×

Ini Alasan Dokter Tidak Memperkenankan Metode BLW Pada Pemberian MPASI

Bagikan Artikel :

Ini Alasan Dokter Tidak Memperkenankan Metode BLW Pada Pemberian MPASI

Pemberian MPASI dengan metode BLW sedang hangat diperbincankgan. Banyak artis dan tokoh masyarakan yang menggunakan metode BLW ini kepada buah hatinya. Sehingga banyak para bunda yang tergiur mengikuti metode BLW ini. Terutama setelah pilihan seorang penyanyi untuk menerapkan BLW pada bayinya menuai pro dan kontra di media sosial.

Metode BLW adalah sebuah alternatif pemberian MPASI yang membiarkan bayi memilih dan makan makanan padat sendiri dengan tangannya. Lewat metode ini proses pemberian makanan berbentuk bubur saat memperkenalkan MPASI tidak dilakukan, melainkan langsung menggunakan makanan padat yang bisa digenggam bayi.

Asal Mula Pemberian MPASI Dengan Teknik BLW

Metode BLW dipelopori oleh Gill Rapley sekitar 10-15 tahun lalu. Ide awalnya adalah konsep back to nature, yaitu bayi akan menyapih sendiri selepas ASI eksklusif, Sejumlah ahli yang setuju dengan metode ini mengatakan, BLW akan membantu bayi lebih mandiri karena tidak ada campur tangan orangtua dalam memilih dan menyuapi. Anak yang dibiarkan memilih makanannya sendiri juga dipercaya akan tumbuh menjadi anak yang gampang makan apa saja, termasuk sayur dan buah.

Keuntungan BLW

BLW memberikan kesempatan pada bayi untuk mengeksplor makanannya sendiri. Artinya, mereka akan lebih cepat menerima berbagai jenis tekstur makanan. Para Ibu yang sudah mencoba BLW mengatakan bayi mereka tidak pernah menolak makan apa pun yang disediakan. Meskipun demikian, belum banyak riset resmi yang dilakukan mengenai BLW. Salah satu riset menunjukkan bahwa bayi yang diperbolehkan memegang/menyuap makanannya sendiri lebih mudah untuk diikutsertakan dalam makan bersama sekeluarga dan mereka juga lebih cepat bisa menerima table-food (makanan yang sama dengan yang dimakan oleh keluarga). Bayi yang masih diberikan makanan bertekstur lunak setelah berusia 10 bulan biasanya akan menolak untuk naik tekstur dan mencoba jenis makanan baru. Selain itu, BLW juga menghemat waktu, karena mama tidak perlu menyediakan puree.

Tanggapan Para Dokter Dengan Metode BLW

menurut Lucia para dokter tidak menganjurkannya karena manfaat BLW belum pernah diteliti dalam skala besar. Studi-studi tentang BLW juga baru sebatas studi observational dalam kelompok-kelompok kecil. Karena itu, dokter anak berpandangan bahwa dalam pemilihan metode MPASI tetap berpedoman pada panduan WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia, yaitu ASI eksklusif 6 bulan dan mulai diperkenalkan pada makanan lembek, lalu secara bertahap makanan kasar sampai usia 12 bulan anak siap dengan makanan keluarga.

Pemberian MPASI memang menjadi hak prerogratif ibu, tetapi tetap harus memperhatikan beberapa hal. Usia bayi sampai 2 tahun adalah periode tumbuh kembang emas, yang paling krusial pada periode ini adalah nutrisi. Menurut Lucia, yang terpenting dalam pemberian MPASI adalah kecukupan nutrisinya. Saat ASI eksklusif berakhir, kebutuhan gizi anak tidak dapat lagi dipenuhi melalui ASI sehingga harus didapatkan dari makanan pendamping. Jumlahnya harus cukup, dari variasi gizi harus mengandung kandungan energi, protein, makronutrien, mikronutrien

Jika bayi mendapatkan MPASI dengan metode BLW, dikhawatirkan ia tidak mendapat nutrisi dalam jumlah yang cukup. Biasanya menu dalam BLW adalah buah atau sayuran yang dikukus. Padahal bayi juga butuh protein hewani sebagai sumber zat besi, tidak mungkin kan bayi diberi daging berbentuk padat.

Selain itu, bayi berusia kurang dari setahun belum terlalu mahir mengunyah karena giginya juga belum lengkap. Mereka belajar makan dengan menghisap-hisap makanan yang digenggamnya sehingga ada risiko jumlah yang masuk ke dalam tubuhnya hanya sedikit. Bayi juga perlu menelan dalam jumlah yang cukup, bukan hanya menghisap makanannya. Pemberian makanan pendamping ASI pada bayi juga harus disesuaikan dengan kemampuan fisik, oromotorik, kesiapan saluran pencernaan, dan juga emosi anak.

Dari segi kesiapan fisik misalnya anak sudah bisa duduk tegak, refleks mengeluarkan lidah sudah berkurang, dan kepala sudah tegak. Sementara itu, kemampuan oromotorik bayi ditandai dengan tumbuhnya gigi. Di usia 8 bulan pada umumnya lidah bayi sudah bisa menggeser makanan sehingga mengurangi risiko tersedak. Dari sisi psikologis misalnya ada perpindahan dari reflektif ke imitatif (menirukan), anak sudah mandiri dan banyak melakukan gerakan eksploratif, ada keinginan makan dengan cara membuka mulut, rasa lapar dengan memajukan tubuhnya ke depan atau tidak berminat dengan menarik tubuh.

Kemampuan mengunyah sangat terkait dengan pertumbuhan gigi sehingga pengenalan makanan padat pertama sebaiknya dimulai dengan makanan lunak. Ketika pemberian MPASI dengan metode BLW beresiko menyebabkan kekurangan nutrisi, akan berdampak pada pertumbuhan gigi anak. Walau begitu, pemberian makanan bertekstur padat bisa merangsang pertumbuhan gigi karena lengkung gigi yang bertambah saat ada tekanan pada gusi.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 10, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    kesehatan

  • Oleh : arif sumirat
  • 2 tahun, 2 bulan yang lalu

    apakah efek negatif onani setiap hari? mohon jawaban nya bidan

    Ejakulasi terlalu cepat

  • Oleh : Aldi Ferdian
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Bu, aku mau tanya. Umur saya 22 tahun. Bu, saya merasa kalau saya mengalami ejakulasi dini. Saya merasa kalau saya mengalami ini karena sering melakukan onani. Ingin rasanya berhenti, tapi sangat sulit.

    Baru onani sebentar, saya sudah ejakulasi dengan cepat. Yang saya khawatirkan, bila nanti saya menikah, saya takut tidak bisa melakukan hubungan seks yang lama dengan pasangan saya. Dan juga setelah saya melakukan onani, saya merasa sangat lemas sekali. Seperti ingin pingsan.

    Apakah menurut ibu, saya mengalami gangguan yang parah?

    Tentang keguguran

  • Oleh : Dewi Utary
  • 1 bulan, 1 minggu yang lalu

    Assalamualaikum
    Ka,saya habis keguguran sebulan yg lalu keluar daging kaya ati terus keluar darahnya sedikit udh gitu ga keluar lagi darah, sesudah itu saya sering merasa badan lemes suka mual gituu kemungkinan hamilnyaa udh 2 mingguan gmn bu apa rahim saya ga bersih?

  • Oleh : Dewi Utary
  • Benjolan di payudara

  • Oleh : Nabilagilsa Nabilagilsa
  • 6 bulan, 3 minggu yang lalu

    Hai dok… Mau nanya nih knapa di payudara sebelah kiri saya ada benjolan ya tapi gak sakit padahal saya masih umur 18 tahun
    Mohon di jawab ya dok trimakasih.

  • Oleh : Nabilagilsa Nabilagilsa
  • Haid tidak lancar setelah melahirkan

  • Oleh : wastini
  • 3 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya istri saya mengalami haid yang tidak lancar setelah melahirkan namun di awal nipas haid istri saya lancar-lancar saja. Dan setelah itu selama 3 bulan istri saya tidak haid juga mohon penjelasannya apakah ini normal?

    Tanya Bidan