka secara otomatis hal ini akan menghambat penyebaran serta pengiriman pasokan oksigen dan nutrisi dalam tubuh. Hingga saat ini, penyebab pasti pengentalan darah belum diketahui.

Sering kali penyakit ini terlambat terdeteksi atau terdeteksi sebagai penyakit lain, sehingga gejalanya baru diketahui setelah berkembang menjadi lebih parah. Darah kental bisa menyebabkan beberapa gangguan, seperti migrain, gangguan ginjal, penyumbatan paru-paru, hingga serangan jantung.

Pada ibu hamil, kondisi ini dapat menyebabkan keguguran secara berulang. Hal ini disebabkan karena nutrisi tidak sampai pada janin. Alhasil, janin tidak berkembang, mengalami pengecilan, dan akhirnya ibu mengalami keguguran. Hal ini sering terjadi pada janin yang berusia di bawah 12 minggu. Pengentalan darah pada ibu hamil juga bisa menyebabkan terbentuknya gumpalan darah pada plasenta, sehingga menimbulkan kerusakan di bagian jaringan plasenta.

Pengentalan darah pada ibu hamil biasanya didasari oleh gejala klinis dan riwayat seperti :

  • Adanya penyumbatan pembuluh darah nadi atau balik, terganggunya fungsi pembuluh darah dan berisiko stroke
  • Terjadinya kematian pada janin akibat keguguran berulang lebih dari 3 kali. Bahkan hal ini tanpa penyebab yang jelas
  • Terjadi kelahiran prematur ketika kandungan belum berusia 34 minggu akibat terjadinya keracunan kehamilan/preeklampsia
  • Riwayat penyakit anemia dan leucopenia yang memicu pembekuan darah

Keguguran akibat pengentalan darah pada ibu hamil sebenarnya bisa dicegah, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan dini. Pemeriksaan secara rutin sangat penting dilakukan sejak awal kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan atau gangguan yang mungkin saja mengancam kesehatan dan perkembangan janin. Jika gangguan kehamilan terdeteksi lebih awal, maka hal ini bisa segera dilakukan tindakan untuk menekan risiko perkembangannya dengan tepat.

Selain melakukan pemeriksaan secara rutin, ibu hamil juga harus melakukan pola hidup sehat, seperti berolahraga secara rutin dan diimbangi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Hindari juga berbagai jenis makanan yang bisa memicu terjadinya pengentalan dan pembekuan darah.

Ibu hamil yang menderita gangguan kehamilan ini, sangat penting untuk segera melakukan penanganan dalam upaya untuk mencegah terhambatnya pertumbuhan bayi, preeklampsia, dan bahaya lainnya. Untuk kasus ini tentunya mengharuskan untuk dilakukan persalinan secara caesar. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menyelamatkan sang bayi dan ibu.

Citra Dewi Amd.Keb - January 4, 2017
Diskusi Dari:
Hilman Suhilman

Selamat siang bu bidan , Pada saat hamil 24 minggu dokter baru memberirahukan ke saya bahwa janin yang dikandung mengalami gangguan perkembangan. setelah saya kontrol 2 minggu kemudian dan dilakukan USG, dokter menyatakan janin saya tidak bernafas lagi, dan sepertinya sudah tidak ada sekitar 1 minggu. Yang ingin saya tanyakan apa penyebab gangguan pertumbuhan pada janin dan apakah bisa diketahui dari awal kehamilan?

Dijawab Oleh : Hilman Suhilman
Diskusi Dari:
Anonymous

Selamat pagi bu bidan saya ingin bertanya saat ini saya sering merasakan ngilu di persendian juga di area sekita vagina. Gejala tersebut muncul setelah sebulan lalu saya melahirkan, apakah ini berbahaya? dan saya minta saran cara untuk mengatasinya. Terimakasih sebelumnya

Dijawab Oleh :
Diskusi Dari:
Putri Kintamani

Selamat siang bu Dokter, saya mau bertanya. Saat ini saya sedang mengandung, dan usia kandungan saya baru meningjak 2 bulan. Saat ini saya sering sekali merasakan mual dan rasanya ingin muntah. Yang saya mau tanyakan apakah hal ini berbahaya dan bagai mana cara mengatasi masalah ini agar tidak berkepanjangan hingga kehamilan tua?

Dijawab Oleh : Putri Kintamani
Diskusi Dari:
Rani Anggraeni

Sore bu bidan.
Saya saat ini tengah mengandung usia kehamilan tua, dan ini adalah kehamilan kedua saya. Saat persalinan saya yang pertama, saya kurang begitu banyak memiliki tenaga. Kata teman-teman saya, lebih baik pada persalinan kali ini saya ngemil jadi tenaga saya bisa bertambah. Yang mau saya tanyakan, jika saya makan atau ngemil dalam proses tahapan persalinan apakah berbahaya atau tidak? Terimakasih

Perlu Jawaban
Diskusi Dari:
Jasmine Putri Mustofah

Anak saya lahir sdh memilki dua gigi bawah, dan pada saat usia 5 bulan gigi nya patah dan sampai sekarang usia anak saya 11 bulan sisa gigi itu masih ada. Pertanyaan saya tidak masalah kah sisa gigi tersebut dan apakah dengan sendiriny gigi tersebut bisa tanggal sendiri.

Dijawab Oleh : Jasmine Putri Mustofah