×

Cara Membujuk Anak Yang Sulit Makan

Bagikan Artikel :

Cara Membujuk Anak Yang Sulit Makan

Banyak orang tua menyerah menghadapi anaknya yang sulit mengonsumsi makanan sehat. Sehingga para orangtua menghubungi dokter anak untuk diberikan suplemen nafsu makan. Padahal sebetulnya tidak ada suplemen yang membuat anak menjadi nafsu untuk makan.

Setiap anak pasti pernah mengalami kurang nafsu untuk makan. Hal ini tentu akan membuat orang tua khawatir anak-anak mereka yang sulit makan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Sehingga akan memicu stunting dan penurunan IQ. Nah oleh karena itu kali ini Curhat Bidan akan share cara agar anak nafus makan

Related Posts :

    Tips Anak Nafsu Makan

    1. Sabar
      Ingatlah bahwa ternyata 30 persen anak-anak melalui fase tidak menginginkan makanan apapun. Banyak alasan seperti gigi tumbuh, perut tidak enak, hingga tidak suka dengan menu yang dihidangkan.
    2. Si Kecil akan Makan Ketika Lapar
      Menunggu Si Kecil lapar, tentunya dapat membuat Anda kehilangan kesabaran. Tapi ini lebih baik, daripada Anda memaksanya makan hingga ia menangis.
    3. Makan Bersama
      Waktu makan adalah waktu terpenting bagi keluarga untuk fokus berkomunikasi dan mempereratbonding. Ajak Si Kecil makan bersama, dengan begitu ia dapat meniru apa yang Anda makan. Jangan lupa untuk makan makanan bergizi seperti sayur dan buah, agar Si Kecil juga menginginkan makan sayur.
    4. Rutinitas
      Anda dapat menciptakan rutinitas wajib. Misal, makan 3 kali sehari, pukul 07.00, 12.00 dan 19.00 serta beberapa cemilan di sela waktu tersebut. Berikan waktu Si Kecil makan selama 30 menit, dan langsung rapikan walaupun ia belum selesai makan. Kegiatan ini akan melatihnya untuk disiplin juga lho, Moms!
    5. Batasi Minum
      Terlalu banyak minum dapat membuat perut Si Kecil terasa cepat kenyang. Untuk itu, sebaiknya Anda membatasinya minum susu atau jus mendekati jam makan.
    6. Teruslah Berusaha
      Sudah dari jaman nenek moyang, bila Anda diminta memilih makanan yang manis dan pahit, pastinya Anda memilih makanan yang manis. Begitu juga dengan Si Kecil, ia akan lebih memilih makanan manis atau yang biasa ia makan, dibandingkan makanan baru. Bila Anda ingin memberikan makanan baru, Anda dapat mencoba menawarkan setidaknya 10-14 kali.
    7. Hindari Porsi Terlalu Banyak
      Si Kecil memiliki porsi makan yang berbeda dengan orang dewasa. Jangan berikan terlalu banyak, Anda cukup memberinya sedikit sesuai porsinya. Bila Si Kecil suka, maka Anda dapat menambahnya.
    8. Memasak Bersama
      Tidak hanya makan bersama, Anda juga bisa mengajak Si Kecil masak bersama. Cara ini dipercaya dapat meningkatkan bonding dan membuatnya ingin makan makanan yang sudah ia buat.
    9. Hindari Sogokan
      Sebaiknya, hindari memberikan permen atau makanan manis bila Si Kecil dapat menghabiskan makanannya dengan baik. Anda dapat memujinya karena Si Kecil makan hingga piringnya bersih.
    10. Bantuan Ahli
      Apabila Si Kecil menunjukkan gejala-gejala yang janggal, seperti perubahan perilaku, kelelahan, pencernaannya bermasalah, atau berat badannya menurun drastis, berkonsultasilah kepada dokter atau ahli nutrisi.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : November 5, 2020

    Pertanyaan Pengunjung :

    Pijat Bayi

  • Oleh : alberta6265
  • 3 tahun, 9 bulan yang lalu

    Siang bu bidan. Saya mau tanya, bayi saya usia 6 bulan apa sudah boleh dipijat ? Bagaimana langkah-langkah memijat bayi yang benar ?

    hamil pasca operasi kehamilan ektopik

  • Oleh : Lusi
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat sore buk,,
    saya mau tanya seputar kehamilan pasca operasi kehamilan ektopik di saluran tuba….pada bulan maret saya mengalami kehamilan ektopik,umur janin sudah 2 bulan,kemudian dokter menyarankan agar saya melakukan operasi karena KE sudah hampir pecah…jadi saya dan suami memutuskan untuk melakukan operasi pada bulan maret lalu…dokter menyarankan pasca operasi 3 bulan untuk melakukan hidrotubasi…tapi saya belum melakukannya meskipun sekarang sudah 3 bulan pasca operasi…yang ingin saya tanyakan,apakah saya bisa langsung program hamil aja tanpa hidrotubasi???mengingat keadaan keuangan dan rasa ketakutan saya terhadap efek samping dari hidrotubasi…mohon pencerahannya

    Tentang pra subur

  • Oleh : Ahmad Dun
  • 2 tahun, 1 bulan yang lalu

    Kpd bidan yg terhormat:
    Setelah menstruasi/ sudah suci, trus brhubungan badan.. Apakah bisa terjadi hamil?

    Penyakit Azoospermia akibat Leukosit Tinggi

  • Oleh : Hilman Suhilman
  • 2 tahun, 5 bulan yang lalu

    Pagi bu bidan, nama saya Saddam usia 26 tahun dan saya sudah menikah hampir dua tahun tapi belum memiliki anak. Setelah diperiksa, menurut dokter saya mengidap penyakit azoospermia karena leukosit tinggi. Saya masih mengkonsumsi obat dari dokter tapi ada cara lain kah bu bidan yang lebih alami ? Terima kasih mohon dijawab bu bidan.

    Bingung hamil atau tidak

  • Oleh : Canti Cintia
  • 6 hari, 7 jam yang lalu

    Assalamualaikum bu bidan. Saya mau nanya. Saya udah 6 lebih ngga haid. Saya tes hasilnya negatif terus. Saya usg di bidan juga samar2 bidannya gk mau mesmastikan entah itu apa katanya bukan kista bukan penggumpalan darah dan bukan penebalan dinding rahim. Saya binggung soalnya udah pindah2 bidan katanya juga ga hamil tp perut saya makin membesar sekarang kaki bengkak. Pas 4 bulan sering kedutan. perut saya sekarang beda lagi rasanya lebih kayak gerakan. Kadang suka kenceng. Itu knp ya bu soalnya kalo kata tukang urut saya memang hamil tp kok gitu ya

  • Oleh : Canti Cintia
  • Tanya Bidan