×

Tips Menyimpan MPASI Home Made Yang Aman

Bagikan Artikel :

Tips Menyimpan MPASI Home Made Yang Aman

Ketika bunda membuat MPASI sendiri di rumah, bunda perlu tahu cara yang aman untuk menyimpan makanan agar menu MPASI tahan lama. Karena setiap kali bunda memasak tidak untuk satu kali makan bukan? Tapi untuk beberapa kali. Terutama bagi bunda yang sibuk sehingga biasanya membuat menu MPASI dalam porsi banyak dan menyimpannya sebagai stok.

Oleh karena itu penting untuk mengetahui cara menyimpan, menyiapkan, dan memanaskan kembali makanan bayi dengan benar dan aman agar menu MPASI tahan lama.

Membuat MPASI memang tidak semudah menyiapkan bubur instant. Tetapi bunda perlu tahu bahwa MPASI home made memiliki banyak manfaat untuk si Kecil.

Manfaat MPASI homamade adalah untuk membangun kebiasaan makan yang baik. Saat mempersiapkan makanan untuk Si Kecil, bunda telah mengetahui bahwa manfaat MPASI homemade ditentukan oleh bunda sendiri. Oleh karena itu, bunda harus mencari bahan makanan terbaik dan mengolahnya secara bersihdan efisien.

Bahkan, bunda dapat mengenalkan berbagai tekstur makanan sesuai dengan perkembangan bayi. Ini akan membuat bayi terbiasa dengan makanan sesuai dengan pertumbuhannya. Bayi yang mengonsumsi MPASI homemade cenderung memiliki pola makan yang lebih bervariasi.

Related Posts :

    Ini adalah hal penting dalam membangun kebiasaan makan yang baik. Sebab, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang terbiasa memakan sayuran saat MPASI, akan lebih mudah memakannya saat setelah satu tahun.

    Aturan Menyimpan Makanan Agar Menu MPASI Tahan Lama

    1. Membekukan MPASI dalam cetakan es batu
      Saat bunda membuat pure atau MPASI cair dari buah dan sayur, menyimpannya dalam kulkas menggunakan cetakan es batu adalah pilihan yang baik. Pastikan cetakan es batu benar-benar bersih sebelum bunda menyendok bubur langsung ke setiap bagian kotak.
      Tutup cetakan dengan bungkus plastik dan masukkan ke dalam freezer. Setelah MPASI tersebut membeku, keluarkan dan simpan dalam kantong plastik pembeku untuk menghemat tempat.
      Beri label pada kantong dan tuliskan jenis makanan beserta tanggalnya, karena Moms hanya boleh menyimpan makanan bayi di dalam freezer selama 1-3 bulan. Ketika Si Kecil siap untuk makan, ambil secukupnya dan cairkan.
    2. Jangan simpan MPASI dalam wadah kaca
      Toples makanan bayi atau wadah gelas kaca tidak ditujukan sebagai wadah penyimpan untuk dibekukan, Gelas beku dapat pecah atau menyebabkan pecahan kecil di kaca dan meninggalkan pecahan mikroskopis yang dapat menempel pada MPASI. Cara yang paling aman adalah membekukan makanan bayi dalam wadah plastik bertanda “ok to freeze”.
    3. Perhatikan suhu freezer
      Untuk hasil terbaik, makanan beku harus tetap pada suhu di bawah nol secara konstan. Kulkas 2 pintu dengan freezer terpisah akan lebih baik untuk menyimpan MPASI dibandingkan dengan freezer di kulkas 1 pintu. Ini berkaitan dengan frekuensi kita membuka dan menutup pintu agar suhunya tetap terjaga.
      MPASI yang sudah di masak dapat tahan di lemari es hingga 48-72 jam dan jika disimpan dalam freezer akan bertahan maksimal 3 bulan. Pastikan untuk mendinginkan menu MPASI dalam waktu 2 jam setelah dimasak.
      Sebab bakteri akan mulai tumbuh pada suhu kamar setelah lebih dari 2 jam makanan dimasak. Terutama jika Moms membuat menu MPASI dengan daging, ayam, atau ikan.
    4. Buang sisa makanan yang sudah dipanaskan
      Bunda tidak disarankan untuk memanaskan kembali atau membekukan kembali MPASI lebih dari satu kali. Jadi setelah bunda mencairkan MPASI yang telah dibekukan, buanglah sisanya bila tidak habis dimakan. Ini untuk menghindari dampak negatif pada tekstur dan kualitas MPASI itu sendiri.
    5. Jangan biarkan Si Kecil makan langsung dari wadah penyimpanan
      Jika bunda merasa Si Kecil tidak akan bisa menyelesaikan seluruh porsi, tuangkan MPASI dalam jumlah yang menurut bunda akan ia makan ke dalam mangkuk terpisah. Ini untuk menghindari bakteri dari mulut bayi berpindah dari sendok kembali ke wadah penyimpanan sehingga tidak aman untuk menyimpan kembali sisa makanan. Upaya ini juga untuk menghindari pemborosan karena sisa makanan tidak boleh disimpan kembali dalam freezer dan harus dibuang.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : November 21, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Perbedaan bercak kehamilan dan menstruasi

  • Oleh : Raysha Azzahra
  • 2 tahun, 8 bulan yang lalu

    Hpt saya bulan april tgl 22 dok tapi darah yg keluar saat menstruasi hanya sedikit seperti bercak kemudian tgl 3 mei keluar bercak lagi berwarna coklat kira kira karna apa ya dok soal nya saya belum pernah seperti ini berbahaya gak dok

    Sesak napas dan cepat lelah saat hamil

  • Oleh : okmbella957
  • 4 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan, saya mau bertanya saat ini saya sedang hamil 17 minggu. Akhir-akhir saya sering sekali merasa sesak napas dan cepat lelah. Bagaimana cara mengatasinya dan apakah hal tersebut wajar saat hamil?

    Tekanan mental

  • Oleh : Faldi pratama Faldi pratana
  • 1 tahun yang lalu

    Apakah orang yg terkena tekanan mental orang tua dan keluarga bisa bahagia?

  • Oleh : Faldi pratama Faldi pratana
  • Kehamilan

  • Oleh : Atik Tika
  • 2 tahun, 4 bulan yang lalu

    Assalamualaikum, maaf bu dokter saya mewakili teman saya mau bertanya, teman saya kan sudah tidak heid dari semenjak bulan mei 2019 setelah bulan juni akhir ternyata belum haid juga katanya, lalau pas tanggal 25 juni akhir teman saya melakukan test pack dan hasilnya negatif, tapi pas masuk bulan juli awal juga belum haid dan pas tanggal 9 juli di cek lagi hasilnya fositif, di tes lagi tanggal 12 juli juga masih fositif, dan di coba di tes lagi tanggal 23 juli juga masih fositif, tapi yg membuat anehnya kata teman saya dia sama sekalai tidak merasakan mual muntah atau tanda tanda hamil seperti biasanya yaitu perut buncit, sering pipis dll.hanya yg dirasakan yaitu tidak haid seperti biasanya saja. Yg mau di tanyakan jd sebenarnya teman saya itu sedang hamil atau tidak bu dokter, dan solusi nya apa untuk memastikan teman saya hamil atau tidak itu soalnya teman saya tidak mau di cek langsung ke dokter atau bidan dia orangnya penakut dokter. Terima kasih sekian pertanyaan saya mohon di jawab ya bu dokter.

    haid tidak lancar

  • Oleh : fiddina muthiahwari
  • 2 tahun, 10 bulan yang lalu

    assalamualaikum ka,, saya fiddina mau tanya faktor tidak lancarnya haid berpengaruh ga sama anemia??..makasih

    Tanya Bidan