×

Dampak Psikologis Anak Yang Tumbuh Tanpa Sosok Ayah

Bagikan Artikel :

Dampak Psikologis Anak Yang Tumbuh Tanpa Sosok Ayah

Seperti kita ketahui, anak – anak cepat sekali meniru segala hal yang dilakukan oleh orang tuanya baik dan juga buruk. Banyak contoh kecil dari bagaimana anak – anak mengamati dengan cermat apa yang dilakukan orang tua sehari – hari.

Ketika beranjak dewasa, secara sadar atau tidak anak perempuan akan mencari figur ayah dalam setiap laki – laki yang dekat dengannya. Karena figur itulah yang ia ketahui sejak kecil dan ia lihat melalui masa perkembangannya.

Related Posts :

    Anak laki – laki akan mengimitasi dirinya dengan sifat – sifat sang ayah yang membentuk pribadinya sebagai seorang laki – laki sejati pula. Melalui sosok ayah, anak laki – laki dapat memahami bagaimana seharusnya seorang laki – laki bersikap dan bertindak di tengah masyarakat. Anak akan mencari persetujuan ayah, meniru tingkah laku ayah dan mengimitasi kepribadian ayah ke dalam kepribadian mereka sendiri.

    Dalam sebuah keluarga sudah tentu normalnya ada ayah serta ibu, Dalam keadaan yang tidak biasa, banyak kasus anak yang tumbuh tanpa ayah karena satu dan lain hal yang tentunya akan menimbulkan berbagai masalah pada perkembangan anak secara psikologis, yaitu:

    1. Anak lebih agresif
      Studi psikologis menunjukkan bahwa anak – anak yang tumbuh tanpa sosok ayah menjadi lebih agresif dan mudah marah. Hal ini berbahaya sebab amarah akan membuat kita bertindak dengan tanpa perhitungan. Kemarahan adalah cara yang buruk untuk melepaskan energi kita dan dampak psikologis anak tanpa ayah berupa kemarahan juga bisa menyebabkan kita akan menurunkan sifat tersebut kepada keturunan sendiri kelak. Ibu dan keluarga harus mencari cara mengatasi anak pemarah yang berakar pada tiadanya sosok ayah dalam hidup anak.
    2. Mudah depresi
      Stress emosional lebih mudah dialami oleh anak yang tumbuh tanpa ayah. Dampak psikologis anak tanpa ayah ini adalah hal yang sulit diatasi oleh anak sendirian dan karena kurangnya bantuan, dengan mudah stress tersebut bisa berkembang kepada hal – hal yang merusak diri sendiri. Depresi dalam psikologi merupakan salah satu bentuk penyakit kejiwaan ringan yang bisa berkembang menjadi berat. Sebagai orang tua, Anda perlu mengenali ciri – ciri depresi berat dan tanda – tanda depresi sehingga dapat mengarahkan anak untuk menjalani terapi psikologi untuk depresi .
    3. Anak kurang percaya diri
      Rendahnya tingkat kepercayaan diri seorang anak yang tumbuh tanpa ayah merupakan efek psikologis lainnya. Anak tumbu menjadi tidak percaya diri karena ia menyangka bahwa ketidak beradaan ayahnya adalah merupakan kesalahannya. Seumur hidup sang anak akan bertanya – tanya mengapa Ayahnya tidak ada, dan apa ada hal yang dia lakukan yang menjadi penyebabnya. Diperlukan cara meningkatkan kepercayaan diri bagi anak yang mengalami dampak psikologis anak tanpa ayah seperti ini.
    4. Prestasi di sekolah merosot
      Penddikan anak juga dapat terpengaruh karena ia tumbuh tanpa ayah. Kekurangan motivasi dan usaha untuk mengikuti pelajaran di sekolah adalah penyebab kurangnya prestasi anak di sekolah. Anak bahkan bisa mengalami kesulitan belajar dan kemerosotan pada prestasi akademisnya, seperti mengalami kesulitan dalam pelajaran membaca serta berhitung.
    5. Rentan pada obat – obatan
      Tanpa ayah, kesibukan ibu ntuk enafkahi anak – anak bisa membuat pengawasan terhadap anak menjadi longgar. Terutama di usia remaja ketika anak berusaha terlihat keren dan kaya untuk mengesankan teman – temannya yang lain. Juga karena resiko untuk merasakan kecemasan yang besar sehingga melakukan cara menghilangkan kecemasan dengan obat – obatan.
    6. Beresiko berkelakuan yang merusak diri sendiri
      Walaupun hidup dalam keadaan serba berkecukupan dari segi materi dan kasih sayang ibu serta anggota keluarga yang lain, anak – anak yang hidup tanpa ayah terutama anak laki – laki mempunyai resiko dua kali lebih besar untuk terlibat tindakan kriminal. Karena mereka lebih rentan terhadap agresi, maka mereka juga lebih rentan terhadap pengaruh negatif dan perilaku merusak diri sendiri termasuk hingga resiko bunuh diri.
    7. Bermasalah dengan kesehatan seksual
      Akibat yang lebih besar dapat dirasakan terutama pada anak perempuan yang cenderung lebih banyak mengalami masalah kesehatan seksual. Adanya kemungkinan melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia 16 tahun, mendapatkan penyakit menular seksual, hamil diluar nikah atau menjadi orang tua saat masih remaja, dan juga rentan untuk menjadi subjek eksploitasi oleh pria.
    8. Mengalami pelecehan
      Resiko tinggi pada anak yang dibesarkan tanpa ayah yaitu ia akan rentan mengalami pelecehan secara fisik maupun emosional lima kali lebih besar daripada orang lain. Satu penelitian menyatakan bahwa anak usia dini yang tidak tinggal bersama orang tua kandungnya memiliki peluang 40 kali lebih besar jika dibandingkan dengan anak yang tinggal dengan kedua orang tua kandungnya. Ketahuilah juga resiko bullying pada psikologi anak yang dapat berakibat sangat merusak.
    9. Resiko kesehatan fisik
      Dalam beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa anak yang tidak menemukan sosok ayah akan lebih beresiko mengalami beberapa masalah kesehatan fisik. Antara lain penyakit berupa asma, sakit kepala dan sakit perut. Begitu juga anak akan rentan mengalami rasa sakit yang sulit dijelaskan apa penyebabnya yang berasal dari gangguan mental bernama gangguan psikosomatis. Ini berarti, penyakit tersebut datang dari kaitannya dengan keadaan pikiran dan fisik anak.
    10. Resiko gangguan mental
      Dampak psikologis anak tanpa ayah bisa berupa gangguan – gangguan pada perkembangan mentalnya. Akan ada kecenderungan untuk mengalami anxiety atau kegelisahan, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri pada anak yang dibesarkan tanpa ayah karena mengalami macam – macam trauma psikologis. Dalam kasus ini, anak akan perlu untuk melakukan cara mengatasi anxiety disorder untuk memulihkan kondisi mentalnya.
    11. Kurang bertanggung jawab
      Anak yang dibesarkan tanpa ayah akan cenderung menjadi pengangguran, berpendapatan rendah, hingga tidak memiliki tempat tinggal. Selain itu, ada kemungkinan akan mengalami gangguan dalam hubungan dengan lawan jenis, mamiliki anak diluar nikah hingga mengalami perceraian ketika menikah.
    12. Salah bergaul
      Karena tidak adanya figur ayah, anak akan berusaha mencarinya pada orang lain. Seandainya anak mendapatkan pemahaman yang baik tentang sosok ayah dari sang ibu, ia mungkin akan dapat membedakan pengaruh yang baik dan buruk. Namun jika anak juga mengalami kurangnya bimbingan dari ibu, maka ia dapat saja terjerumus kepada pergaulan yang salah dan memilih panutan yang salah.
    13. Sulit berteman
      Tiadanya sosok ayah membuat anak kelak tidak akan tahu bagaimana cara untuk menghadapi berbagai konflik di masyarakat. Suasana dinamis di rumah yang kurang atau bahkan tidak terasa karena ketidak hadiran ayah akan membuat anak menjadi sosok yang pendiam dan sulit bergaul.
    14. Sulit mempercayai orang lain
      Konsep diri anak yang rendah bisa saja terbentuk karena tidak adanya sosok ayah pada kehidupan anak. Dampak psikologis anak tanpa ayah bisa membuat anak merasa tidak berarti dan diabaikan hingga merasa bersalah atas situasi tersebut. Jika perasaan – perasaan tersebut terbawa hingga dewasa, anak tidak akan dapat menjadi orang yang percaya diri dan selalu takut mengalami kekecewaan atau penolakan lagi.
    15. Pengakuan diri yang salah
      Dampak psikologis anak tanpa ayah lainnya adalah anak akan mencari sumber pengakuan bagi dirinya di tempat yang salah. Anak biasanya akan gamang antara menutup diri atau justru selalu ingin mendapatkan pengakuan dari lingkungannya, dan dengan demikian melakukan jalan yang salah untuk mendapatkan pengakuan tersebut.
    16. Penyimpangan kepribadian
      Anak tidak akan dapat mengimitasi sosok laki – laki melalui ayahnya jika ia dibesarkan tanpa sosok sang ayah. Dengan demikian, anak laki – laki tidak akan tahu bagaimana caranya berperilaku seperti laki – laki, dan lebih meniru sosok lemah lembut seorang wanita seperti ibunya. Begitu pula dengan anak perempuan yang bisa salah memilih pasangan dengan menganggap bahwa sosok ayah yang hilang itu ada pada orang yang salah.
    17. Bermasalah dalam hubungan
      Dampak psikologis anak tanpa ayah bisa terjadi pada dua sisi. Antara lain bisa saja anak tumbuh menjadi orang yang posesif kepada orang dekatnya karena takut kehilangan, atau justru membentengi dirinya untuk merasakan kedekatan dan kasih sayang dengan orang lain. Bahkan anak bisa saja mengalami fobia sosial yang parah.

    Walaupun semua hal diatas bisa saja dialami oleh anak yang tumbuh tanpa ayah, namun dampak psikologis anak tanpa ayah ini tidak akan selalu dialami oleh semua anak yang kehilangan sosok ayahnya. Hal itu dapat juga tergantung pada pola pengasuhan ibu, keluarga dekat serta lingkungan tempat anak tumbuh besar. Bukan tidak mungkin ketika sosok ayah menghilang dari kehidupan anak, ibu dan keluarga lainnya dapat menanamkan pola asuh yang baik terhadap anak sehingga ia pun dapat tumbuh dan berkembang dengan normal secara psikologis.

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : December 27, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Kehamilan

  • Oleh : Isti Rahmawati
  • 4 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat siang,
    Saya mau menanyakan usia kehamilan saya 6 minggu. Saya sempat terkena batuk kering sampai menekan di perut bahkan sampai keluar keputihan saat batuk. Saat hari ke 4 saya terjadi flek. Saya langsung periksa k dr kandungan. Saat di usg terdapat kantung janin tapi janin belum terlihat lalu dokter memeriksa menggunakan alat langsung dr dlm kandungan. Dan janin terlihat. Tapi detak jantung belum terlihat. Dr mengatakan bahwa resiko besar keguguran. Sehingga saya di minta bedrest dan diberi obat penguat. Yang saya tanyakan, apakah mungkin terdapat janin tapi tidak berkembang? Dan seberapa besar resiko bisa berkembang dengan normal? Dan apa yang harus saya lakukan selain bedrest? Mohon informasinya

    Benjolan di area miss v

  • Oleh : Erind Dwi
  • 1 tahun, 10 bulan yang lalu

    Hallo, dok.
    Perkenalkan nama saya Erin, saya berusia 20 tahun, pelajar.
    Saya mau tanya dok, kenapa ya di area miss v saya ada benjolan sebelah kiri arah bawah yang kira-kira sebesar 1 butir kacang tanah, tapi saya tidak merasakan keluhan apapun dok, jika saya mengalami bisul di area miss v saya maka itu terasa sakit, tapi ini saya tidak merasakan apapun dok. Jika diraba agak terasa keras seperti bisul. Dan saya tidak pernah melakukan hubungan intim dok.
    Mohon bantuannya dok agar rasa cemas saya bisa sedikit terobati.
    Terimakasih, dokter.

    keluhan miss V

  • Oleh : Vila Okta Sabela
  • 9 bulan, 1 minggu yang lalu

    Assalamualaikum, saya bertanya dibagian miss V sudah lama ada benjolan kecil didalam labia mayora dan minora, jika di pegang2 akan terasa gatal memerah dan BAK pun ada nyeri sedikit. bisa jg dibiarkan tidak dipegang2 benjolannya mengecil . tetapi saya tidak pernah melakukan hub.seks. jadi bagaimana dok cara menangani nya keluhan tersebut.

  • Oleh : Vila Okta Sabela
  • Bayi Sering Muntah Saat Diberikan ASI

  • Oleh : penneybolinger
  • 5 tahun yang lalu

    Halo bu bidan saya Delia usia 26 tahun. Saya mau tanya tentang soal bayi. Bayi saya jalan 7 minggu bu tapi kenapa bayi saya sering muntah kalau sedang di berikan asi.

    Anak terkena mimisan, panas dan mata merah

  • Oleh : Della Aprita
  • 3 tahun, 5 bulan yang lalu

    Pagi dok. Saya seorang ibu yang memiliki anak berusia 7 bulan. Saat ini anak saya sering kali mengeluarkan darah dari bagian hidungnya yang disertai dengan panas dan juga mata merah. Terusterang saya sebagai orang tua merasakan khawatir dengan keadaan anak saya yang masih balita ini. Kalau boleh tau ini itu jenis gejala penyakit apa ya dok? Tolong berikan penjelasannya, terimakasih.

    Tanya Bidan