×

Begini Cara Mendidik Anak Laki-laki Agar Tidak Kasar Kepada Perempuan!

Bagikan Artikel :

Begini Cara Mendidik Anak Laki-laki Agar Tidak Kasar Kepada Perempuan!

Setiap wanita pasti tidak menyukai laki-laki yang bersikap kasar kepada perempuan khususnya pada ibu dan istri. Hal ini sebetulnya bisa dicegah sejak dini lho Bun. Bagaimana caranya? Perlu diketahui bahwa tidak ada pria yang memperlakukan wanita dengan kasar bila dia tidak melihat contoh dari lingkungan sekitarnya. Pemahaman mengenai pentingnya memberikan apresiasi kepada wanita, ternyata dipengaruhi oleh cara seorang anak laki-laki dibesarkan.

Kalau seorang anak laki-laki dididik untuk memberikan respect dengan cara melihat sang ayah memperlakukan ibu dengan baik dan penuh hormat, niscaya anak laki-laki akan menaruh hormat pada anak perempuan. Sehingga, karakter ini akan dibawanya sampai dewasa kelak.

Sejak Usia Berapa Anak Laki-laki Diajarkan Untuk Bersikap Lembut Kepada Perempuan?

Idealnya sejak usia 5 tahun dan terus-menerus dilakukan anak bisa didiki untuk tidak kasar kepada perempuan. Dan orangtualah peran yang paling berpengaruh terutama seorang ayah. Untuk cara-cara yang tepat simak di bawah ini ya!

Trik Mendidik Anak Agar Tidak Kasar Terhadap Perempuan

  1. Berikan anak contoh yang baik lewat cara ayah memperlakukan ibu
    Tidak ada cara mendidik anak laki-laki yang lebih tepat dari memberikan contoh langsung cara ayah memperlakukan ibunya. Anak usia dini mudah menyerap informasi dan menjadikan yang dilihat, dirasa, dan didengarnya dari orang terdekat sebagai kebenaran. Kalau anak melihat ayah memperlakukan ibu dengan hormat, demikian juga pria-pria dewasa di sekitarnya berlaku sopan kepada perempuan, anak akan mencontoh perilaku tersebut dan secara tak langsung membangun karakternya sendiri.
    Tidak ada salahnya berlaku mesra di hadapan anak, supaya anak memahami kalau ayah menyayangi ibunya dan memang sudah seharusnya demikianlah ibu dan setiap perempuan diperlakukan.
  2. Pembicaraan Antara Ibu dan Anak Laki-laki
    Lakukan percakapan antara ibu dan anak laki-laki, serta cara mereka seharusnya memperlakukan anak perempuan. Ibu bisa menjelaskan kalau anak perempuan memiliki perasaan yang halus dan sudah semestinya anak laki-laki memperlakukan teman perempuannya lebih hati-hati ketimbang teman laki-lakinya. Mulai dari cara berbicara, mengajak bermain, sampai berpikir
  3. Jangan Melakukan Pertengkaran di depan Anak-anak
    Biasanya, sebagai orang dewasa terkadang terjadi lepas kontrol baik itu ucapan ataupun kontak fisik. Nah, ketika orangtua sedang cek-cok jangan lakukan di depan anak. Apalagi, kalau ayah sampai mengumpat atau mengeluarkan kata-kata kasar kepada ibu, bahkan memukul. Bisa jadi ini terekam dalam ingatan anak. Bahkan, bukan tak mungkin anak akan menganggap normal cara pria berlaku kasar kepada wanita. Jangan sampai anak beranggapan demikian. Bisa-bisa pemahaman ini dibawanya sampai dewasa kelak dan menjadi karakter yang susah diubah.
  4. Jauhkan Anak dari Tayangan yang Bersifat Kekerasan
    Sebisa mungkin jauhkan anak dari segala bentuk tayangan yang sifatnya kekerasan. Apalagi kekerasan fisik yang dilakukan pria terhadap wanita. Kalau pada akhirnya ibu tidak bisa menjauhkan materi kekerasan tersebut atau tanpa sengaja anak menonton tayangan kekerasan, sudah jadi kewajiban untuk mengarahkan kalau yang dilihat dan didengar tersebut bukan sesuatu yang baik dan tidak semestinya dilakukan.
    Berikan penjelasan yang paling sederhana dan masuk akal, sehingga mudah dipahami oleh anak. Ini menjadi salah satu cara mendidik anak laki-laki untuk tahu cara memperlakukan anak perempuan dengan hormat.
  5. Berikan Pemahaman Gender
    Tidak ada yang terlalu dini dalam memberikan pemahaman gender kepada anak laki-laki. Sejatinya, pembicaraan ini akan lebih bermakna dan dimengerti anak bila ayah dan ibu melakukannya bersama-sama.
    Percakapan bisa dimulai dari pemahaman kalau anak laki-laki dan anak perempuan itu berbeda secara fisik dan emosi. Namun, bukan berarti bisa diperlakukan berbeda dalam arti tidak hormat. Justru perbedaan fisik dan emosi dengan anak perempuan membuat anak laki-laki harus memperlakukannya lebih hormat, sama seperti kepada ibu dan saudara perempuannya.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 15, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    IUD yang Masih Terpasang Saat Hamil, Bahayakah ?

  • Oleh : Jenni
  • 4 tahun, 9 bulan yang lalu

    Bu bidan saya sekarang sedang mengandung anak k 2, dan saat ini usia kandungan saya 4 bulan. Namun dikehamilan saat ini saya khawatir karena ternyata IUD yang sebelumnya masih terpasang. Bagaimana langkah yang seharusnya saya lakukan, saya takut mempengaruhi janin saya. Karena ada yang menyebutkan bila dilepas akan mengakibatkan keguguran. Mohon penjelasanan bu bidan.

    Terimakasih

    Lemas

  • Oleh : Risky nur
  • 2 tahun, 11 bulan yang lalu

    Pagi Dok. Saat ini saya sering kali merasakan berbagai jenis masalah seperti dada yang sakit, lemas, sakit pada bagian tangan, berkeringat berlebih, panas dingin, gemeteran dan sakit dada sebelah kiri. Awaslnya saya hanya menderita masalah kesehatan tuberculosis 1 Thn. Memang Dokter sudah bilang bahwa saya sudah sembuh dari tuberculosis ini. Tapi kenapa yang tiba tiba tubuh saya jadi merasakan hal hal tadi? Mohon penjelasannya

    Haid sedikit

  • Oleh : Ndah Jumaidah
  • 2 tahun, 2 bulan yang lalu

    Assalamualaikum
    Dok saya sudah menikah 7bulan, haid saya selalu teratur siklusnya 22-24 hari, saya terakhir haid tanggal 15 maret dengan volume yang seperty biasanya 6 hari,
    Tapi pas harusnya tanggal 5 april saya haid itu tidak haid hanya kram perut ajah, dan selama semnggu itu saya selalu keputihan encer bening tidak gatal dan tidak berbau, tanggal 12 apr saya kluar darah bercak2 sja hanya 2 jam saya pikir haid tapi kok tidak sebnyak yg biasanya saya tespek negatf .saya periksa ke dokter spog katanya bukan penyakit, trs masuk ke bulan mei saya slalu kputihan encer bening dan tgl 6 mei sya harusnya sy haid cuman kluar bercak kuning, tgl 7 kliar bercak coklat tp sedikit tdk pakai pembalut
    Smpai tgl 8 saya kputihan encer lagi
    Apa itu normal dok .saya tspek ngatf trs

    Masalah vagina

  • Oleh : Anda Ari
  • 12 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bu bidan.
    Saya mau bertanya pada saat saya melakukan olah raga seperti kegel atau peregangan mengangkat kaki ada bunyi sprti bunyi becek dan queefing. Saya sdh mnikah dan berumur 28. Apakah itu tanda penyakit?
    Karena saya merasa vagina saya jga sll becek. Bagaimana mengobatinya bu? Makasiih

    Benjolan di area miss v

  • Oleh : Erind Dwi
  • 1 tahun, 4 bulan yang lalu

    Hallo, dok.
    Perkenalkan nama saya Erin, saya berusia 20 tahun, pelajar.
    Saya mau tanya dok, kenapa ya di area miss v saya ada benjolan sebelah kiri arah bawah yang kira-kira sebesar 1 butir kacang tanah, tapi saya tidak merasakan keluhan apapun dok, jika saya mengalami bisul di area miss v saya maka itu terasa sakit, tapi ini saya tidak merasakan apapun dok. Jika diraba agak terasa keras seperti bisul. Dan saya tidak pernah melakukan hubungan intim dok.
    Mohon bantuannya dok agar rasa cemas saya bisa sedikit terobati.
    Terimakasih, dokter.

    Tanya Bidan