×

Jangan Lagi Melarang Si Kecil Bermain Sendiri Ya !!

Bagikan Artikel :

Jangan Lagi Melarang Sikecil Bermain Sendiri Ya !!

Bermain sebetulnya adalah hak dasar dari anak-anak, dalam kesehariannya atau terutama saat sedang musim liburan. Namun, beberapa orang tua melarang anaknya bermain di luar rumah dengan bermacam alasan ini dan itu, seperti terluka saat sedang berlari, enggan si kecil berpanas-panasan diluar, malas atau tidak adanya waktu untuk mengawasinya diluar, dan lainnya. Namun, sebenarnya ini seharusnya tidak menjadi masalah, apalagi sampai dijadikan alasan untuk membatasi anak bermain.

Tahukah kalian ? Bermain di luar rumah bisa melatih sisi psikomotorik anak tersebut lho.. jadi biarkan saja, kalau luka paling kan bisa sembuh. Ya tapi pastikan juga keamananya ya! Pernahkah mendengar istilah ” downtime parenting” ? Beberapa ahli psikolog, saraf dan pakar pengasuhan anak sangat merekomendasikan hal ini. Kenapa ? karena otak anak memerlukan momen yang betul-betul bebas dari apapun. Seperti melamun, terpisah dari orang dewasa, memproses dan mengintegrasikan informasi yang terkumpul selama hari-hari sibuk mereka. Pada intinya, menyediakan waktu bermain yang bebas tanpa intervensi apapun dari orang dewasa atau orang tua akan membuat otaknya berfungsi secara optimal. Untuk menerapkan hal ini akan sangat baik jika dilakukan di luar lingkungan rumah. Biarkan atau ajak anak bermain di taman atau area bermain yang penuh dengan anak-anak. Biarkan ia bermain sendiri untuk kemudian lama-kelamaan berusaha bermain dengan anak lain. Biarkan dan cukup awasi dari kejauhan. Anak dipenuhi rasa ingin tahu, anak akan belajar banyak melalui rasa ingin tahunya itu. Jika kita terus memberi tahu, mendampingi dan menunjukkan caranya, maka bisa menjadi satu kebiasaan yang dibawa anak hingga dewasa dan juga akan menghambat proses belajarnya. Dengan bebas bermain mereka justru akan lebih menikmati setiap momen bermainnya, melamun dan memikirkan banyak hal yang sangat baik bagi perkembangan intelektual dan psikologisnya.
Cobalah sesekali biarkan anak bermain dengan temannya dan tak perlu berada di dekatnya. Anda bisa mengawasi dari jarak yang cukup jauh. Lihat bagaimana responsnya dalam lingkungan tersebut. Mereka pasti akan memiliki pengalaman baru yang akan sangat membantu proses pembelajarannya. Nah.. Jadi masih akan melarang anak bermain diluar ?

Related Posts :

    Malah bukan hanya harus membiarkan anak bermain diluar. Ketika didalam rumahpun, biarkanlah sesekali anak bermain sendiri juga. Kenapa ? Baik kita ulang kalimat kuncinya “Karena saat anak bermain sendiri, mereka mendapatkan banyak pengalaman yang berharga dan penting untuk proses tumbuh kembangnya” Berikut beberapa manfaatnya :

    1. Menumbuhkan sikap mandiri
      Kemandirian mengajari anak bahwa orangtua atau orang terdekatnya tidak selalu akan membantunya setiap saat sehingga anak mau tak mau harus mengandalkan kemampuan dirinya sendiri. Selain mandiri, anak yang terbiasa bermain sendirian cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi karena puas dengan hasil kerja kerasnya dalam meraih atau menyelesaikan sesuatu.
    2. Meningkatkan imajinasi
      Anak-anak memang memiliki imajinasi yang cukup tinggi. Namun, imajinasinya belum terasah atau terealisasikan dengan baik. Membiarkan anak bermain sendiri memungkinkan ia untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan berusaha untuk membuat imajinasinya menjadi nyata. Tentu ini akan membantu Anda untuk meningkatkan kreativitas anak. Misalnya, saat anak bermain boneka dengan teman-temannya. Ia mungkin akan berperan sebagai teman, ibu, atau orang terdekat dari sang boneka. Bahkan, anak-anak sering memerankan profesi orangtua, seperti polisi, dokter, atau guru. Lambat laun, hal-hal sederhana seperti ini akan membantu dirinya mengenali diri sendiri, bakat, hingga kesukaan dan mimpi-mimpinya yang mungkin bertahan hingga dewasa nanti.
    3. Belajar untuk memecahkan masalah
      Saat ditinggal bermain sendiri, anak akan cenderung berusaha untuk memecahkan masalah. Misalnya, saat anak bermain puzzle. Permainan ini merangsang anak untuk berpikir, memecahan masalah, dan melakukan tindakan supaya puzzle tersebut tersusun lengkap. Meningkatkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah membantu anak untuk mengendalikan diri dan emosi. Anak akan terbiasa untuk berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu atau tidak ceroboh.
    4. Memberikan ketenangan
      Membiarkan anak bermain di luar rumah bisa meningkatkan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan anak seusianya. Sementara, membiarkan anak bermain sendiri di rumah memberikan waktu pada anak untuk mengenal dirinya lebih baik serta memberikan ketenangan bagi anak dengan mainannya. Apa yang harus Anda lakukan jika anak bermain sendiri di rumah? Sementara anak main sendiri, Tentu anda bisa memanfaatkan waktu untuk beristirahat atau mengerjakan hal lainnya. Meski begitu, bukan berarti Anda jadi cuek lepas tangan begitu saja, ya! Sesekali tengok kondisi anak yang sedang bermain sendirian atau awasi dari jarak yang cukup jauh namun memungkinkan Anda untuk tetap sigap menghampirinya ketika dibutuhkan. Sebelum membiarkan anak bermain sendiri, Anda juga harus lebih dulu menjelaskan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan olehnya. Misalnya, tidak melempar-lempar mainan atau menggunakan perabotan di dalam rumah yang tajam atau mudah rusak sebagai mainan. Beri tahu jika anak mengalami kesulitan, anak harus segera memanggil Anda. Kemudian, beri tahu juga pada anak untuk membereskan mainannya sendiri. Jika anak berhasil bermain sendiri tanpa menimbulkan masalah, pencapaiannya dalam menyelesaikan permainan, sekaligus merapikan kembali mainannya, berilah dia pujian. Memuji kesuksesan memberi sensasi kepuasaan anak terhadap usahanya sendiri sehingga termotivasi untuk selalu menjadi baik dan terus tumbuh menjadi lebih baik..

    About : Citra Dewi Amd. Keb

    Citra Dewi Amd. Keb

    Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

    Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : September 15, 2019

    Pertanyaan Pengunjung :

    Faktor yang berpengaruh agar memiliki bayi kembar

  • Oleh : Siska zumrotul fauziah
  • 2 tahun, 11 bulan yang lalu

    Selamat pagi bu bidan saya mau bertanya apa saja faktor yang dapat berpengaruh agar memiliki bayi kembar pada keluarga yang tidak mempunyai riwayat anak kembar. Mohon penjelasannya

    Menstruasi Setelah Melakukan Hubungan Suami Istri

  • Oleh : ALif AL Maun Yoyox
  • 3 tahun, 8 bulan yang lalu

    Assalamualaikum Bu Bidan, Melakukan hubungan pasangan suami istri sebelum masa menstruasi itu apakah termasuk pada masa subur ? Tapi kalau setelah berhubungan intim lalu terdapat darah haid bagaimana, apa kemungkinan bulan besoknya saya bisa hamil atau harus melakan hubungan pasangan suami istri lagi bu ? Terima kasih sebelumnya.

  • Oleh : ALif AL Maun Yoyox
  • Kehamilan

  • Oleh : Novia Vidiyana
  • 10 bulan, 2 minggu yang lalu

    Sya terakir haid tgl 28 juni 2019 , dan skrang saya mengalami tanda” , mual” , perut kram , payudara sakit apakah bisa di katakan sya hamil… tpi tgl menstruasi blum tiba …

    Ejakulasi

  • Oleh : Eddy Ningmabin
  • 1 tahun, 3 bulan yang lalu

    Mba bagaimana memiliki ketahanan dari ejakulasi dini?

    Bayi Usia 2 Minggu Belum BAB 9 Hari

  • Oleh : Ivie Suci
  • 1 tahun, 9 bulan yang lalu

    Halo dok, saya Resy saat ini usia bayi saya 2 minggu dan saat usia 4 hari bayi saya disinar selama 2 hari, selama disinar bayi saya diberikan susu formula untuk antisipasi dehidrasi dan pulang kerumah banyak bayi saya banyak bab. Tapi sampai sekarang ini sekitar 9 hari dengan full asi belum bab juga, padahal minum asinya banyak dan buang air kecilnya juga cukup banyak. Ada yang harus dikhawatirkan ga yah dok ?

  • Recent Topics

  • Baru-baru ini :

  • Follow Kami Di :

  • Tanya Bidan