×

Amankah Anak Mengikuti Pelatihan Bela Diri Sejak Dini?

Bagikan Artikel :

Amankah Anak Mengikuti Pelatihan Bela Diri Sejak Dini?

Banyak orang tua yang sejak dini memberikan pelatihan bela diri diri dengan tujuan agar anak dapat melindungi dirinya sendiri. Ya, berlatih olahraga bela diri sejak kecil memang baik untuk melindungi diri, olahraga bela diri juga terbukti meningkatkan kebugaran fisik, menjaga berat badan ideal, dan baik untuk kesehatan mental. Selain itu para ahli percaya kalau seni bela diri mampu ajarkan anak kedisiplinan, keterampilan, dan sosialisasi. Namun usia berapa yang aman untuk anak berlatih bela diri?

Anak dan olahraga bela diri

Sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai mulai usia berapa anak dapat mengikuti olahraga bela diri. Namun demikian, kebanyakan ahli berpendapat bahwa olahraga bela diri mulai bisa diikuti si Kecil sejak usia 6 tahun.

Pada usia tersebut, sebagian besar anak sudah dapat mengikuti instruksi dengan baik, serta sudah mulai bisa berpikir kritis. Selain itu, umumnya anak usia enam tahun ke atas sudah dapat berlatih secara disiplin.

Related Posts :

    Selain faktor usia, hal penting lain yang perlu dipertimbangkan sebelum anak mengikuti olahraga bela diri adalah pemilihan jenis olahraga bela diri dan aspek keamanannya. Jenis olahraga bela diri untuk anak sebaiknya memiliki nilai-nilai positif atau filosofis, serta tidak menekankan pada duel.

    Pilihan olahraga bela diri untuk anak

    1. Taekwondo
      Olahraga bela diri asal Korea ini populer di Indonesia sejak lama. Olahraga ini menekankan pada teknik gerakan tangan dan kaki yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari bahaya.
      Selain manfaat tersebut, beberapa studi melaporkan manfaat lain dari taekwondo seperti meningkatkan daya konsentrasi anak dan menumbuhkan rasa percaya diri.
    2. Pencak silat
      Seni bela diri asli Indonesia ini bisa menjadi salah satu alternatif yang baik bagi si Kecil. Pencak silat tak hanya melatih aspek fisik tetapi juga mental. Dari sisi fisik, kekuatan otot lengan dan tungkai dilatih dengan optimal.
      Dari aspek mental, latihan pernapasan dan sisi filosofis dari pencak silat membantu si Kecil lebih tenang dalam menghadapi tekanan.
    3. Aikido
      Olahraga bela diri asal Jepang ini menekankan pada perlindungan diri tanpa melakukan tindakan agresif pada orang lain. Fokus aikido adalah untuk mempelajari gerakan untuk ”mengunci” lawan, bukan untuk melakukan perlawanan.
      Tak seperti olahraga bela diri lainnya, aikido bukanlah seni bela diri yang dipertandingkan dan tidak ada duel yang dilakukan.
    4. Karate
      Karate merupakan jenis bela diri lain dari Jepang. Dari asal katanya, karate berarti tangan kosong. Artinya, bela diri ini menekankan pada melatih gerakan untuk melindungi diri tanpa menggunakan senjata. Setiap gerakan dalam yang diajarkan dalam karate memiliki nilai moral yang baik untuk diajarkan pada anak.

    Perhatikan aspek keamanan

    • Pelatih yang berpengalaman
    Pastikan bahwa pelatih bela diri untuk si Kecil berpengalaman dalam mengajar anak-anak. Selain itu, pelatih bela diri harus bisa mengajarkan bela diri dengan cara yang menyenangkan.
    Untuk mengetahui hal ini tidaklah mudah. Anda perlu melakukan survei ke beberapa klub bela diri dan melakukan observasi terhadap pelatih dahulu sebelum mendaftarkan si Kecil.
    • Teknik yang tepat
    Untuk menghindari keseleo atau cedera lainnya, pelatih harus bisa memastikan bahwa anak melakukan latihan bela diri dengan teknik yang benar. Tidak boleh ada gerakan yang berpotensi menyebabkan benturan di kepala.
    • Gunakan alat pelindung diri
    Tanyakan pada pelatih bela diri mengenai alat pelindung diri apa yang bisa dipakai. Misalnya saja helm, pelindung siku, pelindung lutut, atau pelindung dada. Sebisa mungkin, sebaiknya lantai tempat latihan bela diri dialasi dengan matras atau alas yang aman untuk menghindari cedera jika terbentur lantai.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 15, 2022

    Pertanyaan Pengunjung :

    Reproduksi

  • Oleh : Yayah Mahdiyah
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Bu, saya sudah telat datang bulan selama 2 bulan, tapi menstruasinya tidak teratur, bagaimana y Bu

  • Oleh : Yayah Mahdiyah
  • Stunting

  • Oleh : Agustina Agustina
  • 11 bulan, 3 minggu yang lalu

    Bu, anak saya umur 18 bulan. BB 7,5 tinggi 70. Apakah anak saya stunting? Makannya memang susah, suka yang gurih2, tidak suka manis. Apakah masih bisa normal? Bagaimana caranya?

  • Oleh : Agustina Agustina
  • Menghadapi anak yang sulit diatur

  • Oleh : Cantika Rahayu
  • 6 tahun, 4 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan, maaf sebelumnya saya tidak menanyakan bahasan kesehatan. Saya memiliki anak usia 8 tahun. Ia sekarang baru masuk kelas 3 SD. Sewaktu kecil anak saya itu nurut sama saya, tapi semakin besar kok dia malah sulit untuk diatur. Apa yang salah dengannya atau saya sendiri yang salah mendidiknya selama ini ? Mohon penjelasannya bu bidan. Terimakasih

  • Oleh : Cantika Rahayu
  • Kapan masa subur pria?

  • Oleh : Riza
  • 6 tahun yang lalu

    Selamat pagi bu bidan, saya penasaran nih apakah pria juga memiliki masa subur? Saya hanya tahu wanita saja yang memiliki masa subur. Mohon jawabannya bu bidan

    Cara mengatasi bau pada kemaluan anak

  • Oleh : herry sinaga
  • 4 tahun, 3 bulan yang lalu

    Selamat siang bu bidan saya mau bertanya bagaimana cara untuk mengatasi bau pada kelamin anak, anak saya perempuan umur 5 tahun mohon jawabannya

    Tanya Bidan