×

Beberapa Media Pendidikan Seks Untuk Si Kecil

Bagikan Artikel :

Beberapa Media Pendidikan Seks Untuk Si Kecil

Kadang suka bingung ya sebagai orang tua harus menjelaskan gimana cara untuk melakukan pengenalan pendidikan seks. Kaya merasa belum perlu aja si Kecil untuk memahaminya. Padahal di lihat dari psikologi anak bahwa pendidikan seks itu harus disampaikan dari usia dini.

Omong-omong sejak dini itu berapa tahun sih? 1 tahun kah atau 2 tahun? Nah bunda pendidikan seks bisa dimulai ketika mengenalkan bagian tubuhnya ya.

Related Posts :

    Median Untuk Pendidikan Seks

    1. Teachable moment
      Saat mandi dan ganti popok, konsisten menyebutkan nama alat kelamin yang benar, serta member info tentang fungsinya.
    2. Gambar atau boneka
      Tunjukan area yang boleh disentuh dan tidak boleh di sentuh
    3. Lagu
      Sentuhan boleh, sentuhan tidak boleh (bisa didapat di youtube)
    4. Video
      Bisa dengan menonton video Kisah Si Aksa, Kisah Si Geni (bisa didapat di youtube)
    5. Sesi mengobrol
      Orang tua perlu menjadi tempat yan gaman dan nyaman bagi anak untuk bertanya dan bercerita seputar hal-hal seksual. Tanpa prasangka dan tanpa menghakimi.
    6. Mandi bersama
      Mandi bersama juga bisa menjadi media dalam pendidikan seks, asalkan anak perempuan dengan bundanya dan anak laki-laki dengan ayahnya.

    Kalau Anaknya Sudah Remaja Gimana?

    Memang tak bisa dipungkiri, masih banyak orang yang menganggap hal ini tabu untuk dibicarakan, apalagi jika dibicarakan di masyarakat budaya ketimuran seperti di Indonesia. Tapi untuk menghindari pelecehan seksual pada anak yuk berikan pendidikan seks, bila sudah remaja ini salah satu medianya :

    1. Serial atau Film
      Mungkin hal ini terdengar mengejutkan, namun faktanya, satu dari tiga anak pernah mendapatkan tindakan seksual yang tidak diinginkan. Tentunya hal tersebut menjadikan pendidikan seks penting dilakukan sedini mungkin, bukan?
      Salah satu media pembelajaran seks yang bisa dicoba dan berdampak efektif berasal dari materi-materi yang bersifat non formal dan ada di sekitar Anda, seperti melalui film anak misalnya. Alasannya, tayangan tersebut memiliki alur cerita yang mudah mudah dicerna oleh si anak.
      Selain itu, tokoh utama yang ada di dalamnya juga dapat lebih mudah dicerna dan diingat oleh anak. Konflik yang terjadi di dalam ceritanya juga lebih relevan dengan interaksi sosial yang sedang terjadi pada teman-teman seusianya, lho.
      Faktanya, sebuah penelitian menyebutkan, 67 persen dari koresponden yang berusia antara 15-29 tahun belajar menemukan informasi yang berguna dari serial atau film yang muncul di televisi.
    2. Majalah
      Kolaborasi antara informasi dan gambar yang menarik nan edukatif lebih disukai oleh para pelajar dibandingkan dengan metode ceramah yang cenderung membosankan. Dari kombinasi tersebut, pola pikir anak akan terbentuk di dalam alam bawah sadarnya, dan kemudian merumuskan nilai moral mengenai aktivitas seksual sesuai dengan usianya.
      Selain itu, gambar lebih mudah diingat dibandingkan dengan kata. Sebuah survey menyebutkan, 69 persen koresponden mengaku mereka juga mendapatkan pendidikan seks dari majalah yang mereka sukai.
    3. Rekan
      Sebanyak 76 persen dari peserta target penelitian mengakui bahwa mereka lebih banyak belajar mengenai seks dari rekan sejawat. Ada pertukaran pengalaman mengenai kehidupan seks yang pernah dialami oleh diri sendiri atau didengar dari orang lain terbukti mampu dicerna lebih cepat.
      Jelas, interaksi yang terjadi dalam grup yang sama lebih komunikatif dan berjalan dengan dua arah atau lebih. Hal ini menjadikan pendidikan seks melalui rekan terbukti efektif dan efisien. Dengan begini, lebih banyak informasi yang dipelajari dan tertanam sebagai nilai moral seks yang diterima.
      Namun ingat, Anda sebagai orangtua juga harus mengawasi ketika anak sedang berbagi cerita dan pengalaman dengan teman-teman seusianya. Dengan begitu, jika ada informasi yang salah dan kurang tepat bisa segera diluruskan dan disaring oleh orangtua, sebelum si anak menganggapnya sebagai kebenaran.
    4. Internet
      Kecanggihan teknologi membuat ‘Kids zaman now’ lebih banyak menghabiskan waktunya bersama internet dibandingkan dengan bertatap muka secara langsung. Hal ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran seks yang bisa diterima oleh semua usia.
      Lebih dari 85 persen subjek penelitian menyatakan bahwa mereka belajar secara otodidak melalui internet. Dengan bimbingan yang sesuai, tentunya internet bisa menjadi media pembelajaran seks yang menarik dan efektif. Semakin mudah untuk memulai sejak dini memberi pendidikan seks yang menarik dan efektif, bukan?
      Sayangnya, terkadang informasi yang diterima tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Dan media ini perlu diwaspadai. Sumber informasi yang dicerna harus kredibel dan berasal dari fakta ilmiah sesuai dengan hasil penelitian.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : October 7, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Benjolan kecil dan lunak dipayudara

  • Oleh : Hafis Alfarozi STm
  • 3 tahun, 12 bulan yang lalu

    Siang dokter, kakak saya kemarin bilang kalau di payudaranya ada seperti benjolan kecil dan lunak itu benjolan payudara yang menyebabkan kanker payudara bukan dok ? Bagaimana cara mengobatinya ?

  • Oleh : Hafis Alfarozi STm
  • Berhubungan Seks

  • Oleh : Sherly davies
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat Siang Dok, Saya mau bertanya, saat ini saya sedang menunda kehamilan. Saya sering kali melakukan hubungan intim bahkan hingga 3 sampai 4 kali seharinya. Namun karena saya menunda kehamilan, saya selalu mengeluarkan sperma di luar. Yang saya mau tanyakan apakah dengan kondisi dan kebiasaan ini saya bisa hamil? dan apa dampak bahaya dan manfaat melakukan hubungan intim yang sering ini?

    Faktor yang berpengaruh agar memiliki bayi kembar

  • Oleh : Siska zumrotul fauziah
  • 2 tahun, 11 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya apa saja faktor yang dapat berpengaruh agar memiliki bayi kembar pada keluarga yang tidak mempunyai riwayat anak kembar. Mohon penjelasannya

    Masalah vagina

  • Oleh : Anda Ari
  • 5 hari, 20 jam yang lalu

    Assalamualaikum bu bidan.
    Saya mau bertanya pada saat saya melakukan olah raga seperti kegel atau peregangan mengangkat kaki ada bunyi sprti bunyi becek dan queefing. Saya sdh mnikah dan berumur 28. Apakah itu tanda penyakit?
    Karena saya merasa vagina saya jga sll becek. Bagaimana mengobatinya bu? Makasiih

  • Oleh : Anda Ari
  • Ingin hamil lagi

  • Oleh : Erna Manurung
  • 2 bulan, 4 minggu yang lalu

    Gini buk bidan, saya habis melahirkan sekitar bulan 12 kemarin, tapi anak saya meninggal begitu lahir, dan saya belum mendapat haid sampai saat ini, tapi saya sudah berhubungan sama suami saya sekitar 2 minggu yang lalu dan rutin karna memang kami tidak menunda untuk kehamilan selanjut nya tapi sekarang saya merasakan sakit perut dibagian bawah, saya bingung ini gejala tanda kehamilan atau mau PMS y buk bidan,? Soal ny sudah saya tespek hasil nya negatif tapi sakit perut nya sudah berlangsung beberapa hari ini dan tidak ada keluar darah yang ada keluar keputihan terus menerus dan bagaimana cara agar bisa cepat hamil lagi sebelum datang haid setelah melahirkan?

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan