×

Bahaya Gak Sih Si Kecil Main TikTok?

Bagikan Artikel :

Bahaya Gak Sih Si Kecil Main TikTok?

Siapa sih yang tidak mengenal aplikasi tiktok. Seluruh dunia di tahun 2020 ini mengenal tiktok. Sementara itu, aplikasinya sendiri telah diunduh sebanyak 1,5 milyar kali, berdasarkan data dari SensorTower di tahun 2019.

Melihat begitu tak heran jika kita bisa menemukan berbagai kalangan yang keranjingan akan aplikasi yang dikembangkan oleh TikTok Inc. ini, mulai dari anak-anak hingga lansia. Kontennya pun beragam, mulai dari tarian, musik hingga lifehack. Nah sebenarnya untuk apa aplikasi tiktok itu?

Misi Tiktok

Dilansir dari website resminya, misi TikTok adalah untuk menginspirasi kreativitas dan membawa kegembiraan. Dengan kemudahan cara penggunaannya, serta berbagai fitur menariknya, tak heran jika hanya dalam waktu sekitar empat tahun, aplikasi ini menempatkannya sebagai peringkat kesembilan situs jejaring sosial paling populer sedunia setelah Instagram, LinkedIn, Twitter, dan Snapchat, dilansir dari Datareportal. Menariknya, sebagian besar penggunanya adalah remaja dan anak-anak pun kini mulai mengenal aplikasi ini.

Related Posts :

    Batasan Usia dan Kebijakan Privasi Penggunaan TikTok

    Sama seperti semua situs jejaring sosial lainnya, TikTok pun memiliki batas usia penggunanya. Dilansir dari situs resminya, dalam update terbaru di bulan Januari 2020, TikTok menyatakan platform ini ditujukan untuk pengguna yang berusia 13 tahun ke atas. Untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas, aplikasi TikTok akan mengumpulkan informasi-informasi pribadi, seperti usia, username dan password, bahasa, nomor telepon, e-mail, daftar kontak hingga preferensi penggunaan.
    Sementara, untuk pengguna di bawah usia 13 tahun, pihak TikTok telah meluncurkan kebijakan privasi khusus yang merujuk pada aturan undang-undang yang berlaku di Amerika Serikat. Data yang dikumpulkan untuk pengguna anak-anak ini antara lain username, password, dan tanggal lahir. Tetapi, pihak TikTok juga mengatakan bahwa mereka akan mengumpulkan data lain seperti identitas perangkat, alamat IP, tipe web browser, dan data aktivitas penggunaan aplikasi, seperti riwayat tontonan, durasi tontonan dan penggunaan data umum.

    Data-data ini akan digunakan pihak pengembang aplikasi untuk menyaring video dan iklan yang tampil agar sesuai dengan usia anak.

    Yang Perlu Orangtua Ketahui Tentang TikTok

    Pada dasarnya TikTok merupakan aplikasi yang baik, jika digunakan dengan benar. TikTok pun memiliki aneka fitur yang dapat memicu kreativitas anak dalam hal audio-visual. Namun, TikTok pun dapat menjadi pedang bermata dua tatkala dalam penggunaannya menyalahi aturan, norma, dan etika yang berlaku di masyarakat.
    Serupa dengan situs-situs jejaring sosial lainnya, data pribadi yang terpampang dan kemudahan anak berinteraksi dengan orang asing, dapat menjadi bumerang yang mengundang orang untuk berbuat jahat terhadap anak kita. Misalnya, perundungan online hingga predator seksual yang mengincar anak-anak.

    Selain itu, aplikasi yang sedang digandrungi, seperti TikTok, tanpa disadari mengubah kehidupan di sekitar kita dan cara anak mengakses hiburan. Aplikasi-aplikasi ini bisa membuat anak ketagihan.

    Dilansir dari Popsugar.com, Theresa Desuyo, dari Qustodio, aplikasi kontrol untuk orangtua, mengatakan, “Setiap klip di TikTok berdurasi sekitar 15 detik. Kami melihat bahwa anak-anak usia empat hingga 16 tahun menggunakan TikTok rata-rata 60 menit per harinya. Durasi itu berarti sekitar 240 klip video yang ditonton hanya dalam satu jam.”

    Jika Anak Sudah Terlanjur Memiliki Akun TikTok Pribadinya

    • Perkuat pengawasan orangtua
    Theresa menyarankan untuk memperkuat pengawasan orangtua dan jelaskan kepada anak bahwa Mama akan memantau penggunaannya sampai batasan yang sesuai.
    • Duduk bersama untuk membahas Tik Tok
    Bingung bagaimana memulai obrolan soal penggunaan TikTok ini dengan anak Mama? Mulailah dengan duduk bersama mereka dan mintalah mereka mengajari Mama caranya menggunakan aplikasi tersebut.
    Mengapa hal ini perlu dilakukan? Merasakan sendiri pengalaman menggunakan aplikasi TikTok menunjukkan minat, empati dan memberi orangtua kredibilitas membuat penilaian. Bukan sekadar hanya mengatakan ‘tidak boleh’, melainkan orangtua juga perlu menjelaskan langsung mana konten yang pantas dilihat, pantas dipertontonkan dan komentar seperti apa yang bijak dalam merespon konten-konten yang beredar.
    • Membangun relasi berdasarkan kepercayaan
    Penting membentuk relasi bersama anak remaja yang dibangun berdasarkan kepercayaan, karena kita tak selalu bisa memantau apa yang dilakukan anak kita. Dengan memperbanyak diskusi yang terbuka dengan anak, Mama akan mendapatkan wawasan yang lebih baik tetang jenis konten apa yang sering diakses anak dan jenis akun apa saja yang mereka ikuti.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : September 28, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Apakah keguguran dua kali bisa mengalami keguguran yang ketiga kali?

  • Oleh : Hilman Suhilman
  • 4 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat sore bu bidan , saya mau bertanya apabila sudah mengalami keguguran dua kali dan ingin hamil lagi apa saya akan mengalami keguguran seperti sebelumnya ?

    kesehatan

  • Oleh : arif sumirat
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    apakah efek negatif onani setiap hari? mohon jawaban nya bidan

    Tentang Badan

  • Oleh : Maulana 06
  • 6 bulan yang lalu

    Assalamualaikum Ibu

  • Oleh : Maulana 06
  • Bayi Usia 2 Minggu Belum BAB 9 Hari

  • Oleh : Ivie Suci
  • 2 tahun, 6 bulan yang lalu

    Halo dok, saya Resy saat ini usia bayi saya 2 minggu dan saat usia 4 hari bayi saya disinar selama 2 hari, selama disinar bayi saya diberikan susu formula untuk antisipasi dehidrasi dan pulang kerumah banyak bayi saya banyak bab. Tapi sampai sekarang ini sekitar 9 hari dengan full asi belum bab juga, padahal minum asinya banyak dan buang air kecilnya juga cukup banyak. Ada yang harus dikhawatirkan ga yah dok ?

    Keputihan

  • Oleh : Rismawati Sr
  • 1 tahun yang lalu

    Assalamualaikum Dok.. Nama Saya Rismawati Umur 20 Tahun, Saya Keputihan Mulai Bulan 8 Thn Kemarin Dok, sampai Sekarang Belum Sembuh, Padahal Udah minum BanyaK Obat, Jamu, udah pake Daun Sirih juga tapi gak ada perubahan, Keputihan Saya Gatal, Bau Amis, warnanya agak kuning, Terus Kental, kalau berhubungan Nyeri, Panas, terus ada benjolan juga Dok.. Mohon Solusinya Dok, Soalnya Saya Belum Punya Anak, Saya Udah Nikah 1 tahun Lebih….

    Tanya Bidan