×

Tips Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Orang Yang Egois

Bagikan Artikel :

Tips Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Orang Yang Egois

Bagi balita, berbagi adalah hal yang sulit dilakukan. Hal ini karena anak balita tidak mengerti perbedaan antara berbagi suatu benda dengan menyerahkan kepemilikan atas benda tersebut. Sehingga orang tua perlu sekali mengajarkan dan membiasakan konsep berbagi. Ajarkan anak berbagi mainan miliknya dengan temannya.

Tips Agar Anak Tumbuh Tidak Egois

  1. Jelaskan tentang berbagi
    Jelaskan bahwa berbagi adalah salah satu hal baik yang dilakukan. Katakan kepadanya, sewaktu dipinjam, mainan itu tetap miliknya. Namun, tekankan juga bahwa jangan sampai ia terlalu berbagi sehingga merugikan dirinya sendiri. Beri tahu si kecil bahwa ada beberapa barang yang boleh dibagi dengan orang lain, seperti mainan, makanan kecil, perlengkapan mandi, perlengkapan belajar, dan sebagainya, tetapi sda juga beberapa barang yang tidak bisa dibagi, seperti makanan utama, alat makan, pakaian (kecuali jika sudah tidak dipakai dan masih layak pakai sehingga ingin diberikan ke orang lain) dan sebagainya.
  2. Kenalkan rasa peduli
    Mengenalkan dan meningkatkan rasa peduli pada anak adalah hal yang sangat penting, agar ia kelak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik dan hebat. Ajarkan ia memahami situasi, perasaan, dan motivasi orang lain. Rasa peduli pada anak bisa Anda kenalkan dengan cara membantu satu sama lain, menolong pekerjaan orang sekitar, berbagi makanan, belajar menyayangi atau melindungi benda sekitar, bahkan hewan.
  3. Terapkan ketegas dan konsistensi
    Tegurlah dengan baik, jika anak Anda bersikap seenaknya sendiri dan tidak mau mengalah. Ketegasan dan konsistensi yang Anda lakukan bisa mendidik dan menentukan anak agar bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak egois. Lakukan dengan lembut, dan jelaskan bahwa yang ia lakukan salah dan bisa menyakiti perasaan orang lain. Lakukan secara berkala, pasti ia akan mengerti.
  4. Bermain peran
    Tunjukkan kepada anak, jika ia mau berbagi, maka akan mendapatkan jalinan pertemanan yang erat dan menyenangkan. Misalnya, dengan bermain dokter-dokteran. Ajak salah satu teman untuk bermain, jadikan boneka sebagai pasien. Minta anak Anda berperan sebagai ibu si pasien, sementara temannya berperan sebagai dokter. Ajak si kecil memberikan bonekanya kepada temannya untuk diperiksa. Setelah selesai, minta temannya memberikan kembali boneka kepada anak Anda.
  5. Rencanakan playdate
    Rancanglah jadwal bermain bersama teman-teman anak ke taman atau di rumah. Hal ini baik dilakukan karena menumbuhkan kemauan anak untuk berbagi. Jika bermain di taman, ia akan belajar bahwa mainan seperti perosotan, ayunan, dan jungkat-jungkit adalah milik umum, yang berarti semua anak boleh bermain bersama di situ, dijaga, dan dirawat bersama.
  6. Menjadi role model
    Salah satu cara agar anak dapat cepat mengerti dan paham adalah Anda sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik. Karena anak-anak senang meniru perlakuan orang lain. Anda bisa menunjukkan dengan cara memperlihatkan kepada anak saat Anda meminjamkan suatu barang kepada orang lain, atau saat Anda memberikan pinjaman ke orang lain.
  7. Berikan pujian
    Di saat Anda melihat anak mau berbagi dengan orang lain, katakan, “Wah, Mama sangat bangga melihat kamu meminjami Rio mainan favoritmu.” Percayalah bahwa suatu pujian dapat membuat anak semakin yakin dan percaya bahwa berbagi adalah perbuatan yang baik. Lakukan hal ini setiap anak Anda berbagi dengan orang lain.

About : Citra Dewi Amd. Keb

Citra Dewi Amd. Keb

Bidan Citra Dewi Am.Keb merupakan alumnus Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi angkatan 2016 yang lahir pada 15 juni 1995. Aktif sebagai Interactive Medical Advisor di www.curhatbidan.com. Bagi saya menjadi seorang bidan adalah pekerjaan mulia yang memberikan pelayanan dengan hati nurani. Bidan berperan dalam luang lingkup kesehatan dasar masyarakat. Mulai dari bayi, remaja, pasangan usia subur sampai lanjut usia. Saya berharap mampu memberikan pelayanan kesehatan keluarga anda.

Untuk konsultasi via WhatsApp klik disini :

  • Bagikan Artikel :

    Terkahir Di Edit : December 28, 2021

    Pertanyaan Pengunjung :

    Benjolan di bibir vagina sebelah kiri

  • Oleh : Desak Nati
  • 1 tahun, 8 bulan yang lalu

    Dok saya mau nanya jika ada benjolan dibibir vagina sebelah kiri itu kenapa ya? Gimana cara mengobatinya?

  • Oleh : Desak Nati
  • Pil Kontrasepsi

  • Oleh : Dian Poenya Raizo
  • 4 tahun, 5 bulan yang lalu

    Saya mau tanya kemarin saya melakukan hubungan dengan suami saya tetapi kami berencana menunda momongan. yang jadi masalah tadi siang suami saya tidak sengaja mengeluarkan sperma setetes divagina(saya tidak terasa). lalu saya langsung minum pil KB ? apa pil KB bisa menunda kehamilan? atau pil kontrasepsi darurat jauh lebih manjur dan minum pil kb setelah berhubungan justru tidak berpengaruh dan kemungkinan kehamilan masih ada?
    mohon penjelassannnya

    Vitamin A

  • Oleh : Eka Wahyu
  • 1 tahun, 5 bulan yang lalu

    Assalamualaikum bu, ini saya mau tanya ,vitamin A yg berwarna biru itu untuk umur 6-12 bulan sedangkan kmren agustus pas usia 7bulan blm smpat dkash vitamin A biru itu gmn ya bu? Terima kasih

  • Oleh : Eka Wahyu
  • Alasan Kenapa Berat Badan Turun Saat Hamil

  • Oleh : Winda
  • 5 tahun, 8 bulan yang lalu

    Selamat siang,
    Saat ini istri saya tengah mengandung dan sering sekali mengalami mual dan muntah. Selain itu, saya lihat berat badannya malah sedikit menurun. Apa ini berbahaya? dan apa yang menjadi penyebab turunnya berat badan istri saya, apa mungkin ada hubungannya dengan gejala mual muntah yang dialami oleh istri saya?

    BB anak tidak naik2

  • Oleh : Nenk Marsya
  • 4 tahun, 9 bulan yang lalu

    Selamat pagi, Bu.. Saya mau bertanya beberapa hal mengenai anak sy yg BBnya tdk pernah lagi naik. Sekarang anak usia 2th…
    1. Apakah anak sy kena TB/kurang gizi? Krn adik sy ada yg riwayat TB. Ortu sy juga batuk tidak kunjung sembuh. Anak kakak ipar sy juga abis pengobatan TB.
    2. Apa sebenarnya faktor pemicu TB dan cara mengatasinya?
    3. Apakah TB menular ke ibu hamil? Dan bagaimana ciri serta mengatasinya?
    4. Sebaiknya anak dibawa ke ahli gizi atau ke dokter anak?
    Terima kasih

    Tanya Bidan