×

Ternyata Ini Lho Yang Menyebabkan ASI Berkurang

Bagikan Artikel :

Ternyata Ini Lho Yang Menyebabkan ASI Berkurang

Bagi ibu menyusui, salah satu kendala yang paling sering dijumpai adalah menurunnya produksi ASI. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bayi yang terlihat selalu lapar dan ingin terus menyusu. Hasil perah yang kurang dari biasanya juga menunjukkan ada masalah pada produksi ASI Anda.

Tentu hal ini membuat ibu bingung dan banyak yang beralih ke susu formula. Nah sebelum beralih ke susu formula ada baiknya jika ibu mempelajari beberapa penyebab ASI seret dan cara mengatasinya.

Penyebab ASI Berkurang

  1. Posisi pelekatan bayi
    ASI akan keluar dengan sempurna jika Si Kecil mengisap seluruh areola Anda. Jika ia hanya mengisap dari puting, perlu diperhatikan apakah ia memiliki tongue tie atau lip tie (kelainan kongenital di mana lidah tidak leluasa bergerak karena frenulum lidah yang terlalu pendek).
  2. Ibu yang aktif bekerja
    Ibu yang sudah aktif bekerja saat menyusui biasanya frekuensi memberikan ASI pada bayi akan berkurang. Dokter Ameetha menyarankan agar Anda lebih memperbanyak menyusui sebelum pergi dan setelah pulang bekerja.
  3. Payudara membengkak
    Kebanyakan ibu mengira ASI penuh jika payudaranya sudah membengkak. Hal itu menyebabkan sebagian ibu tidak mau menyusui apabila payudaranya belum bengkak. Moms perlu tahu, payudara yang bagus untuk menyusui adalah yang lunak. Oleh sebab itu, agar payudara tidak bengkak maka menyusuilah sesering mungkin.
  4. Kondisi fisik dan psikis ibu
    Keadaan ibu yang lelah, sakit, atau stres dapat menjadi penyebab berkurangnya ASI. Fisik yang kurang prima menyebabkan hormon oksitosin tidak bekerja maksimal. Oleh karena itu, jaga selalu kesehatan Anda selama menyusui dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Jangan lupa, jaga mood Anda. Sesekali luangkan waktu untuk berjalan-jalan atau sekadar menjalankan hobi agar Anda selalu merasa bahagia. Moms yang terbebas dari stres, produksi ASI-nya akan lebih lancar.
  5. Gangguan fungsi tiroid
    Anda juga dapat merasakan ASI berkurang jika mengalami hipotiroidisme atau berkurangnya fungsi tiroid. Pasalnya, tiroid juga punya peran dalam mengatur hormon menyusui, yaitu oksitosin dan prolaktin.
  6. Mengonsumsi obat atau pil kontrasepsi
    Ibu yang mengonsumsi obat tertentu, antara lain pil KB yang mengandung estrogen atau obat demam juga bisa terpengaruh produksi ASI-nya. Obat demam atau alergi biasanya mengandung pseudoephedrine yang berpotensi mengurangi produksi ASI. Obat semacam ini dijual bebas di pasaran, jadi Moms perlu lebih cermat membaca label obat sebelum mengonsumsinya.

Cara Mengembalikan Produksi ASI

• Power pumping, teknik memerah ASI dengan strategi tertentu dan dilakukan selama sekitar satu jam. Tujuan utama dari teknik ini adalah untuk mengosongkan payudara ibu sehingga tubuh akan segera mengirimkan ‘sinyal’ ke otak agar segera memproduksi ASI lagi. Perlu diingat, teknik power pumping bukan untuk menggantikan seluruh sesi memerah dalam sehari. Teknik ini hanya menggantikan satu kali sesi memerah regular, hanya dilakukan dengan frekuensi waktu yang lebih lama.
• Terus menyusui karena pada dasarnya tubuh Anda menyesuaikan diri dengan kebutuhan ASI Si Kecil.
• Selektif dalam memilih alat kontrasepsi. Moms bisa mengonsumsi pil KB yang hanya mengandung progestin karena pil KB kombinasi dapat memengaruhi suplai ASI.
• Hindari rokok dan minuman keras karena keduanya juga dapat mengurangi produksi ASI.
• Jika tidak terpaksa, hindari pemberian susu formula atau makanan MPASI terlalu dini. Bukan tak mungkin, Si Kecil akan lebih menyukai rasa susu formula atau makanan yang diberikan sehingga frekuensi menyusuinya akan berkurang. Saat frekuensi menyusui berkurang, produksi ASI juga akan ikut menurun.
• Pijat laktasi yang bisa dilakukan oleh keluarga atau oleh bidan. Cara ini mudah, cukup lakukan pijatan dari daerah leher sampai ke bawah batas bra. Dilakukan 15-20 menit.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : October 6, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Saki Kaki Dan Tangan

  • Oleh : Mohammad ikhsan
  • 2 tahun, 2 bulan yang lalu

    Saya mau bertanya, kok akhir akhir ini saya sering sekali merasakan sakit pada bagian kaki dan tangan saya ya dok? Rasanya itu cenat cenut, muncul tiba tiba dan bahkan hilang secar tiba tiba. Ini sakit apa ya dok? Terus bagian mana agar ini tidak terjadi terus menerus?

    Tanda awal kehamilan

  • Oleh : I made oka putra Wirawan
  • 7 bulan, 2 minggu yang lalu

    Selamat pagi
    Saya mau tanya..tanda tanda awal kehamilan seperti apa.?
    Istri saya awal haid tgl 5januari 2020..siklus bisa 28 dan 30hari..pas tgl 16januari 2020 saya cek pakai alat ovulasi tetnyata positif..dan kami melakukan hub suami istri…
    Dari tgl 23 januari perut sebelah kiri bawah mulai kram2 sampai saat ini..kadang2 kram sampai ke punggung dan bagian tengah perut bawah..serta susah BAB dan sering buang gas..
    Tapi sampai sekarang belum ada nyeri d payudara..
    Apa mungkin istri saya hamil.?

    Terima kasih..

    Tentang KB

  • Oleh : rika meirina
  • 6 bulan, 3 minggu yang lalu

    hallo bu dok saya mau nanya
    kemaren saya suntik kb 1 bulan umur saya 21 tahun apakah itu aman?
    dan di bulan selanjutnya saya tidak lagi suntik apakah saya masih bisa hamil? karna saya sudah menikah 1 tahun lebih tapi tidak ada tanda2 kehamilan , apakah saya harus mancing kehamilan dengan pil kb? Terimakasih bu dok🙏🏻

    Ketinggalan memberikan imunisasi anak

  • Oleh : Aryanto Id
  • 4 tahun, 2 bulan yang lalu

    assalamu’alaikum
    bu bidan, saya ingin tanya dong kemaren anak saya berumur 4 bulan katanya harus diberikan vaksin DPT namun kemaren pas jadwal imunisasi lagi demam jadi saya telat memberikan vaksin nya. apakah itu tidak berbahaya ? apakah masih bisa diberikan imunisasi DPT tersebut ? terima kasih sebelumnya

  • Oleh : Aryanto Id
  • Cara hitung usia kehamilan

  • Oleh : Al Sidiq
  • 1 bulan, 3 minggu yang lalu

    Biasa dapat tgl 6. Kalau lambat tgl 20. Tidak dapat dari bulan Juli skrng sdah Agustus. Apakah itu baru 1 bulan masuk 2 usia kandungan ya?

  • Oleh : Al Sidiq
  • Tanya Bidan