×

Cara Menyajikan Susu Formula Yang Benar

Bagikan Artikel :

Cara Menyajikan Susu Formula Yang Benar

Banyak orang tua yang belum mengetahui cara menyajikkan susu formula yang benar. Padahal penyajian susu formula sama seperti ASI, tidak boleh sembarangan. Maka itu, penting bagi Anda untuk menyajikkan atau menyeduh susu formula bayi dengan cara yang benar, aman, dan higienis.

Penyajian susu formula yang kurang tepat bisa membuat kandungan susu formula rusak hingga bayi mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu team curhat bidan kali ini akan share cara penyajian susu formula yang benar. Simak di bawah ini ya Bun.

Related Posts :

    Cara Menyajikan Susu Formula Bayi Yang Baik Dan Benar

    1. Cuci tangan
      Langkah pertama yang terlihat sepele tapi kerap diabaikan adalah mencuci tangan. Pastikan Anda selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terlebih dahulu sebelum mulai menerapkan cara membuat susu formula yang benar.
    2. Bersihkan dan siapkan botol susu bayi
      Hal pertama yang harus Anda perhatikan dalam cara membuat atau menyeduh susu formula yang benar yakni selalu jaga kebersihan botol susunya. Ini penting karena botol susu yang kurang bersih bisa saja menyimpan bakteri di dalamnya.
      Bersihkan botol susu dengan mencucinya di bawah air mengalir dan pakai sabun. Gunakan sikat khusus botol agar Anda bisa menjangkau seluruh bagian botol dengan mudah. Lihat juga kebersihan sikat khusus botol yang Anda gunakan. Sebaiknya, bersihkan sikat tersebut terlebih dahulu sebelum Anda mencuci botol susu bayi. Pastikan semua bagian botol sudah bersih dari sisa susu, lalu bilas dengan air mengalir sampai tidak ada lagi busa sabun yang tertinggal. Kemudian sterilkan dengan merebus botol susu selama 10 menit.
      Selain itu, Anda juga bisa mensterilkan botol susu menggunakan alat khusus sterilizer botol bayi.
    3. Masak air panas
      Selanjutnya yaitu merebus air yang akan digunakan untuk menyajikan susu. Rebus air minum sampai mendidih selama 10 menit dalam panci tertutup. Setelah mendidih biarkan air di dalam panci tertutup selama 10-15 menit agar suhunya turun menjadi tidak kurang dari 70 derajat celcius. Setiap kali membuat susu, selalu gunakan air matang bersuhu tidak kurang dari 70 derajat Celcius dengan jumlah secukupnya sesuai takaran. Hindari cara membuat susu formula bayi dengan mencampurkan air bersuhu 70 derajat Celcius dengan air dingin. Jadi, suhu air memang harus matang sempurna.
      Setelah itu, aduk rata atau Anda bisa mengocoknya (pada botol yang sudah ditutup) sampai bubuk susu larut sempurna.
    4. Dinginkan sampai suhunya sesuai
      Sebelum memberikannya kepada bayi, turunkan suhu susu yang masih panas dengan meletakkan botol pada wadah berisi air dingin. Anda juga bisa meletakkan botol di bawah air mengalir agar suhunya turun. Kemudian keringkan botol susu dengan tisu atau lap bersih.
    5. Cek sebelum diberikan kepada bayi
      Sebelum diberikan periksa suhu susu formula dengan meneteskan di kulit. Rasakan apakah suhu susu masih terlalu panas atau sudah cukup untuk diminum bayi.
    6. Buang susu jika lebih dari 2 jam
      Jika bayi tidak menghabiskan susu formula yang telah Anda buat setelah lebih dari 2 jam, sebaiknya buang susu tersebut.
    7. Simpat di tempat tertutup
      Simpanlah susu formula bubuk yang belum diseduh dalam wadah tertutup rapat dan tidak lembap.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : March 30, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Nyeri dada Dan Tulang Belikat

  • Oleh : justinstoker2
  • 5 tahun, 3 bulan yang lalu

    Dok saat ini saya sedang hamil 10 minggu dan sering kali merasakan mual mual tanpa alasan. Mungkin ia pada awalnya mual ini terjadi hanya saat pagi hari saja, namun akhir akhir ini justru mual ini sering kali datang dan bahkan setiap kali sudah mengkonsumsi makanan pasti keluar lagi. Saya mau bertanya obat apa yang aman untuk mengatasi rasa mual ini ya dok?

    Saya bulan april kb suntik 1 bulan

  • Oleh : Sharah Desna
  • 2 tahun yang lalu

    Di bulan ke 5 saya mengajukan berenti kb kepada bu bidan, dan udah berjalan mau 3bulan saya masih belum haid, itu gmana caranya yah biar bisa cepet haid, karna ingin nambh anak lagi

  • Oleh : Sharah Desna
  • Benjolan di leher

  • Oleh : Rika Astria
  • 1 tahun, 5 bulan yang lalu

    Bu saya mau tanya saya adabenjolan d leher,mengecil dan mmbesar yg di atas nya bulat danpanjang k bawah dan bergeser,tidak terasa nyeri kurang lbih sudah 2 mnggu

  • Oleh : Rika Astria
  • Cara mengatasi demam yang disertai diare pada anak 1 tahun

  • Oleh : Riri
  • 6 tahun, 1 bulan yang lalu

    Selamat siang, Maaf sebelumnya saya mau bertanya bagaimana cara mengatasi demam yang disertai pada anak usia 1 tahun. Karena sudah 3 hari anak saya mengalami demam yang disertai dengan diare. Anak juga tidak mau makan dan sering rewel. Kemarin diperiksa ke dokter dan demam sempat turun setelah diberikan obat penurun demam, namun esoknya suhu tubuhnya kembali naik dan intensitas diare semakin sering. Mohon penjelasannya.

    Terimakasih sebelumnya.

    Takut hamil

  • Oleh : Husna Alf
  • 2 tahun, 10 bulan yang lalu

    Terakhir haid saya
    tgl 6 bulan juli, sampai sekarang saya belum haid lagi. Banyak keluhan kesehatan yang saya rasakan, seperti mual, muntah, nafsu makan turun, demam, perut kembung, kadang nyeri sebelah kanan bawah & apabila ditekan terasa sakit & terasa ada yang mengganjal. Saya iseng uji tes pack hasilnya positif, tapi tidak ada tanda-tanda kehamilan yang saya alami. Saya juga susah bab & susah buang angin. Apakah ini gejala suatu penyakit atau memang hamil?

    Tanya Bidan