×

6 Foto Anak Yang Sebaiknya Tidak Di Upload Di Sosial Media

Bagikan Artikel :

6 Foto Anak Yang Sebaiknya Tidak Di Upload Di Sosial Media

Si Kecil memamang menggemaskan ya, sehingga fotonya memenuhi feed instagram. Omong-omong yakin fotonya si kecil sudah lulus sensor? Bagaimana kalau di salahgunakan dengan oknum-knum tidka bertanggung jawab. Terlebih, Anda tidak bisa melacak siapa saja yang telah melihat dan mengakses foto si kecil yang baru saja Anda share di akun sosial media Anda. Anda juga tidak bisa mengetahui apa yang mereka lakukan dengan foto tersebut.Sebagai orang tua wajar jika kita merasa berhak mengunggah foto-goto anak sendiri. Tapi coba deh kita lebih mindful saat posting foto si kecil di social media.
Sebaiknya sih kita tidak meng-upload 6 yang akan dijelaskan di bawah. Selalu ingat apa yang sudah kita unggah ke internet, semuanya tidak benar-benar hilang saat kita menghapusnya. Jadi jangan merugikan si kecil dengan meng-upload foto yang sekiranya akan dia protes waktu sudah besar nanti yaa.

Foto anak yang sebaiknya tidak di upload di social media

  1. Foto anak lagi mandi
  2. Foto saat lagi pup atau pipis
  3. Foto bersama temanya, kecuali sudah minta ijin ke orang tua temannya untuk meng-upload foto tersebut.
  4. Foto yang mengungkapkan informasi pribadi, seperti foto KIA, paspor, foto yang menunjukkan identitias sekolah , atau tempapt tinggal.
  5. Foto hal yang akan diprotes anak, misalnya foto saat si kecil lagi menangis, marah dan lain-lain.
  6. Foto anak lagi telanjang.

Anda Boleh Mengunggah Foto Anak Di Media Sosial

  1. Anda perlu berhati-hati dalam mengunggah foto anak kesayangan Anda di media sosial. Anda tentu harus tahu betul bagaimana cara menjaga privasi si kecil dengan menjadi “penjaga” pintu gerbang akses dunia maya bagi mereka. Pastikan Anda sudah menyalakan pengaturan privasi pada setiap media sosial yang Anda miliki saat mengunggah foto anak, ini untuk mencegah foto anak menyebar ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.
  2. Sebelum Anda mengunggah foto anak di media sosial, pertimbangkan dulu hal berikut ini agar Anda merasa aman saat membiarkan wajah si kecil terpampang di laman media sosial Anda.
  3. Mengapa Anda mengunggah foto anak? Tentukan dulu apa alasan Anda ingin mengunggah foto si kecil di media sosial Anda, apakah sekedar membagikan atau sekaligus berbagi informasi seputar perkembangan anak.
  4. Apakah foto ini pantas untuk dibagikan di media sosial? Ini adalah bagian terpenting sebelum Anda memutuskan untuk membagikan foto anak di media sosial. Perhatikan dulu seperti apa gaya atau postur si kecil di dalam foto. Sebab, postur-postur yang terkesan sepele dapat memberikan celah bagi orang jahat untuk memanfaatkan foto si kecil untuk hal-hal yang buruk. Hindari foto-foto bernuansa vulgar atau terbuka yang dapat membahayakan si kecil, misalnya foto saat si kecil sedang mandi, saat sedang sakit sakit, dan foto yang memuat identitas atau hal-hal detil si kecil.
  5. Siapa saja yang boleh melihat foto ini? Yang tidak kalah penting adalah mengatur privasi atau siapa saja yang boleh melihat foto si kecil. Agar lebih aman, pastikan foto anak Anda hanya bisa dilihat oleh keluarga dan orang-orang yang Anda kenal saja. Ubah pengaturan privasi akun media sosial Anda dan Anda akan menjadi lebih tenang saat mengunggah foto si kecil.

Sebelum Memposting Minta Izin Terlebih Dahulu

Keputusan untuk membagikan foto anak di media sosial memang sepenuhnya ada di tangan Anda. Namun yang perlu dicatat, selalu minta izin atau persetujuan si kecil terlebih dahulu, apalagi bila anak Anda sudah cukup umur. Sebab bagaimanapun, foto yang Anda unggah adalah hak pribadinya yang harus mendapat “lampu hijau” dari dirinya dulu sebelum diunggah oleh orang lain, layaknya pada orang dewasa.
Bila si kecil masih belum cukup umur, pastikan Anda berdiskusi dengan ayahnya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memajang foto anak di media sosial. Jika Anda ingin berbagi foto anak di media sosial sambil tetap melindungi privasi si kecil, Anda bisa pasang stiker untuk menutupi wajahnya atau selalu ambil foto dirinya dari belakang. Dua cara ini sangat umum digunakan oleh banyak orangtua di akun sosmed mereka.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : October 8, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Apakah Perlu Bayi di Bedong ?

  • Oleh : Marini Sjola Manoppo
  • 5 tahun, 2 bulan yang lalu

    Assalamu’alaikum bu bidan,
    Saya sedang hamil anak pertama, saya mau tanya dong bu bidan saya apakah bayi baru lahir itu wajib di bedong atau tidak ? ada apa saja manfaat dan bahayanya ? terus batasan untuk membedong bayi kira-kira sampai umur berapa ?
    terima kasih ditunggu balasannya bu bidan

    Tentang Kehamilan

  • Oleh : Yanti Nur Syafitri
  • 3 bulan, 3 minggu yang lalu

    Saya sudah telat haid baru 3 hari..dan apa itu pertanda hamil solnya belum tespek karena tkut hasilnya kecewa

  • Oleh : Yanti Nur Syafitri
  • ejakulasi dini

  • Oleh : opik opik
  • 2 tahun, 3 bulan yang lalu

    Dok saya mau tanya apakah pri yng mmpunyai ejakulasi dini apakh bisa mempunyai keturunn

    Penyebab Terjadinya Pendarahan

  • Oleh : Riana
  • 2 tahun, 11 bulan yang lalu

    Selamat pagi, saya sedang hamil usia kandungan 27 minggu, dengan usia kandungan saya yang masih muda saya menghawatirkan terjadinya pendarahan. yang ingin saya tanyakan apa penyebab terjadinya pendarahan ? Terimakasih

    Bersin Bersin

  • Oleh : Wanti
  • 3 tahun, 2 bulan yang lalu

    Dok kenapa ya ko setiap kali bersin saya sering kali bukan 1 kali tapi malah lebih dari 8 atau 10 kali dalam satu waktu. Itu kira kira kepa ya? ko saya jadi khawatir dengan kesehatan saya ya dok.

    Tanya Bidan