×

Bolehkah Si Kecil Main Hujan-hujanan?

Bagikan Artikel :

Bolehkah Si Kecil Main Hujan-hujanan?

Bunda pernah mendapati Si Kecil meminta main hujan-hujanan? Bingung untuk mengizinkannya atau tidak? Memang bagi seorang anak bermain hujan-hujanan merupakan hal yang seru. Tapi bunda tentu khawatir si Kecil sakit sehingga melarang anak untuk bermain hujan-hujanan menjadi kebiasan yang dilakukan oleh sebagian besar orang tua.

Tidak jarang anak merengek kepada orang tuanya agar diperbolehkan bermain hujan-hujanan. Bukan tanpa alasan orang tua melarang demikian. Bermain hujan-hujanan dianggap dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Tapi di balik ini semua ada beberapa manfaat lho main hujan-hujanan bagi si Kecil.

Nah kali ini curhat bidan akan share mengenai manfaat dan kekurangan main hujan-hujanan pada Si kecil. Simak di bawah ini yah Bun!

Manfaat Bermain Hujan-hujanan

  1. Menstimulasi kemampuan fisik dan motorik
    Ketika bermain hujan-hujan, biasanya anak-anak akan menggerakkan seluruh anggota tubuh. Mereka akan berlari, melompat, menari, bahkan saling mencipratkan air. Kegiatan tersebut dapat menstimulasi kemampuan motorik secara spesifik, di antaranya kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi.
  2. Meningkatkan sistem imunitas tubuh
    Dengan bermain hujan-hujan, tubuh anak akan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan suhu menjadi dingin. Keadaan tersebut dapat menstimulasi sistem imunitas tubuh untuk mampu menyesuaikan perubahan suhu lingkungan.
  3. Mencegah berbagai masalah kesehatan
    Bermain di luar ruangan memungkinkan anak untuk bergerak lebih aktif. Hal ini dapat menurunkan risiko beberapa masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Selain itu, ketika anak bersentuhan dengan air hujan dan merasa senang, ia pun akan terhindar dari kondisi stres.
  4. Merangsang daya kreativitas
    Bermain hujan-hujanan dapat merangsang daya kreativitas anak dengan memanfaatkan elemen-elemen yang ada di alam. Misalnya: menampung rintik hujan di wadah, membuat wajah boneka dari tanah, bermain kapal-kapalan di genangan air, bermain bola di rumput yang berair, atau sekadar melompat di atas genangan air.
  5. Mengenal alam lebih dekat
    Ketika anak diberikan kesempatan bermain hujan-hujanan, anak pun memiliki keleluasaan untuk mengenal alam lebih dekat. Anak bisa bersentuhan dengan air hujan atau mungkin melihat hewan-hewan yang lebih sering terlihat saat musim hujan, yaitu katak, capung, atau cacing.
    Anak bisa diajarkan bahwa hewan-hewan tersebut berperan penting di alam. Dengan demikian, anak menjadi lebih mengerti dan mencintai alam serta lingkungan sekitarnya.

Agar Anak Tetap Sehat

  1. Gunakan jas hujan dan sepatu hujan
    Memakai jas hujan dan sepatu hujan sangat penting agar kuman dan bakteri tidak langsung menempel pada tubuh. Selain itu, jas hujan akan membuat anak tidak merasa terlalu kedinginan.
  2. Mandi dengan bersih
    Setelah main hujan-hujanan, segera lepas jas hujan anak lalu ajak ia untuk mandi. Gunakan air hangat untuk menstabilkan suhu tubuh anak. Siapkan juga sabun antiseptik agar anak terhindar dari kuman penyakit.
  3. Mencuci tangan
    Mencuci tangan dengan sabun dapat membantu mengusir kuman dan bakteri yang didapat saat bermain hujan. Cara mencuci tangan juga tak boleh sembarangan. Basahi tangan dengan air, lalu gosoklah seluruh bagian tangan menggunakan sabun antiseptik selama 20 detik, sebelum dibilas kembali dengan air. Kemudian, keringkan dengan handuk atau tisu bersih.
  4. Beri asupan yang hangat dan bergizi
    Setelah anak selesai mandi, orang tua dapat memberikan anak asupan yang hangat, seperti bubur, susu, atau teh, untuk membantu menghangatkan tubuhnya. Selanjutnya, berikan ia makanan bergizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Ini penting untuk membentuk daya tahan tubuh yang kuat pada anak.
  5. Tidur cukup
    Pada malam harinya, jangan sampai anak kurang tidur. Anak usia sekolah (5–10 tahun) perlu tidur 10–11 jam setiap malam, dan lebih banyak untuk anak dengan usia yang lebih muda. Tidur cukup bisa membantu sistem kekebalan tubuh mereka bekerja dengan baik. Karena itu, pastikan waktu tidur anak teratur setiap harinya. Jangan lupa beri kehangatan untuk anak dengan menggunakan selimut.
    Perlu diingat pula agar orang tua memastikan anak dalam keadaan sehat sebelum bermain, mengawasi anak saat bermain, dan membatasi waktu anak dalam bermain hujan-hujanan.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 26, 2022

    Pertanyaan Pengunjung :

    Masalah bayi

  • Oleh : Anisaapriyanti
  • 4 tahun, 7 bulan yang lalu

    Buk bidan kenapa ea bayi saya klo tidur bunyi nya gro grok usianya 4blan

    Cara mengatasi demam yang disertai diare pada anak 1 tahun

  • Oleh : Riri
  • 5 tahun, 11 bulan yang lalu

    Selamat siang, Maaf sebelumnya saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi demam yang disertai pada anak usia 1 tahun. Karena sudah 3 hari anak saya mengalami demam yang disertai dengan diare. Anak juga tidak mau makan dan sering rewel. Kemarin diperiksa ke dokter dan demam sempat turun setelah diberikan obat penurun demam, namun esoknya suhu tubuhnya kembali naik dan intensitas diare semakin sering. Mohon penjelasannya.

    Terimakasih sebelumnya.

    Kehamilan

  • Oleh : Whana
  • 1 tahun, 7 bulan yang lalu

    Assalamualaikum sus, sy mau nanya ni, sy menikah tanggal 25 maret 2020, istri sy terakhir haid itu tanggal 27 april 2020.

    Berapa usia kehamilan istri sy sus.?

  • Oleh : Whana
  • Alat vital penis

  • Oleh : R. Rienna
  • 3 tahun, 3 bulan yang lalu

    Gmn cara nya memperbesar penis…

    Kehamilan

  • Oleh : Novia Vidiyana
  • 2 tahun, 10 bulan yang lalu

    Sya terakir haid tgl 28 juni 2019 , dan skrang saya mengalami tanda” , mual” , perut kram , payudara sakit apakah bisa di katakan sya hamil… tpi tgl menstruasi blum tiba …

    Tanya Bidan