×

Bunda, Jangan Sampai Anak Balas Dendam Setelah Dewasa Nanti Ya!

Bagikan Artikel :

Bunda, Jangan Sampai Anak Balas Dendam Setelah Dewasa Nanti Ya!

Terkadang sebagai orangtua kita tidak menyadari bahwa sudah terlalu mengintervensi mengenai sesuatu yang seharusnya dipilih seorang anak. Memang maksudnya baik, tapi hal ini justru akan membuat anak tidak nyaman dan bahkan ada yang hingga membalas dendam. Selain itu dendam yang timbul pada anak juga bisa disebabkan oleh orangtua yang bossy, suka perintah, diperlakukan kasar dan tukang ngatur. Hal ini akan membuat anak tidak kreatif, lumpuh, hingga akhirnya dia akan membalas setelah dewasa. Anak yang membenci orangtuanya sendiri akan menyimpan dendam dalam jangka waktu yang lama.

Agar Anak Tidak Membenci Orangtua

  1. Menjaga batasan
    Menjadi orangtua tak berarti bahwa Anda bisa memasuki dunia anak Anda sepenuhnya. Anak punya privasi soal kehidupannya yang harus kita hormati. Yang penting adalah membuat anak percaya pada kita untuk bercerita dengan sendirinya. Bukan memaksa anak untuk bercerita segalanya.
  2. Membanding-bandingkan
    Anak manapun akan merasa sakit hati pada orangtuanya jika orangtua membanding-bandingkan mereka dengan saudara maupun orang lain. Kemampuan anak itu berbeda-beda. Membanding-bandingkan akan membuat ia minder, sakit hati, dan diam-diam melakukan persaingan tidak sehat dengan orang yang dibandingkan dengannya.
  3. Menuntut anak memenuhi ambisi kita
    Pisahkan antara kebutuhan anak dengan ambisi orangtua. Khawatir dengan masa depan anak bukan berarti ‘menyetir’ anak dalam segala aspek. Ia juga butuh menjalankan minat dan bakat yang tumbuh di dalam dirinya sendiri, bukan sekedar menuruti apa yang orangtuanya mau.
    Memancing keinginan anak untuk maju dengan motivasinya sendiri akan lebih manjur daripada membuatnya terpaksa melakukan apa yang jadi keinginan orangtua. Tidak semua anak bisa menjadi juara kelas, sehingga menghargai hasil dari usahanya akan lebih ia kenang daripada meremehkan apa yang sudah ia usahakan.
  4. Selalu menyalahkan anak
    Ini sering tidak disadari oleh orangtua. Beberapa orangtua memang melakukan kesalahan dengan menyalahkan anak atas kejadian buruk yang terjadi. Terutama jika Anda sebagai orangtua merasa kecewa dengan apa yang ia lakukan maupun hidup yang Anda jalani.
    Misalnya, sebenarnya bukan salah anak jika ia tampak lambat belajar. Karena perkembangan anak selalu berbanding lurus dengan stimulasi yang diberikan padanya saat balita, faktor genetis, faktor gizi makanan, dan didikan orangtua.
    Bukan salah anak jika ia mirip dengan suami yang meninggalkan ibunya di saat keluarga membutuhkan sosok pengayom rumah tangga. Ada banyak kasus terjadi dimana seorang ibu atau ayah menyiksa anaknya hanya karena wajah mereka mirip dengan pasangan yang membuatnya kecewa.
  5. Minim apresiasi
    Pujian yang diberikan pada anak akan membuatnya lebih percaya diri. Jika porsi pujian itu tepat, ia tak akan tumbuh jadi orang sombong.
    Kurangnya apresiasi dan pujian terhadap apa yang anak lakukan akan membuatnya minder dan berjarak dengan orangtua. Untuk apa bercerita tentang hari yang dijalani kepada orang yang tak pernah menunjukkan reaksi positif atas hasil kerjanya?
    Anak yang mudah dimanipulasi orang lain di saat remaja hingga dewasanya kebanyakan adalah mereka yang menginginkan pujian dan apresiasi dari orang lain. Jika orangtua sendiri tak pernah memujinya, maka ia akan mencari pujian dari orang lain. Hal ini rentan membuat anak terjebak dalam hubungan tidak sehat dengan orang lain.
  6. Mengajarkan rasa hormat dengan menyebarkan rasa takut
    Tegas tidak sama menjadi galak. Banyak orangtua yang tertukar antara galak dan tegas saat mendidik anaknya. Seolah, agar membuat anak hormat dan menurut pada orangtua, maka orangtua membuat anak takut padanya.
    Sekalipun Anda adalah orangtua yang menghadirkan anak ke dunia, apa yang ada di dalam kepala anak berbeda dengan apa yang Anda pikirkan. Rasa hormat itu adalah sesuatu yang didapat dengan usaha dan contoh dari orang lain. Bukan otomatis didapat hanya karena kita terlahir lebih dulu dari mereka.
    Ingat bahwa mendidik anak di rumah tidak sama dengan mendidik prajurit di camp militer. Mendidiknya dengan keras tidak akan membuat anak mencintai Anda sebagai orangtuanya,
  7. Inkonsisten
    Jika anak melihat Anda melakukan hal yang pernah Anda larang, maka anak akan menilai bahwa inkonsistensi Anda membuatnya muak. Sebagai contoh, bagaimana mungkin Anda meminta anak untuk dapat mengendalikan aktivitas gadget nya sedangkan Anda sendiri tak bisa lepas dari gadget?
  8. Melakukan kekerasan verbal dan non verbal
    Dipukul atau dimarahi akan membuat anak merasa sangat sakit hati. Jika sekali saja Anda melakukan ini, maka anak tidak akan pernah melupakannya. Apalagi Parents tidak benar-benar minta maaf dan menebus kesalahan pada anak.
  9. Terlalu overprotective
    Niat untuk melindungi anak dari kejahatan yang terjadi di luar rumah bukan lantas mambuat Anak terbatas geraknya. Anak akan merasa bahwa orangtuanya tidak menganggapnya sebagai orang yang dapat dipercaya. Selain itu, overprotective bukan cara baik untuk membuat anak belajar.
    Anak perlu merasakan kekalahan agar ia tahu bagaimana caranya mengatasi rasa sedih dan bangkit. Anak perlu merasa bahwa dirinya layak dipercaya oleh orangtua sehingga tak perlu bohong soal aktivitasnya di luar rumah. Jika larangan yang Anda berikan ‘demi kebaikannya’ terlalu banyak dan membebaninya, maka anak akan jadi seseorang yang membenci orangtuanya sendiri.
  10. Anda mengajak anak untuk membenci orang lain
    Pada awalnya, anak akan menuruti mau Anda yang melarang untuk bergaul dengan orang tertentu. Keputusan ini bisa berbuah dua kemungkinan.
    Kemungkinan pertama, jika ia sadar bahwa hal itu buruk di kemudian hari, ia akan membenci keputusan Anda yang menganjurkan kebencian padanya. Kemungkinan kedua, jika anak tidak sadar dengan cara Anda yang keliru dalam memperlakukan orang lain, maka anak akan melakukan hal yang sama dengan Anda pada orang lain atau justru pada orangtuanya sendiri.
    Anak mestinya belajar cinta sejak kecil. Jika sejak kecil Anda sudah melarangnya bermain dengan orang lain, apa yang Anda harapkan darinya selain tumbuh menjadi seorang yang gamar membenci sesamanya juga?
    Apapun yang anak rasakan pada Anda kelak ditentukan oleh sikap Anda saat ini. Jika Anda melakukan 10 hal diatas, maka tak akan heran jika suatu hari anak akan tumbuh menjadi seorang yang membenci orangtuanya sendiri.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : July 15, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Jenis persalinan apa yang baik untuk saya?

  • Oleh : Milda
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat siang, mohon sarannya ya bu bidan untuk jenis persalinan apa yang baik untuk saya nanti. Saat ini saya mengandung usia 5 bulan. Saya mempunyai riwayat penyakit asma, namun memang sejak saya mengandung penyakit saya tidak pernah kambuh lagi. Sebaiknya saya menjalani persalinan normal atau harus operasi caesar ya? Saya juga baru pertama kali hamil dan ada sedikit rasa takut akan rasa sakit nanti saat persalinan. Terimakasih sebelumnya.

    Apa efek samping vitamin E dan susu pra kehamilan

  • Oleh : dawnagagnon511
  • 3 tahun, 5 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan, saya wanita usia 25 tahun dan suami saya usia 26 tahun. Sudah 6 bulan kami menikah dan saat ini sedang melakukan program kehamilan. Saat ini saya mengkonsumsi susu pra kehamilan dan natur E, apakah keduanya dapat membantu mempercepat kehamilan dan apakah ada efek sampingnya?? mohon jawbannya

    Program Hamil

  • Oleh : Fajar
  • 3 tahun, 2 bulan yang lalu

    Saya sudah menikah kira kira 5 bulanan. Saat ini saya sedang melakukan program hamil. Saya dan suami berharap segera memiliki keturunan. Namun sayang, suami saya merupakan perokok aktif dan sangat susah untuk berhenti merokok. Yang saya mau tanyakan apakah program hamil saya akan terjadi meski sang suami merupakan perokok aktif?

    Anak usia 2 tahun tidak mau makan sayur

  • Oleh : Aisyah Putri Setiawan
  • 3 tahun, 11 bulan yang lalu

    selamat pagi bu bidan, saya mau bertanya. Saya mempunyai anak usia dua tahun kurang saat ini memang sedang aktif-aktifnya kesana kemari. Namun anak saya itu tidak mau makan sayur, setiap hari anak saya selalu makan dengan daging. Apakah jika anak saya tidak mau makan sayur akan berdampak pada perkembangan juga kesehatannya? dan bagaimana cara agar anak saya mau makan sayur? Mohon jawabannya Terimakasih

    Wasir / Ambeien Saat Hamil

  • Oleh : Opik Taufik
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat pagi, saat ini saya tengah mengandung usia 8 bulan. Beberapa hari yang lalu saya mengalami sembelit, yang berujung (mohon maaf) anus saya perih. Saya pikir itu akan sembuh dalam sehari, tetapi kini rasa sakit dan perih bertambah parah, juga seperti ada yang mengganjal. Saya mendiskusikannya dengan suami saya, dan kami rasa itu adalah wasir / ambeien. Yang mau saya tanyakan, apakah bagi ibu hamil itu adalah kondisi yang wajar, dan apakah akan berdampak buruk bagi persalinan saya yang hanya beberapa minggu lagi? Lalu bagaimana cara mengobatinya?
    Terimakasih

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan